Trima Mustika
Febriana Anita Y
Rosalyna Indah E
Trie Kurnia H
M. Febri akbar
ย
Daerah Aliran Sungai Mahakam merupakan salah satu kawasan di Kalimantan Timur yang memiliki luas 8,2 juta hektar atau sekitar 41% dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Daerah Aliran Sungai Mahakam dengan luas 77.095.460 ha meliputi wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Malinau, Kutai Kertanegara dan kota Samarinda. Bahkan daerah tangkapan airnya tidak hanya di Propinsi Kalimantan Timur, namun juga di Propinsi Kalimantan Tengah dan diduga sebagian kecil di Serawak yang merupakan Negara Bagian Malaysia (Mislan dan Naniek, 2005). Sungai Mahakam ini terletak di daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam terletak pada garis lintang 0o35โ0โS-117o17โ0โE dan panjang sungai ini mencapai 920 km dengan luasnya 149.227 km2 serta memiliki lebar antara 300-500 meter. Sungai ini melewati wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian hulu hingga Kabupaten Kutai Kertanegara dan Samarinda dibagian hilirnya. Sungai Mahakam adalah sungai utama yang membelah Kota Samarinda.
Satuan Geomorfologi Pedataran Aluvium berkembang membentuk pedataran dan landaian dengan arah relatif timurlaut-baratdaya, baratlaut-tenggara yang terdapat di sepanjang daerah pengaliran sungai, rawa serta pedataran Aluvial Sungai Mahakam, Belayan, Kedang Kepala dan Kedangran, beserta segenap anak-anak sungainya yang cukup besar. Sebagian besar aliran sungai bermuara ke Sungai Mahakam yang mengalir dengan arah relatif baratlaut-tenggara. Stadium erosi menunjukkan tahap dewasa hingga lanjut, dicerminkan oleh kenampakan bentuk lembah serta alur-alur sungai yang menyerupai huruf "U" yang semakin melebar di bagian dasarnya.
DAS Mahakam merupakan pusat dari kegiatan banyak pihak, mulai dari sektor industri, pertanian, kehutanan, pertambangan, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain itu, Sungai Mahakam yang menjadi titik tengah DAS Mahakam merupakan urat nadi kehidupan sebagian besar masyarakat Kalimantan Timur, terutama masyarakat yang beraktivitas dan hidup di dalam kawasan DAS Mahakam. Sungai Mahakam sejak dulu hingga saat ini memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi.
Disamping itu, indahnya aliran Sungai Mahakam ini dapat dinikmati dengan sejumlah obyek wisata dimana kita dapat melihat ikan pesut atau lumba-lumba air tawar. Selain itu kita juga dapat melihat burung enggang, bangau, tong-tong, lutung, bekantan, berang-berang dan raja udang. Ditengah-tengah sungai Mahakam ini terdapat sebuah pulau yaitu pulau Kumala yang luasnya 75 hektar. Sungai ini telah menjadi urat nadi kehidupan bagi desa-desa kecil yang di hulu, hilir dan anak sungai lainnya. Kegiatan tambang emas dan batu bara dapat dijumpai di bagian hulu Sungai Mahakam. ย ย