perlukah regenerasi nilai-nilai lokal untuk menangani dampak bencana?

perlukah regenerasi nilai-nilai lokal untuk menangani dampak bencana?

oleh ANTON CESAR SAPUTRA 14405241057 -
Jumlah balasan: 3

indonesia sendiri merupakan negara dengan kondisi relief yang sangat kompelks. Jika menurut Desaunettes di dunia ini terdapat 6 kelas relief seperti datar, berombak, bergelombang, berbukit kecil, berbukit dan bergunung. Maka semua kelas tersebut ada di indonesia dan masing-masing kelas tersebut sebenarnya  menyimpan dampak negatif bagi kehidupan manusia seperti relief datar sering mengalami banjir, relief berombak hingga berbukit sering mengalami erosi alur (Riil erosion) bahkan hingga erosi saluran (gully erosion), sedangkan kelas relief bergunung sering mengalami  longsor. Peristiwa tersebut sangat sering terjadi di indonesia dan tidak jarang banyak memakan korban jiwa. Sebenarnya dengan banyaknya korban jiwa dan kerugian yang dihasilkan akibat dampak tersebut apakah ada yang salah dengan kearifan lokal yang ada? dan perlukah adanya regenerasi dari nilai-nilai tersebut

Sebagai balasan ANTON CESAR SAPUTRA 14405241057

Re: perlukah regenerasi nilai-nilai lokal untuk menangani dampak bencana?

oleh TRIMA MUSTIKA 14405241065 -

Setau saya kearifan lokal itu adalah budaya yang diwariskan dari generasi terdahulu dalam suatu masyarakat. Biasanya bisa berbentuk tradisi, maupun cara-cara melakukan suatu hal seperti cara membangun rumah dll. Jadi kearifan lokal disini bukan keadaan alam seperti yang mas Anton sebutkan sebelumnya. Dan setiap kearifan lokal yang ada pasti memiliki tujuan serta maksud tertentu. Dan menuruut saya tidak ada yang salah dengan itu. Tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda untuk berusaha mencari tau kebenararan nya menggunakan cara ilmiah dan sesuai dengan keilmuan yang kita miliki. 

 

Sebagai balasan TRIMA MUSTIKA 14405241065

Re: perlukah regenerasi nilai-nilai lokal untuk menangani dampak bencana?

oleh ANTON CESAR SAPUTRA 14405241057 -

sebelumnya terimakasih banyak buwat mbak trima yang udah mau jawab.

maksud saya begini sebenarnya sebuah perilaku manusia yang dilakukan secara berulang-ulang itu dapat disebut sebagai kebiasaan jika perilaku tersebut dilakukan oleh banyak orang maka dapat disebut sebagai kebudayaan. Timbulnya korban jiwa dalam jumlah banyak akibat banjir, tanah longsor itu merupakan suatu indikasi bahwa suatu kearifan lokal yang diturunkan sejak turun temurun yang berfungsi salah satunya sebagai upaya adaptasi manusia terhadap lingkungan seperti sudah kadaluarsa. Timbulnya korban jiwa itu sudah menunjukan bahwa perlu adanya pembaharuan mengenai nilai-nilai tersebut.

Sebagai balasan ANTON CESAR SAPUTRA 14405241057

Re: perlukah regenerasi nilai-nilai lokal untuk menangani dampak bencana?

oleh Arif Ashari, S.Pd., M.Sc. 198603022020121003 -

point yang perlu digarisbawahi adalah kata kearifan disitu. kearifan berarti bukan hanya sekedar interaksi biasa antara manusia dengan lingkungan, namun lebih dari itu. ada baiknya kita simak keterangan berikut ini:

Kearifan lokal sering diartikan pula sebagai kecerdasan tradisional, merupakan kecerdasan dalam pengelolaan lingkungan untuk menjaga keseimbangan alam yang sudah lama dikerjakan oleh suatu masyarakat sehingga sudah menjadi budaya setempat. Istilah kearifan lokal (local wisdom) selain diartikan sama dengan kecerdasan tradisional (local genius) juga bersionim dengan pengetahuan lokal (local knowledge), dan pengetahuan asli daerah (indigenous knowledge) (Sunarto, 2008). Wahono dkk (2004 dalam Sunarto, 2008) menjelaskan bahwa kearifan lokal adalah kecerdasan dan strategi-strategi pengelolaan alam semesta dalam menjaga keseimbangan ekologis yang sudah berabad-abad teruji oleh berbagai bencana dan kendala alam serta keteledoran manusia.