Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

by ZEIN IRFAN 14405241022 -
Number of replies: 4

         Telah banyak isu-isu yang beredar terkait eksploitasi bukit-bukit karst untuk dijadikan tambang batu kapur di kawasan karst Gunungsewu. padahal seperti yang kita ketahui, bukit-bukit karst ini memilki fungsi sebagai sarana penyimpanan air di wilayah karst. namun pertambangan batu kapur yang dilakukan oleh masyarakat setempat pada bukit-bukit karst telah dinilai berlebihan dan secara teknis telah menghilangkan fungsi bukit-bukit karst tadi sebagai sarana penyimpanan air bagi hidrologi kawasan karst. Meskipun pertambangan batu kapur di wilayah karst Gunungsewu sudah dilarang, namun masyarakat tetap tidak mengindahkan larangan tersebut dengan dalih tidak adanya sumber pendapatan lain bagi masyarakat setempat.

 

Bagaimana pendapat teman-teman sekalian terkait fenomena tersebut?

In reply to ZEIN IRFAN 14405241022

Re: Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

by WIKHANI ISMAYA 14405241046 -

penambangan batu kapur di daerah karst gunungsewu juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan. kalau bukit karst gunungsewu terus ditambang tanpa memperhatikan dampaknya maka daerah karst gunungsewu akan mengalami kekeringan. sungai bawah tanah akan smakin menipis karena tidak ada resapan air lagi. masyarakat setempat sebaiknya diberi informasi tentang akibat yang ditimbulkan apabila penambangan kapur yang tak terkendali tetap diteruskan. 

In reply to ZEIN IRFAN 14405241022

Re: Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

by ERRY ERSANI 14405241028 -

Menurut pendapat saya, letak atau lokasi dari kasus eksploitasi tersebut harus diperjelas dulu dimana karena kawasan karst Gunungkidul itu luas. Hal ini akan berkaitan dengan upaya penyelesaian masalah tersebut. Memangkas bukit-bukit karst untuk kegiatan penambangan memang akan sangat signifikan mengurangi simpanan air apalagi air merupakan sumber kehidupan. Namun, penduduk setempat tidak secara mutlak disalahkan. Mereka juga manusia yang pada dasarnya berusaha memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya. Mengenai larangan kegiatan penambangan, penduduk sekitar akan tetap menambang karena melarang bukan solusi utama penyelesaian masalah. Penduduk Indonesia terkadang tidak takut mati tapi takut keluarganya kelaparan. Hal ini terbukti ketika saya menonton acara di Trans 7 yang berjudul “Indonesiaku” dimana para pencari sarang burung walet rela memanjat tebing-tebing curam yang berbatasan langsung dengan laut hanya menggunakan tali (kalau bahasa jawanya “kenur”).

Kalau hanya sebatas melarang atau menghimbau siapa saja juga dapat melakukannya. Penduduk sebenarnya tidak membutuhkan “larangan” itu tapi yang mereka butuhkan adalah solusi. Oleh karena itu, upaya menjaga simpanan air sangat diperlukan dengan memperhatikan kebutuhan penduduk sekitarnya. Misalnya kegiatan penambangan batu gamping di sebagian wilayah Kecamatan Ponjong terletak pada daerah tangkapan sungai bawah tanah Bribin dan bahkan tepat berada di atas alur sungai utama Bribin. Hal ini jika dibiarkan tentu akan berdampak pada kualitas dan kuantitas air. Menurut saya salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan Agroindustri mengingat lokasinya yang berdekatan dengan beberapa Pantai di Gunungkidul sehingga hasil dari kegiatan agroindustri tersebut dapat menjadi souvenir khas daerah tersebut dan penduduk dapat memenuhi kebutuhannya dari kegiatan agroindustri tersebut. 

In reply to ZEIN IRFAN 14405241022

Re: Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

by DIVA RINHAIDA 14405241061 -

Memang akhir-akhir ini banyak  warga gunungkidul yang mengeksploitasi bukit-bukit karst untuk dijadikan tambang batu kapur di kawasan karst Gunungsewu.  batu hasil tambang tersebut dijadikan bahan bagunan pengganti batu bata, akan tetapi mulai saat ini telah diberlakukan peraturan larangan pemakaian batu kapur sebagai bahan bangunan pengganti batu bata oleh pemerintah setempat. pemerintah sendiri juga telah mengupayakan kelestarian kawasan karst gunungsewu dengan membuat peraturan, namun warga kurang peduli  dengan pentingnya gunung-gunung karst bagi kehidupan terutama pada penyimpanan air di kawasan karst. eksploitasi batu kapur tersebut sebenarnya ilegal karena pemerintah jelas telah melarang kegiatan tersebut.kurangnya pengawasan dan sosialisasi kepada warga gunungkidul menyebabkan mereka tak peduli dengan kelestarian dan betapa pentingnya bukit karst  untuk cadangan air bawah tanah di kawasan karst gunungsewu

In reply to ZEIN IRFAN 14405241022

Re: Pelestarian Kawasan Karst Gunungsewu sebagai Geopark vs Pertambangan Batu Kapur sebagai Sumber Pendapatan Utama Masyarakat Setempat

by ZEIN IRFAN 14405241022 -

Maaf ada revisi, di topik utamanya tadi tidak dicantumkan nama anggota kelompoknya...
jadi saya tambahkan disini saja...

 

Gregorius Edo Yurasto (14405241001)

Roni Marudut Situmorang (14405241016)

Zein Irfan (14405241022)

Purno Adhyatmoko (14405241036)

Wikhani Ismaya (14405241046)