KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by DANIK FITRI ASTUTI 16808141007 -
Number of replies: 6

Nama kelompok : 

1. Danik Fitri Astuti (16808141007)

2. Riska Noor Isnaini (16808141008)

3. Della Yuniar (16808141009)

4. Anggara Nuruningtyas Sinta (16808141024)

5. Rohmad Ali Akbar H. (16808144012)

In reply to DANIK FITRI ASTUTI 16808141007

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by setyabudi indartono -
  1. Mengapa ada Kompetisi dalam bisnis, lengkapi dengan teori dan contoh : Danik Fitri Astuti
  2. Terdapat beberapa efek yang akan ditimbulkan dalam kompitisi suatu bisnis, diantaranya, yaitu:...... masing-masing mhn lengkapi dengan teori dan contoh  Riska Noor Isnaini 

  3. Sebanyak 94 persen tenaga kerja industri kita tingkat pendidikannya masih SMA atau SMK ke bawah. apa efeknya? Della Yuniar

  4. Keunggulan kompetitif apa yang perlu disiapkan tenaga kerja profesional Indonesia menghadapi MEA di bidang enggineering? Anggara Nuruningtyas Sinta 

  5.  Sebutkan tantangan terberat caron tenaga profesional (mahasiswa) dalam menghadapi MEA? Rohmad Ali Akbar H

In reply to setyabudi indartono

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by ANGGARA NURUNINGTYAS SINTA 16808141024 -

Keunggulan kompetitif yang perlu disiapkan tenaga kerja profesional Indonesia menghadapi MEA di bidang engineering adalah mengubah ‘mindset’ dari pencari kerja menjadi pencipta kerja produktif sehingga kita bisa mengurangi pengeluaran dan memperbesar pemasukan bagi negara kita. Diversifikasi dan peningkatan nilai tambah bahan (added value) peran insinyur dalam pembangunan infrastruktur agar tidak hanya mendahulukan EPC (Engineering Procurement, and Construction)  asing, namun melibatkan EPC nasional yang berdaya saing internasional. Meningkatkan `competitiveness’ sumberdaya manusia khususnya insinyur karena kunci dari kemajuan bangsa adalah bukan karena kekayaan alamnya melainkan SDM yang ada di dalamnya. Memersiapkan lulusan perguruan tinggi yang mampu berkompetisi minimal di tingkat ASEAN (kedepan semua profesi harus memiliki sertifikasi tingkat ASEAN) dan membangkitkan semangat tinggi seluruh tenaga profesional, dan perlu dipersiapkan pula pendidikan Insinyur yang tidak hanya menghasilkan tenaga pelaksana lapangan pembangunan infrastruktur saja, namun mampu menggerakkan proses bisnis pembangunan suatu infrastruktur

In reply to setyabudi indartono

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by DELLA YUNIAR 16808141009 -

Sebanyak 94 persen tenaga kerja industri kita tingkat pendidikannya masih SMA atau SMK ke bawah. Data tersebut menjukkan bahwa tenaga kerja industri kita masih sangat rendah. Dengan rendahnya tingkat pendidikan di negara kita dapat memberikan dampak bagi perekonomian negara karena dengan sumber daya manusia yang kurang memadai maka menyebabkan Indonesia sebagai negara berkembang dan terbelakang. Karena dengan tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rendah maka mereka akan kurang mengerti cara mengelola sumber daya alam yang dimiliki dan akan sulit dalam menciptakan suatu usaha yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Dimana sumber daya alam di Indonesia di kelola oleh negara lain sehingga menimbulkan pengangguran dimana-mana dan banyak rakyat miskin. Keadaan yang demikian itu akan menghambat pembangunan. Untuk mencari keseimbangan antara sumber-sumber daya manusia yang tersedia dengan tingkat perkembangan ekonomi pada tahap-tahap tertentu diperlukan suatu manajemen sumber daya manusia yang tepat pada tingkat nasional.

In reply to setyabudi indartono

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by DANIK FITRI ASTUTI 16808141007 -

Secara umum, persaingan bisnis merupakan sebuah perseteruan atau rivalitas antara pelaku bisnis yang secara independen berusaha mendapatkan konsumen denga menawarkan harga yang baik dengan kualitas barang atau jasa yang baik pula. (Akhmad Mujahidin, Ekonomi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007, hlm. 27)

Dalam dunia persaingan usaha dikenal dengan dinamika persaingan yang berarti perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode-periode tertentu. Untuk itu setiap perusahaan perlu memperhatikan dinamika yang terjadi agar mereka bisa mengikuti persaingan supaya tidak mengalami kekalahan dalam kompetisi di pasar.

Contoh: Sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis pakaian tentu akan menciptakan produk baru sesuai dengan jamannya. Perusahaan itu tidak akan bisa melihat peluang tanpa adanya pesaing yang lebih mengetahui tren. Maka kompetisi itu penting dalam bisnis untuk memberikan perkembangan dari sebuah perusahaan.

In reply to setyabudi indartono

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by ROHMAD ALI AKBAR HIDAYANSYAH 16808144012 -

Tantangan terbesar (mahasiswa) sebagai tenaga profesional menghadapi MEA adalah kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa yang akan terjun menghadapi MEA dalam melihat peluang-peluang bisnis yang ada. Selain itu, skill yang dimiliki masyarakat lokal cenderung belum dapat bersaing (masih sedikit). Adapun beberapa faktor eksternal yang menghambat mereka bisa masuk dalam pasar global yaitu ekonomi, pemerintah, fasilitas.

In reply to setyabudi indartono

Re: KELOMPOK 3 : Keunggulan kompetitif dalam MSDM

by RISKA NOOR ISNAINI 16808141008 -

Terdapat beberapa efek yang akan ditimbulkan dalam kompitisi suatu bisnis, diantaranya, yaitu:

1. Adrenalin yang Tercipta dari Ketegangan

Ketegangan dalam bisnis itu memang diperlukan. Bukan bertujuan untuk membuat karyawan menjadi stres, melainkan untuk memicu timbulnya ide kreatif. Di balik setiap ketegangan, akan selalu ada pola pikir yang terpacu untuk berkembang menjadi baik lagi.

Contohnya : Perusahaan pesaing mengeluarkan produk yang mirip dengan yang dimiliki perusahaan. Dilihat dari segi penjualan produk tersebut perlahan menurun karena konsumen beralih menggunakan produk yang dimiliki pesaing. Karena hal tersebut karyawan dituntut untuk setidaknya megembalikan jumlah pembelian yaitu dengan melakukan perubahan pada produk.

 

2. Memacu Kemampuan untuk Berinovasi

Jika perusahaan berada dalam suatu kompetisi yang ketat, perlombaan untuk menciptakan inovasi akan selalu menantang. Perusahaan tidak akan terus berhenti mencari cara-cara baru yang lebih efektif dalam memenangkan kompetisi bisnis.

Contohnya : Dengan semakin berkebangnya globalisasi dan tren fashion yang hanya berputar, perusahaan sebenarnya mudah untuk melihat apa yang akan menjadi tend misalnya di tahun mendatang. Perusahaan hanya perlu memberikan inovasi-inovasi baru pada produk yang dulu terlah mejadi tren. Agar tidak monoton itu-itu saja.

 

3. Menampilkan Sisi Kredibilitas

Ketika suatu pasar dipenuhi dengan persaingan bisnis yang ketat, hal ini baik untuk perusahaan. Karena pelanggan akan memandang kredibilitas perusahaan secara keseluruhan dan membandingkannya dengan kompetitor yang lain.

Contohnya : terdapat perbedaan pengaruh dari citra merek dan reputasi perusahaan terhadap kualitas produk, nilai pelanggan dan loyalitas pelanggan di pasar bisnis. Pelanggan remaja akan lebih memilih sepatu running yang di eluarkan oleh NIKE dari pada yang dikeluarkan BATTA. Hal tersebut salah satunya karena NIKE lebih memiliki banyak varian dan juga nama NIKE telah memiliki citra yang baik dalam sepatu running.

 

4. Kompetitor Bisnis Membuat Kita Lebih Fokus

Keserakahan atau keinginan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar bisa membuat kita kehilangan fokus pada bisnis. Padahal belum tentu sejumlah bisnis yang dirintis bisa dijalankan secara sempurna. Memiliki kompetitor bisnis akan membuat kehidupan berbisnis jadi lebih fokus dalam menggapai tujuan.

 

5. Meningkatkan Pelayanan Bagi Pelanggan

Kotler menyebutkan bahwa pelayanan (Service) dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan atau kinerja yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Pelayanan atau lebih dikenal dengan service dapat diklasifikasikan menjadi :

  • High contact service, yaitu klasifikasi pelayanan jasa dimana kontak antara konsumen dan penyedia jasa yang sangat tinggi, konsumen selalu terlibat dalam proses dari layanan jasa tersebut.
  • Low contact service, yaitu klasifikasi pelayanan jasa dimana kontak antara konsumen dengan penyedia jasa tidak terlalu tinggi. Physical contact dengan konsumen hanya terjadi di front desk adalah termasuk dalam klasifikasi low contact service. Contohnya adalah lembaga keuangan.

Contohnya : Terdapat toko A dan toko B yang terletak di satu jalan yang sama dan menjual produk yang persis sama. Tetapi toko B yang lebih ramai pengunjung daripada toko A. Hal ini terjadi salah satunya karena pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Dengan harga dan kualitas yang sama, pelanggan akan lebih senang datang ke toko yang pelayanannya memuaskan. Sebab bisnis itu bukan sekadar permainan harga, tetapi juga mencakup seni melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Bersikap ramah, murah senyum, dan punya pengetahuan produk yang baik tidak pernah ada ruginya.