Karakter Individu
Secara umum Karakter individu terbentuk dari kepribadian, nilai dan keyakinan, budaya, ketrampilan dan kemampuan, dan motif.
Kepribadian
Kepribadian adalah berbagai cara dimana reaksi dan interaksi seorang individu diukur dari berbagai perannya. Oleh karena itu kepribadian diyakini dibentuk dari keturunan, lingkungan dan situasi yang dihadapi. Menurut The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), kepribadian dibagi menjadi beberapa tipe yaitu Extrovet (外向的) vs. Introvet (E or I), Sensing vs. Intuitive (S or N), pemikiran/Thinking vs. Feeling/perasaan (T or F), dan Penilaian/Judging vs. Anggapan/Perceiving (P or J). Sedangkan dalam perspektif The Big Five Model dimensi kepribadian terdiri dari Keterbukaan/Extroversion (外向性), Keramahan/Agreeableness (隨和性), kehati-hatian/Conscientiousness (認真盡責性), stabilitas emosi/Emotional Stability (情緒穩定性), dan keterbukaan terhadap pengalaman/Openness to Experience (嘗試性). Perilaku ekstrovet menurut big five terdiri dari sociable, Supel/Gregarious (合群的), dan ketegasan/Assertive (獨斷的) Perilaku Agreeableness (隨和性) terdiri dari sikap baik/Good-natured, kerjasama/Cooperative, dan dipercaya/Trusting. Sedangkan perilaku Conscientiousness (認真盡責性) teridiri dari tanggungjawab/Responsible, ketergantungan/dependable, gigih/Persistent (堅持不懈的), dan terorganisir/Organized. Emotional Stability (情緒穩定性) teridiri dari perilaku positif dan negative seperti kalem/Calm (鎮靜的), percaya diri/Self-confident, aman/secure (牢靠的) dalam tekanan, gugup/Nervous (緊張不安的), tertekan/depressed (憂鬱的), dan tidak merasa aman dalam tekanan. Perilaku Openness to Experience (嘗試性) ditunjukkan dengan sikap penasaran/Curious (好奇的), berkhayal/Imaginative (有想像力的), artistik, dan sensitive.
Para pakar mendekripsikan perilaku kerja menjadi berbagai pendekatan diataranya adalah perilaki machiavelllianism, dan narcissism. Sikap maciavelis yaitu tingkat perilaku pragmatis seseorang, perilaku pengelolaan emosional, dan percaya bahwa tujuan dapat menghalalkan segala cara. Sedangkan sikap nasis ditunjukkan pada seorang yang diri dianggap sangat penting, menuntut kekaguman berlebihan pada dirinya, merasa bermartabat, dan sombong. Perilaku kerja lain adalah risk taker dimana seseorang cenderung untuk tergesa-gesar dalam membuat keputusan, menggunakan sedikit informasi dalam memutuskan sesuatu, dan cenderung bekerja pada organisasi wirausaha.
Nilai dan keyakinan
Nilai adalah modus perilaku individu yang digambarkan dalam interaksi social seperti menentukan perilaku apa yang benar dan baik. Nilai-nilai kehidupan dianggap penting karena memberikan pemahaman atas sikap, motivasi, dan perilaku seseorang dan budayanya, mempengaruhi persepso seseorang terhadap dunia disekelilingnya, menunjukkan persepsi atas kebenaran dan kesalahan, dan memberikan pengaruh bahda beberapa perilaku dan hasil akan dinilai orang lain. Menurut Rokeach, nilai-nilai terdiri dari terminal values dan instrumental values. Terminal values adalah akhir dari sebuah maksud/keinginan, dan target yang akan dicapai seseorang dalam kurung waktu tertentu. Sedangkan instrumental values adalah cara dan mekanisme perilaku dari seseorang yang ditujukan untuk mencapai salah satu tujuan terminal value.
Contoh berbagai nilai yang dimiliki berdasarkan generasi:
|
Angkatan kerja |
Usia (tahun) |
Nilai-nilai kerja dominan |
|
|
Veterans |
1950an atau awal 1960an |
65+ |
Pekerja keras, konservatif, sesuai dan loyal pada organisasi |
|
Boomers |
1965-1985 |
40 -60 |
Sukses, prestasi, ambisi, tidak suka otoritas, loyalitas pada karir |
|
Xers |
1985-2000 |
20-40 |
Keseimbangan kerja / hidup, berorientasi tim, tidak suka aturan, loyalitas pada hubungan |
|
Nexters |
2000 to present |
Dibawah 30 |
Percaya diri, kesuksesan finansial, mandiri tetapi berorientasi tim, loyalitas pada diri dan hubunga |
Ketrampilan dan kemampuan
Dengan mengetahui perbedaan ketrampilan seseorang, pengelola SDM dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kinerja mereka. Kemampuan adalah kapasitas seseorang dalam menyelesaikan berbagai tugas dalam pekerjaan. Kapasitas ini terdiri dari kapasitas intelektual dan fisik. Kapasitas intelektual adalah kapasitas untuk menyelesaikan aktifitas mental, pemikiran, dan penyelesaian masalah. Kapasitas interktual terdiri dari 7 dimensi yaitu jumlah bakat, pemahaman verbal, kecepatan persepsi, penalaran induktif, penalaran deduktif, visualisasi spasial, dan ingatan. Bakat adalah kemampuan untuk melakukan aritmatika cepat dan akurat, Pemahaman Verbal adalah kemampuan untuk memahami apa yang dibaca atau didengar dan hubungan kata satu sama lain, Kecepatan persepsi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi kesamaan visual dan perbedaan cepat dan akurat. Sementara Penalaran induktif adalah Kemampuan untuk mengidentifikasi urutan logis dalam masalah dan kemudian memecahkan masalah. Penalaran deduktif adalah Kemampuan untuk menggunakan logika dan menilai implikasi dari argumen. Visualisasi spasial adalah Kemampuan untuk membayangkan bagaimana sebuah objek akan terlihat jika posisinya dalam ruang diubah. Ingatan adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengingat pengalaman masa lalu.
Sementara kecerdasan terdiri dari kecerdasan kognisi, social, emosi, dan budaya. Kecerdasan kognisi adalah kemampuan dalam uji kecerdasan secara umum, sedangkan kecerdasan social adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan emosional adamal kemampuan mengidentifikasi, memahami dan mengalola emosi, sementara kecerdasan kultural adalah perhatian terhadap berbagai perbedaan budaya dan kemampuan beraktivitas dalam situasi budaya yang berbeda dengan baik.
Kemampuan fisik adalah kapasitas untuk mengerjakan tugas yang tergantung atas stamina, ketangkasan (kecepatan atau ketepatan), dan kekuatan. Faktor kekuatan ditunjukkan dengan kekuatan dinamis/gerak, kekuatan batang/lengan, kekuatan statis, dan kekuatan ledakan. Sedangkan Faktor fleksibilitas adalah fleksibilitas perluasan, fleksibilitas dinamis, dan Faktor-faktor lain, sementara kemampuan koordinasi tubuh ditunjukkan dengan keseimbangan dan daya tahan tubuh.
Motivasi
Motivasi adalah proses penilaiah terhadap intensitas, arah, dan kegigihan seseorang dalam mencapai tujuannya. Intensitas seseorang ini tergantung dengan seberapa keras usaha dari seseorang, sementara arah adalah upayu yang berhubungan dengan keuntungan organisasi. Sementara kegigihan diukur dari seberapa lama seseorang dapam mengelola usahanya.
Berbagai teori motivasi telah menjadi bahan diskusi para ahli. Diantaranya adalah teori maslow, teori hirarki kebutuhan ERG, Teori X dan Y, Two factor /hygiene theory, McClelland’s Theory of Needs (Kinerja, kekuasaan, dan hubungan), Cognitive evaluation theory, Goal setting theory, MBO Program, Self efficacy theory, Reinforcement theory, cognitive theory, Equity theory, dan Expectancy theory.
Teori motivasi Maslow
Teori motivasi ERG
Two factor /hygiene theory
Keterkaitan antar teori motivasi