PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

by QONITA FITHROTUNNISA 14405244016 -
Number of replies: 4

14405241052 Wahyu Dewi Martasari

14405241058 Trias Euro Vuri

14405241061 Diva Rinhaida

14405244016 Qonita Fithrotunnisa

14405244018 Esti Mei Pangestu

14405244030 Wikandari Bungsari

Indonesia memiliki beragam bentuklahan salah satunya yaitu bentuklahan asal proses fluvial. Bentuklahan fluvial merupakan bentuklahan hasil proses aliran air sungai atau semua bentuklahan yang terjadi akibat adanya proses aliran baik yang berupa aliran sungai maupun yang tidak terkonsetrasi yang berupa limpasan permukaan. Seiring berjalannya waktu, bentuklahan fluvial ini mengalami perubahan bentuk yang turut mempengaruhi kondisi sekitarnya. Terdapat tiga stadium perkembangan sungai, yakni :

-          Stadium muda terdapat di daerah hulu , memiliki karakteristik seperti berikut : arusnya deras karena terdapat di daerah yang tinggi dengan tingkat kemiringan yang besar, lembah berbentuk huruf V (curam dan dalam),  tingkat erosi masih tinggi,  serta banyak dijumpai batu-batu besar.

-          Stadium sedang berada di daerah dataran rendah : memiliki arus yang tidak terlalu deras dan tidak terlalu lambat, lembah agak lebar dan relatif dangkal, dan tingkat erosi juga sedang karena terjadi proses transportasi.

-          Stadium tua berada didaerah hilir mendekati pantai : memiliki arus yang lambat, lembah sungai berbentuk huruf U, banyak terdapat deposisi di badan sungai.

Ketiga stadium ini menghasilkan perbedaan karakteristik budaya dan juga matapencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar sungai. Sungai yang memiliki stadium muda banyak dimanfaatkan untuk wisata karena di wilayah tersebut akan sering dijumpai adanya air terjun.

Karakteristik sungai di Indonesia berbeda-beda, ada yang besar, kecil, sedang, berkelok, dll. Hal ini menyebabkan terbentuknya corak kehidupan masyarakat sekitar yang berbeda-beda. Pada pembahasan kali ini, kelompok kami akan mengkaji mengenai interaksi kondisi bentanglahan fluvial dengan masyarakat yang tinggal disekitarnya yaitu pada daerah P.Kalimantan dan P.Jawa. 

Pulau Kalimantan memiliki julukan pulau seribu sungai, tak heran jika masyarakat yang ada di Kalimantan banyak yang bergantung pada sungai, sehingga mereka memanfaatkan kondisi tersebut. Sungai yang terdapat di Kalimantan memiliki karakteristik yang lebar dan berarus tenang. Kondisinya yang lebar dan luas tentu memiliki potensi bencana seperti banjir. Selain itu, sungai di Kalimantan juga memiliki bahaya dari binatang buas seperti buaya dan ular. Meskipun demikian, masyarakat banyak menggantungkan kehidupannya di sekitar bentuklahan fluvial.  Hal itu dikarenakan bahwa masyarakat tersebut melihat dari sisi potensi sumberdaya alam dan aksesibilitas. Beberapa aspek tersebut mempengaruhi pada pola kehidupan seperti matapencaharian, budaya, cara menghadapi bahaya yang ada, kearifan lokal, dan pemanfaatan SDA yang ada. Sungai-sungai yang ada di Kalimantan banyak dimanfaatkan untuk sarana transportasi dan perdagangan, karena morfologi sungainya yang lebar dan berarus lemah. Kondisi lahan yang bergunung dan lembah membuat masyarakat banyak memilih sungai sebagai jalur transportasi (aksesibilitas). Pola pemukiman masyarakat akan cenderung mengikuti pola memanjang di pinggiran sungai karena jalur transportasi air di Kalimantan lebih mudah. Sebagai penyesuaiannya bentuk rumah yang ada biasanya rumah panggung untuk meminimalisir bahaya yang dapat dimungkinkan seperti banjir. Selain hal itu, di kalimantan juga terdapat pasar terapung seperti di sungai barito.

Karakteristik sungai yang ada di Kalimantan berbeda dengan yang ada di Jawa. Sungai yang ada di Jawa lebih berpengaruh pada matapencaharian penduduk sekitar dibandingkan pada pola pemukiman masyarakatnya. Pemanfaatan sungai di Jawa lebih diutamakan untuk PLTA karena memiliki arus yang deras. Daerah di Jawa keadaan sungainya dipengaruhi oleh bentuk lahan yang ada. Umumnya di daerah Jawa banyak terdapat vulkanik sehingga banyak ditemui gunung-gunung. Hal ini berpengaruh pada tingkat perkembangan sungai. Pada bagian pegunungan, merupakan daerah hulu, dimana memiliki tingkat perkembangan muda. Kondisi seperti ini banyak digunakan masyarakat untuk obyek wisata dengan banyak ditemuinya air terjun. Selain itu, derasnya aliran sungai dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air. Pada daerah dataran rendah dengan kondisi sungai dengan arus yang tidak terlalu deras dan lembah yang tidak begitu dalam, banyak digunakan sebagai irigasi. Pada daerah tersebut merupakan daerah yang tepat untuk pengembangan pertanian. Sedangkan pada daerah hilir, masyarakat banyak memanfaatkan sebagai pertanian dan sumber daya mineral dimana wilayah ini merupakan daerah deposisi. Pada daerah ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil sumber daya mineral yang ada, seperti pasir dll.

Dari penjelasan kelompok kami diatas, bagaimana pendapat kalian mengenai hal tersebut?

 

In reply to QONITA FITHROTUNNISA 14405244016

Re: PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

by RUSTAMUNA 14405244014 -

Setelah saya baca, teman-teman cenderung mendeskripsikan sungai-sungai besar sebagai pembahasannya, khususnya sungai yang ada di pulau Kalimantan. Hal itu bisa dilihat pada penjelasan di atas seperti,  dimanfaatkannya sungai untuk sarana transportasi dan perdagangan, karena morfologi sungainya yang lebar dan berarus lemah. Selain hal itu, di kalimantan juga terdapat pasar terapung seperti di sungai Barito.

Mungkin untuk sungai yang besar, seperti sungai Barito, pemanfaatan dan pengaruhnya terhadap masyarakat bisa dilihat dengan jelas. Nah, yang saya tanyakan apakah sungai-sungai kecil yang berada di kalimantan dapat berpengaruh juga terhadap kehidupan masyarakat? 

In reply to RUSTAMUNA 14405244014

Re: PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

by TRIMA MUSTIKA 14405241065 -

Pertanyaan yang menarik Rustam. Saya coba menanggapi sedikit.

Menurut saya, keberadaan suatu sungai baik itu yang berukuran besar maupun kecil (cabang sungai), sungai bagian hulu, tengah, serta bagian hilir pasti berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat  di sekitarnya. Kita tau bahwa sungai Barito tersebut merupakan salah satu kekayaan alam Kalimantan Selatan. Sungai Barito, mempunyai banyak anak sungai. Beberapa diantaranya adalah Sungai Nagara, Sungai Paminggir, dan Sungai Martapura. Di sepanjang Sungai Nagara dterdapat anak sungainya lain seperti , Sungai Tabalong Kiri, Sungai Tabalong Kanan, Sungai Balago, Sungai Batang Alai, Sungai Amandit, dan Sungai Tapin. diantara sekian banyak anak sungai tersebut  daerah aliran sungai terpenting dalam sejarah Banjar (Suku Kalimantan selatan) adalah Sungai Tabalong dan Sungai Martapura. Kedua daerah tersebut merupakan Konsentrasi permukiman penduduk mulai dari Tabalong, Kelua, Alabio, Sungai Banar, Amuntai, Babirik, Nagara, Muara Rampiau, Muara Bahan sampai dengan Banjarmasin (Saleh, 1986).

Selain sebagai daerah pusat, Sungai Tabalong dan Martapura juga berfungsi sebagai pelabuhan sungai yang kemudian juga menjadi pusat-pusat kerajaan seperti Tanjung Puri, Negara Dipa,  Negara Daha, dan Bandarmasih (Banjarmasin)Sartono Kartodirjo et al (1975). Karena dalam hal ini sungai berperan menjadi wahana lintas transportasi dan perhubungan antara daerah pedalaman dengan daerah tepian sungai dan pesisir pantai. Melalui sungai pula terbentuk interaksi-interaksi antara manusia yang beraaneka ragam suku, agama, budaya dan latar ekonomi.  Interaksi antara manusia tersebut, pada gilirannya akan membentuk hubungan-hubungan yang bersifat ekonomi, sosial-budaya, dan politik. Interaksi manusia tersebut menghasilkan budaya sungai atau kebudayaan masyarakat yang dipengaruhi oleh lingkungan sungai. Menurut (Hartatik, 2004) budaya sungai  meliputi cara hidup, berperilaku, dan adaptasi manusia yang hidup ditepi sungai, hal itu telah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun.

Salah satu contoh  budaya  yang dihasilkan adalah adanya kegiatan Floating Market (Pasar Terapung) yang masih eksis hingga saat ini di kampung Kuin, Banjarmasin dan terutama sekali di Lok Baintan, kabupaten Banjar. Karena menurut masyarakat setempat sungai tidak hanya sebagai tempat arus transportasi atau mobilisasi manusia, tetapi juga tempat pemasaran komoditas perdagangan dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, seperti air minum, mandi, dan lain-lain

 

 

 

Attachment kampung-kuin.jpg
In reply to QONITA FITHROTUNNISA 14405244016

Re: PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

by MELYSA AMBARWATI 14405241054 -

setelah membaca penjelasan dari kelompok ini saya setuju bahwa keberadaan bentuklahan proses asal fluvial sangatlah berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. terutama salah satu yang telah disebutkan yaitu di pulau kalimantan karena di pulau tersebut ditemukan banyak sungai yang besar. seperti yang kita ketahui bahwa sungai memiliki banyak manfaat yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat.

saya ingin bertanya, sesuai dengan wilayah yang sudah disebutkan hasil interaksi apakah yang paling mendominasi akibat adanya bentuklahan asal proses fluvial dengan masyarakat sekitar? apakah matapencaharian, budaya, bahaya lingkungan yang dihadapi, kearifan lokal, atau pemanfaatan sumber daya alam? kemudian, apakah hasil interaksi tersebut satu sama lain saling mempengaruhi atau tidak? kalau iya pengaruhnya seperti apa? Terimakasih

In reply to MELYSA AMBARWATI 14405241054

Re: PENGARUH BENTUKLAHAN FLUVIAL TERHADAP MASYARAKAT DI SEKITARNYA

by TRIMA MUSTIKA 14405241065 -

Hallo Ambar. Menurut saya untuk di Kalimantan Selatan interaksi antara bentuklahan dengan masyarakat yang paling dominan adalah dalam hal mata pencaharian. Seperti yang kita tau sebelumnya bahwa kalimantan selatan merupakan daerah subur ysng dialiri sungai2 yang mengalir tetap sepanjang tahun . Nah keadaan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat baik dalam hal perkebunan, perdagangan, perikanan, dan lain2.

untuk pertanyaan kedua, menurut saya saling mempengaruhi. Contoh: ketika masyarakat meggunakan lahan sebagai daerah perkebunan kemudian masyarakat memasarkan hasil2 perkebunan tersebut melalui kegiatan dagang yang dalam hal ini dilakukan di sungai menggunakan perahu. Nah seiring berjalannya waktu, kegiatan yang dilakukan secara berulang tersebut mengasilkan kebudayaan. Salah satu yang paling terkenal adalah adanya Floating Market :)