Strategi Pembelajaran Matematika ~ week 2

Strategi Pembelajaran Matematika ~ week 2

by 'AZZANIE KARIMA ARROIDA 14301241017 -
Number of replies: 0

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom bermula ketika awal tahun 1950-an, dalam Konferensi Asosiasi Psikolog Amerika, Bloom dan kawan-kawan mengemukakan bahwa dari evaluasi hasil belajar yang banyak disusun di sekolah, ternyata persentase terbanyak butir soal yang diajukan hanya meminta siswa untuk mengutarakan hafalan mereka. Menurut Bloom, hafalan sebenarnya merupakan tingkat terendah dalam kemampuan berpikir (thinking behaviors). Masih banyak level lain yang lebih tinggi yang harus dicapai agar proses pembelajaran dapat menghasilkan siswa yang kompeten di bidangnya. Akhirnya pada tahun 1956, Bloom, Englehart, Furst, Hill dan Krathwohl berhasil mengenalkan kerangka konsep kemampuan berpikir yang dinamakan Taxonomy Bloom.Β 

Jadi, Taksonomi Bloom adalah struktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi. Tentunya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu.

Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut (mulai dari yang terendah hingga tertinggi)

1. Remembering

2. Understanding

3. Applying

4. Analyzing

5. Evaluating

6. Creating

Dalam kerangka konsep ini, tujuan pendidikan oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan olehΒ Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Β 

Jenis-Jenis Pengetahuan

Jenis-jenis pengetahuan secara singkat dibagi ke dalam ketiga jenis berikut.

1. Pengetahuan konseptual : pengetahuan dari hal-hal yang bersifat mendasar

2. Pengetahuan prosedural : pengetahuan tentang cara menggunakan rumus atau algoritma

3. Pengetahuan kondisional : pengetahuan tentang "kapan dan mengapa" menggunakan pengetahuan konseptual dan prosedural

252 words