Fyi:
Sebagaimana telah didiskusikan dalam perkuliahan di kelas mengenai stabilitas troposfer Indonesia, diketahui bahwa: jika dibandingkan dengan atmosfer lintang tengah yang mempunyai kelabilan konvektif lemah, maka atmosfer Indonesia menunjukkan kelabilan konvektif di segala musim. Suatu penelitian pernah dilakukan dengan radiosonde untuk mengetahui stabilitas statis troposfer di atas Stasiun Kemayoran, Jakarta, dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Berdasarkan data radiosonde Bulan Januari pukul 07.00 WL (waktu lokal) dan 19.00 WL yang mewakili musim basah, dan Bulan Juli pukul 07.00 WL Β dan 19.00 WL yang mewakili musim kering, diketahui bahwa lapisan troposfer bawah lebih stabil, lapisan troposfer menengah kurang stabil, kemudian mendekati tropospause menjadi kembali stabil. Apabila dibandingkan antara Bulan Januari dan Bulan Juli, maka diketahui bahwa lapisan troposfer bawah agak stabil pada Bulan Juli dibanding Bulan Januari. Hal ini mencerminkan tropospause lebih rendah pada Bulan Juli daripada Bulan Januari. Data pengukurang tahun 1979 di atas Jakarta menunjukkan tinggi rata-rata tropospause pada Bulan Juli adalah 16,4 km dengan temperatur -80,40C sedangkan Bulan Januari adalah 17,3 km dengan temperatur -85,10C
Β
Tambahan:
Bagaimana konsepsi mengenai stabilitas atmosfer?
Dalam konsep stabilitas terdapat kategori stabil, labil, dan netral. Suatu parsel udara (air parcel) dikatakan stabil terhadap lingkungannya jika padanya diberikan impuls gaya mula dan kemudian parsel udara tersebut kembali ke posisi asal. Jika terus bergerak maka dikatakan labil, dan jika berhenti pada kedudukan terakhir maka dikatakan netral. Dengan kata lain, parsel udara bergerak dari posisi 1 dan kembali ke posisi semula maka dikatakan stabil. Jika dari posisi 1 bergerak ke posisi 2 dan terus ke posisi 3 maka dikatakan dalam keadaan labil. Sementara jika bergerak dari posisi 1 ke posisi 2 lalu berhenti di tempat tersebut maka dikatakan dalam keadaan netral. Apabila dianalogikan dengan mekanika konsepsi stabilitas udara misalnya seperti sebuah kerucut. Jika diletakkan dengan alas dibawah maka dikatakan stabil, jika dietakkan dengan ujung kerucut di bawah maka dikatakan labil, dan jika kerucut miring maka dikatakan netral.
Β
Untuk referensi silahkan saudara membaca:
Bayong Tjasyono. 2009. Meteorologi Indonesia 1, Karakteristik dan Sirkulasi Atmosfer. Jakarta: BMKG