Kurikulum Berbasis Kompetensi - Metacognitive Week 3

Kurikulum Berbasis Kompetensi - Metacognitive Week 3

oleh MUNAYA NIKMA ROSYADA 14301241002 -
Jumlah balasan: 0

           Pada minggu ketiga saya belajar tentang kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum menurut UU no. 2 tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Sedangkan kompetensi berarti kemampuan dalam menentukan dan melaksanakan sesuatu. Menurut sepemahaman saya, kurikulum berbasis kompetensi berarti seperangkat rencana dan aturan tentang kompetensi dan hasil belajar siswa yang harus dicapai, KBM, dan bahan pelajaran sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

Adapun KBK berhasil jika indikator-indikator dibawah ini tercapai.

  1. Adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan guru
  2. Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan
  3. Adanya peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama.
  4. Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah, wali murid dan masyarakat
  5. Adanya kompetisi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan wali murid, masyarakat dan pemerintah daerah setempat. 
  6. Tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan di kalangan warga sekolah
  7. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif yang lebih menkankan pada belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be) dan belajar hidup bersama secara harmonis(learning to live together). 
  8. Terciptanya iklim sekolah yang aman, nyaman dan tertib
  9. Adanya proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. 

KBK yang diterapkan sekitar tahun 2004 digantikan oleh KTSP, dikarenakan :

  1. Konsep KBK belum dipahami secara benar oleh guru. 
  2. Draft kurikulum yang terus-menerus mengalami perubahan. 
  3. Belum adanya panduan strategi pembelajaran yang mumpuni (mayoritas masih berbasis materi), yang bisa dipakai pegangan guru ketika akan menja­lankan tugas instruksional bagi siswanya.

KBK sebenarnya masih digunakan hingga saat ini, meskipun dikemas dalam kurikulum yang berbeda ‘luarnya’ saja.

292 kata