Disusun oleh Kelompok 2 :
Risa Prasetyo (16808141004)
Danik Fitri Astuti (16808141007)
Della Yuniar (16808141009)
Sonia Ayu Agesti (16808141014)
Luthfi Azis Satya Permana (16808144037)
Individu mempunyai karakteristik atau ciri khas yang berbeda dengan yang lainnya. Perbedaan individu mempengaruhi seseorang dalam berperilaku, tak terkecuali pada saat berada di lingkungan kerja. Karakteristik individu yang beranekaragam menyebabkan kemampuan yang berbeda pula. Karyawan di dalam perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya jika ditinjau dari unsur-unsur tertentu. Individu membawa karakteristik yang utuh ke tempat kerja mereka dan akan berpengaruh terhadap perilaku (Robbins &Judge, 2008).Perbedaan individu nampak dalam segi psikis yaitu intelegensi, bakat, minat, kepribadian, motivasi, dan edukasi (As,ad, 2001).
Aspekaspek karakteristik individu menurut Robbins dan Judge (2008) terdiri dari karakteristik biografis (usia, gender, ras, dan masa jabatan), nilai, sikap, kemampuan, kepribadian, pembelajaran, dan persepsi. Sedangkan Gomes (2003) menyatakan bahwa,“Unsur-unsur (variables) sumber daya manusia meliputi kemampuan-kemampuan (capabilities), sikap (attitudes), nilai-nilai (values), kebutuhan-kebutuhan (needs), dan karakteristik-karakteristik demografisnya (penduduk)” (hlm. 26).Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu adalah karakter, ciri khas, atau perilaku individu baik yang positif maupun negatif yang terdapat dalam diri individu dan mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian perlu memahami karakteristik tiap individu karena hal tersebut berpengaruh dalam organisasi. Dengan memahami karakteristik tiap individu akan memudahkan organisasi dalam hal penempatan dan pembagian jobdescription.