Menurut The Nevereverend Slaine Fullerton (2001), organisasi bisa dilihat dari berbagai karakter diantaranya adalah ukuran/size, Sumberdaya/resources, pengaruh/influence, keamanan/sacurity dan keuletan/tenacity. Ukuran organisasi, adalah ukuran seberapa besar organisasi tersebut seperti hal karyawan, kantor, sejumlah lokasi fisik, dan sejenisnya. Sebuah Perusahaan dengan ukuran 1 mungkin bisa dikelola dari rumah karena bisa jadi hanya mempekerjakan suami dan istri. Sebuah Perusahaan dengan ukuran 5 atau 6 bisa adalah perusahaan nasional besar yang mempekerjakan banyak orang dan memiliki beberapa kantor cabang di seluruh negeri. Ukuran tertinggi mewakili perusahaan multinasional dan mungkin lebih besar (seperti perusahaan yang mencakup bukan hanya negara). Karakteristik sumberdaya adalah ukuran dari barang modal dan bahan fisik yang diakses organisasi. Sebuahdaya yang besar ditunjukkan dengan organisasi yang memiliki banyak fasilitas seperti, rumah sakit bedah di fasilitas utama mereka, dan kemampuan untuk membeli apa yang mereka ingin. Karakteristik pengaruh adalah ukuran dari seberapa berpengaruh organisasi ini di dunia pada umumnya. Dapatkah organisasi ini mengerahkan cukup kekuatan politik atau sosial untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa tindakan langsung? Sebuah perusahaan dengan pengaruh yang cukup tinggi dapat melakukan apa saja seperti menjadikan sesaorang kehilagan arti, mengendalikan keputusan kasus pengadilan, atau bahkan mengatur undang-undang. Karakteristik keamanan adalah ukuran seberapa baik suatu organisasi penjaga rahasia mereka, dan seberapa baik mereka melindungi kepentingan mereka. Tenacity adalah ukuran dari seberapa kuat doronganu organisasi mencapai tujuannya. Skor Keuletan tinggi menggambarkan daya dorong, mungkin ketegasan Skor Keuletan  yang rendah menunjukkan sebuah organisasi yang kurang didorong menuju tujuannya, dan mungkin menunjukkan keengganan untuk menggunakan cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Secara umum karakter organisasi dibagi menjadi tiga yaitu Klaster/kelompok bisnis, budaya, struktur organisasi. Kelompok usaha adalah konsentrasi geografis yang manghubungkan antar kepentingan bisnis, pemasok, dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu. Cluster dianggap mampu meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan dapat bersaing secara nasional dan global. Terminologi klaster bisnis ini juga dikenal sebatai klaster industry, klaster persaingan dan atau klaster Porterian. Klaster bisnis dapat dibagi menjadi kelompok geografis, gelompok bisnis sektoral seperti sector kelautan, kehutanan, dan lainnya, klaster horizontal seperti hubungan antar bisnis dalam kerjasama sumberdaya, dan klaster vertical seperti kelompk bisnis suplychain.

Karakter organisasi kedua adalah karakter budaya. Budaya organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar bersama yang ditemukan atau dikembangkan yang dianggap sah dan diajarkan kepada anggota sebagai cara yang benar untuk memahami, berpikir dan merasa sesuatu dalam beraktivitas. Budaya organisasi juga diasumsikan sebagai sekelompok nilai-nilai dan norma-norma spesifik yang dibagikan dalam kelompok dalam sebuah organisasi dan menjadi pengendali dalam interaksi mereka dengan pemangku kepentingan dilura organisasi.  Sedangkan Ravasi dan Schultz (2006) mengatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat kesepakatan asumsi mental yang mengarakhan cara pandang dan perilaku  dalam sebuah organisasi dengan menentukan perilaku yang diterima dalam berbagai kondisi.

 

Perspektif komunikasi organisasi dalam memandang budaya terdiri dari perspektif tradisionalisme, interpretivisme, dan interpretivis kritis. Perspektif tradisionalisme memandang tampilan budaya melalui hal-hal obyektif seperti cerita, ritual, dan symbol. Cara pandang Interpretivisme: beranggapan bahwa tampilan budaya dilihat melalui jaringan makna bersama (anggota organisasi berbagi makna subjektif). Sedangkan perspektif Kritis-interpretivisme menilai tampilan budaya melalui jaringan berbagi makna serta perebutan kekuasaan yang diciptakan oleh jaringan yang sama dari persaingan  makna.

 

Hoffstede (1980) menterjemahkan budaya menurut Negara dan kebangsaannya menjadi beberapa hal diantaranya adalah budaya berdasarkan power distance, uncertainty avoidance,collectivism-individualism, masculinity-femininity. Sedangkan O’Rielly, Chatman dan Caldwel (1991) mengembangkan model busaya berdasarkan keyakinan bahwa budaya dapat dibagi menjadi nilai yang ditekankan dalam organisasi diantaranya adalah budaya inovasi, stabilitas, menghargai orang, orientasi hasil, perhatian kepada hal yang detil, orientasi tim, dan agresivitas. O’Rielly, Chatman dan Caldwel (1990) menurunkan budaya dalam beberapa dimensi yaitu misi sebagai arah stratgis terhadap target, tujuan dan visi, adaptabilitas yaitu m membuat perubahan, focus pelanggan dan pembelajran organisasi, keterlibatan seperti pengutan, orientasi tim, dan pengembangan kapabilitas,  dan konsistensi yang diterjamehkan sebagai nilai-nilai inti, kesepahaman, koordinasi-integrasi.

 

Berbagai faktor yang memberikan pengaruh pada budaya organisasi menurut Gerry Johnson adalah paradigma, system kendali, struktur organissi, struktur kekuasaan, symbol, rutinitas, dan mitos dan sejarah organisasi.  Beberapa kultur organisasi yang diyakini berkembang dalam dunia bisnis diantaranya adalah budaya konstruktif, budaya pasif/difensif, dan budaya agresif. Budaya konstruktif dapat ditunjukkan dengan tingkat pencapaian tujuan organisasi, aktualisasi diri, penanganan SDM, dan afiliasi. Budaya pasif/defensive ditunjukkan dengan sipak persetujuan, sikap umum, sikap ketergantungan dan sikap penolakan. Budaya agresif ditunjukkan dengan sikap oposisi, kekuasaan, persaingan, dan perfeksionis.

 

Karakter ketiga organisasi adalah struktur organisasi. Struktur organisasi teridi atas berbagai aktivitas seperti alokasi tugas, koordinasi dan supervisi, yang diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi. Berbagai tipe struktur organisasi dalam dunia bisnis diantaranya adalah stuktur pra birokratis, birokrasi, fungsional, divisional, matrik, struktur ramping, struktur tim, struktur jaringan, struktur virtual, dan model hirarki komunitas.

 

Terakhir diubah: Sabtu, 14 November 2015, 09:32