Ceritakan pengalaman Anda tentang pembelajaran yang membuat Anda kreatif!
1. Kapan terjadi?
2. Mengapa membuat Anda kreatif?
3. Apa yang dilakukan guru?
4. Apa yang dilakukan siswa?
MONICA MELINDA PUTRI SUSANTI
16203241009
Menurut saya, pengalaman yang terjadi di sekolah yang membuat saya menjadi kreativ yaitu ketika pelajaran Sosiologi di SMA. Setiap pertemuan, guru saya selalu memanggil nama sebagai bentuk presensi lalu kami masing-masing diberi pertanyaan tentang berbagai masalah sosial yang sedang terjadi. Dan kami diminta/diharuskan untuk menjawab dengan memberikan solusi dari setiap masalah tersebut. Tidak hanya disitu saja, sang guru juga akan terus mengejar jawaban siswa yang dirasa kurang sempurna. Sehingga kami selalu dibiasakan untuk berpikir kreativ mencari jawaban baru yang inovatif. Dan semua siswa merasa ‘terpaksa’ dan akhirnya menemukan jawaban, karena guru kami sering mengancam jika tidak bisa menjawab, maka tidak akan mendapat nilai plus. Sang guru juga tidak hanya sekedar memberikan pertanyaan saja, tetapi beliau juga berusaha untuk mencari banyak permasalahan baru yang sebelumnya kurang diketahui masyarakat. Sehingga di ujian akhir, kami tidak kaget lagi dengan soal penalaran mengenai fenomena sosial yang ada.
Pengalaman saya tentang pembelajaran yang membuat saya kreatif tentu cukup banyak. Salah satunya adalah ketika saya masih SMP. Contoh mata pelajaran yang membuat saya kreatif adalah bahasa Indonesia dan Seni Budaya. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia setiap murid diwajibkan untuk bisa membuat puisi, pantun, cerpen, dan sebagainya. Dan dalam mata pelajaran seni budaya, murid perempuan diberi tugas untuk menciptakan sebuah koreografi dance modern maupun tradisional, sedangkan murid laki-laki membuat sebuah lagu. Dalam proses ini, guru tentu saja mengarahkan dan memberikan contoh tentang apa itu yang dinamakan dengan kreatif, bukan hanya meniru, namun menciptakan sesuatu yang baru. Dan guru saya selalu menampung ide-ide atau gagasan-gagasan yang disampaikan oleh saya dan teman-teman saya, dan memberikan support terbaik. Dan yang kami lakukan adalah menghargai setiap pendapat dari teman maupun guru, berani keluar dari zona nyaman, dan mau mencoba hal-hal baru.
1. Kapan terjadi pembelajaran yang membuat peserta didik kreatif? Semua pembelajaran pasti selalu membuat peserta didik menjadi lebih kreatif. Semua tergantung dari peserta didiknya masing-masing. Tetapi, pengalaman yang pernah saya alami saat guru membuat peserta didik menjadi lebih kreatif adalah saat memecahkan sebuah masalah dalam kelompok. Jadi, guru membuat kelompok didalam kelas dan diberikan tugas untuk dipecahkan. 2. Sesuatu yang membuat peserta didik dapat berpikir lebih kreatif adalah salah satu materi yang menarik untuk dipelajari. Apabila suatu masalah tersebut tidak menarik, peserta didik otomatis malas dan guru sulit untuk merangsang kreatifitas peserta didik. 3. Yang dilakukan guru untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah dengan cara memotivasi dan memunculkan kretifitas peserta didik. Selama proses pembelajaran, guru sering kali memberikan metode yang variatif. Guru juga merangsang peserta didik untuk berfikir kreatif dalam hal berfikir dan kreatif dalam melakukan sesuatu. Contohnya dengan membuat kelompok dalam proses belajar mengajar. 4. Berfikir kreatif selalu diawali dengan pemikiran yang kritis. Dari pemikiran kritis akan muncul kreatifitas-kreatifitas peserta didik yang sebelumnya tidak baik dan memperbaikinya dan memunculkan ide-ide baru yang sebelumnya tidak ada.
Pengalaman saya tentang pembelajaran yang membuat saya merasa kreatif adalah saat saya masih duduk di bangku SMA, yaitu dalam mata pelajaran Biologi. Saat itu guru saya memberikan tugas untuk mencari tahu tentang sebuah ekosistem. Di situ saya sebagai siswa tidak hanya diberikan teori tentang ekosistem, tetapi guru saya mengajak untuk langsung terjun keluar kelas. Kami melihat sekeliling sekolah dan mengamati, lalu guru kami menyuruh kami untuk membuat laporan setelah kami selesai mengamati. Di situ guru kami tidak langsung memberi penjelasan tetapi membiarkan siswa nya untuk mencari tahu sendiri terlebih dahulu, lalu guru kami hanya mengawasi dan membantu siswa apabila ada yang kesulitan. Siswa pun merasa senang dan merasakan suasana belajar yang berbeda dengan belajar di dalam kelas. Hal itu membuat kami lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Yang membuat saya kreatif adalah guru saya membebaskan saya untuk mengamati lingkungan secara langsung, tidak hanya melalui layar LCD ataupun buku. Lalu guru saya hanya mengawasi sehingga siswa bisa leluasa berpikir dan memecahkan masalah sendiri. Menurut saya jika ingin meningkatkan kreativitas haruslah ada kebebasan namun tetap dengan aturan tertentu.
1. Pembelajaran yang membuat saya kreatif terjadi saat saya mendapatkan mata pelajaran kewirausahaan di SMA.
2. Mata pelajaran kewirausahaan membuat saya kreatif karena guru selalu memberi kesempatan siswanya untuk berpendapat, kemudian guru juga memper banyak diskusi dan interaksi dengan siswa selama jam pelajaran.
3. Agar siswa kreatif maka saat pembelajaran guru membahas suatu topik yang menarik, sehingga siswa dapat berpendapat, bertanya, dan berdiskusi dengan siswa lainnya. Selain itu guru juga membentuk siswa-siswa menjadi beberapa kelompok. Hal itu bertujuan supaya di dalam kelompok tersebut siswa dapat bekerjasama, saling membantu, dan bertukar ide. Bahkan guru juga memberikan beberapa tugas kelompok yang menuntut siswa untuk terus memiliki ide baru, dan kreatif. Guru juga cenderung memberikan kebebasan siswa dalam berekspresi. Hal tersebut sangat membantu siswa agar memiliki sikap kreatif.
4. ketika guru sudah berusaha untuk membuat siswa menjadi kreatif maka siswa pun harus meresponnya dengan baik. Siswa harus melakukan banyak kegiatan belajar kelompok dan diskusi, selain itu siswa juga harus berusaha agar mampu memecahkan suatu masalah dan harus berani menyampaikan pendapat di depan kelas.
Mengenai pembelajaran kreatif, saat saya masih duduk dibangku SMA tepatnya pada kelas X. dimana ada salah satu mata pelajaran yang mengajarkan kepada para siswa untuk kreatif dalam memanfaatkan benda atau barang yang tidak berguna menjadi hal yang bernilai tinggi. Dimana metode yang digunakan oleh guru saya untuk memotivasi para siswanya sangat tidak biasa. Contoh dalam pembelajaran tersebut, awalnya para siswa diajarkan untuk mencoba membuat makanan dari kulit singkong yang berwana pink dan yang mengandung banyak getah tersebut. Pada mulanya kami para siswa ragu untuk mencoba, namun setelah guru memberikan arahan bagaimana memasaknya dengan benar dan ternyata saat dicoba, makanan yang awalnya tidak ada nilainya menjadi makanan yang enak dan ternyata ada banyak manfaat yang terkadung dalam kulit pisang tersebut. Dari arahan awal tersebut, para siswa diberikan tugas berkelompok untuk meciptakan ide-ide kreatif untuk menghasilkan barang yang bernilai tinggi dari barang bekas. Karena pengajaran tersebut membuka pemikiran saya bahwa banyak hal yang bisa digunakan lagi dan saya juga mulai mempunyai pemikiran untuk berkreasi dalam menciptakan barang-barang yang berguna dari barang bekas yang tidak digunakan lagi.
Dalam hal ini guru mempunyai strategi yang baik untuk mendorong siswa berpikir kreatif dan memotivasi siswa agar mampu berkreasi menciptakan suatu hal yang baru. Dalam hal tersebut, saya rasa guru berperan aktif dalam merangsang daya pikir para siswanya. Dan menurut saya metode yang dilakukannya sudah sangat baik dengan dibuktikan para siswanya sudah mulai mempunyai pemikiran yang kreatif dalam menciptakan suatu hal yang berguna dari barang bekas.
Siswa pun menyerap apa yang diberikan oleh guru dengan baik. Dari pengarahan tersebut siswa mencoba untuk menerapkannya, mencoba berpikir lebih kreativ untuk menciptakan suatu hal yang unik dan berguna.
Menurut saya, pembelajaran yang membuat saya merasa kreatif adalah ketika saya duduk di bangku SMA, kebetulan saya sewaktu di SMA masuk kelas IPA. Setiap pembelajaran IPA, entah itu Kimia, Biology, dan Fisika kami rutin melakukan eksperiment atau penelitian bersama Guru. Biasanya kami melakukan eksperiment di Laboratorium sekolah atau bahkan di luar lingkungan sekolah, seperti di Pantai, Hutan Wanagama, dll . Kami dituntut untuk melakukan pengamatan dengan melalui kegiatan mencari informasi terlebih dahulu dengan bantuan teori yang sudah diberikan oleh Guru di kelas, jika sudah kami dituntut untuk melihat, menyimak, dan mengidentifikasi hal yang akan diteliti atau yang ingin kita ketahui. Selain itu, Guru kami juga sering memberikan tugas untuk melakukan eksperiment yang bisa dilakukan di rumah, seperti contoh melakukan percobaan korosi pada paku dengan air garam dan air tawar, setelah itu kami bisa mengamati apa yang terjadi dan kemudian mengidentifikasinya. Dari pembelajaran tersebut muncul kreativitas untuk melakukan eksperiment yang lainnya, sehingga mendorong rasa ingin tahu kami dalam berbagai permasalahan ilmiah terutama yang menyangkut dengan Sains. Selain itu, Guru kami juga aktif memberikan edukasi melalui video selain pengamatan langsung.
Pengalaman yang membuat saya kreatif saat saya duduk di bangku SMA, yaitu pada saat saya kelas XII dalam mata pelajaran Seni Budaya. Waktu itu, guru saya memberikan tugas untuk membuat tulisan grafitti dan selanjutnya tulisan grafitti itu dibentuk sebuah karya dalam media kayu. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih model grafitti mana yang akan digambar. Selanjutnya membuat sketch tulisan grafitti di buku gambar. Jika sudah merasa puas dengan apa yang digambar, lalu gambar di kayu. Tulisan grafiiti itu bisa ditambah dengan gambar/bentuk lainnya, jadi bukan hanya tulisan grafitti saja.setelah selesai menggambar di kayu, langkah selanjutnya adalah membuat lubang pada bagian dalam huruf menggunakan bor. Setelah itu masukkan mata gergaji ke dalam lubag dan pasang gergaji pada mesin. Lalu potong mengikuti garis tulisan grafitti yang telah dibuat. Setelah huruf terbentuk sesuai pola, amplas hingga bersih dan membuat efek tulisan grafitti itu menjadi timbul. Langkah terakhir adalah mengecat tulisan grafitti itu. Menurut saya, menggambar grafitti membuat saya kreatif, karena dalam graffiti kita bisa mengekspresikan/mengungkapkan suatu nama,kalimat, ataupun simbol. Yang dilakukan guru adalah siswa disuruh mencari di Google contoh-contoh
tulisan graffiti dikayu dengan bagus. Selain itu, guru juga memberikan beberapa contoh hasil karya dari kakak kelas. Yang dilakukan siswa adalah mengikuti arahan dari guru dan mengamatinya dengan teliti. (inilah karya saya :) )
1. Pengalaman belajar yang membuat saya kreatif adalah pada saat saya SMA
2. Saat itu adalah pelajaran seni rupa , disitu saya belajar sesuatu yg belum pernah saya pelajari sebelumnya. Dari situ saya timbul ide ide yg membuat saya bereksperimen.
3. Guru menampilkan video bagaimana cara membuat karya seni yg bisa dijual dan bisa menjadi ladang usaha bagi kita..
4. Siswa mencoba membuat karya seni menurut ide mereka masing masing. Dan saya mencoba mengaplikasikan cat timbul dengan dasar kaca. Dari situ saya sering menemukan ide ide baru untuk membuat karya seni walaupun hanya sekedar iseng namun apa yang ciptakan pasti ada kaitanya dengan seni
Saya rasa banyak pengalaman saat saya merasa kreatif. Terlebih saat siswa-siswa diminta untuk menyajikan suatu kreasi yang baru atau kreasi yang bermanfaat. Pernah waktu itu saat saya duduk di kelas X saat pembelajaran Seni Budaya untuk mereplika rumah tradisional Kepulauan Riau. Tugas tersebut dilaksanakan secara berkelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk mengunjungi dan mengamati rumah tradisional yang asli agar dapat mereplikanya. Setelah itu siswa membangun replika rumah dengan media dan alat yang telah dipersiapkan (styrofoam,stik es krim,cat,dll). Hiasan yang dibuat harus semenarik dan sekreatif mungkin. Setelah itu saat kelas XI juga ada pengalaman mengenai membuat video pendek untuk pembelajaran bahasa Inggris. Kami harus mengangkat topik yang penting untuk diketahui anak muda. Ada yang mengangkat topik bullying, bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan global warming. Saat itu dengan peralatan dan waktu yang seadanya, siswa diuji kreativitasnya dalam membuat karya yang menarik dan dapat dengan mudah dipahami oleh yang lain. Ada juga saat diminta untuk membuat tari kreasi, cerpen, dan lain-lain. Banyak lagi sebetulnya yang dapat mengasah kreativitas siswa, tapi yang saya tulis hanya beberapa yang saya ingat.
Pengalaman saya tentang pembelajaran yang membuat saya kreatif terjadi pada saat saya masih SMA dengan Guru Bahasa & Sastra Indonesia. Hal yang membuat saya merasa menjadi kreatif adalah terdapat salah satu Guru yang selalu dapat memotivasi siswa-siswinya untuk selalu dapat belajar agar mencapai tujuan yang diinginkan. Beliau tidak pernah membedakan siswa-siswinya tetapi dapat merangkul semua anak didiknya. Apapun masalah dari siswa-siswinya, beliau dapat memberikan solusi kepada mereka dan dapat membangkitkan kembali semangat mereka. Guru tersebut selalu mendukung setiap kegiatan siswa-siswinya atau jurusan apa yang ingin mereka ambil, selalu memotivasi mereka, selama kegiatan anak didiknya positif dan dapat membuat kami berkembang, Guru tersebut akan membantu kami. Beliau selalu menceritakan tentang orang-orang sukses yang memulai kesuksesannya dari nol, sehingga memacu semangat siswa-siswinya untuk dapat berusaha walaupun memiliki keterbatasan dalam bentuk apapun. Peserta didik yang pernah mengikuti mata pelajaran beliau menghormati dan akrab dengan beliau karena pembawaan Guru tersebut yang ramah dan mudah bergaul dengan orang lain. Selain itu, peserta didik merasa termotivasi dan memiliki semangat lebih untuk mencapai semua yang diinginkan.
1. Pengalaman saya dalam pembelajaran yg membuat saya kreatif yaitu ketika saya kuliah di semester 4 saat saya mengikuti mata kuliah "kreatives schreiben". Namun Sebenarnya Ketika saya masih duduk di SMA saya sudah belajar mengenai mata pelajaran kewirausahaan yang menuntut tiap kelompok membuat suatu produk yg inovatif dan sekreatif mungkin. Hal itu juga membuat saya kreatif, namun saat itu karena kerja kelompok maka kreativitas saya tidak begitu berkembang. Namun ketika mengikuti mata kuliah kreatives schreiben saya benar-benar dituntut untuk mampu menulis kreatif, mampu memunculkan ide-ide yg cemerlang untuk membuat suatu karya yang bermakna tinggi. Dari situlah kreativitas saya berperan dan semakin meningkat.
2. Mata kuliah "Kreatives schreiben" membuat saya kreatif karena dari tugas-tugas yang diberikan mampu membangkitkan kreativitas saya yang sebelumnya tidak saya ketahui. Misalnya saya diberi tugas untuk membuat sesuatu puisi tetapi bukan puisi yang biasa, dalam pembuatan nya kita berkreasi dan bermain dengan berbagai kata yang sesuai dan bermain makna yang mendalam. Puisi tersebut harus dikemas dalam bentuk gambar semenarik dan sekreatif mungkin. Agar khalayak tertarik untuk membaca dan memahami makna didalam nya dan juga menikmati hasil karya kita. Hal itu membuat saya kreatif.
3. Yang dilakukan guru atau dosen pertama kali yaitu memberikan dan menunjukkan beberapa contoh karya yang menarik, kreatif dan inovatif. Dari situlah siswa akan mendapat gambaran dan juga memancing ide-ide mereka untuk membuat suatu Karya tersebut. Namun sesuai kreativitas mereka masing-masing. Setelah itu siswa akan membuat karya tersebut sebagai nilai tugas mereka. Jika ada kesalahan maka akan diperbaiki sehingga Karya tersebut menjadi karya yang baik dan sempurna.
4. Yang dilakukan oleh siswa yaitu membuat karya sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dan berdasarkan contoh yang telah diberikan sebelumnya. Namun mereka bebas berfikir kreatif dan meningkatkan kemampuan Kreativitas mereka. Tidak diperbolehkan menjiplak atau plagiat dari contoh yang telah ada. Sebelum siswa mengumpulkan kepada guru atau dosen biasanya mereka juga berkonsultasi meminta saran dari teman-teman mereka untuk meneliti dan mengoreksi karya mereka apakah karya tersebut sudah baik atau masih butuh perbaikan sebelum diserahkan kepada guru atau dosen.
Pengalaman saya terjadi ketika saya kelas 2 SMA, ketika guru saya mengajar bahasa Inggris. Beliau memberi tugas kepada kami untuk melakukan presentasi tentang makanan. Hal itu berhubungan dengan pengenalan Procedure text. Pada awalnya, guru memberi pengertian singkat apa itu procedure text. Itu adalah sebuah teks dalam bahasa inggris yang mana menjelaskan tentang bagaimana kita menggunakan suatu barang atau bagaimana caranya kita membuat sesuatu. Dalam presentasi itu kelompok saya menjelaskan tentang bagaimana membuat kue nastar wortel, baik resepnya, tipsnya dan yang paling penting langkah-langkahnya. Sebelum presentasi otomatis kami praktek membuat makanan yang akan kami presentasikan di rumah. Karena tugas ini, seluruh siswa jadi bersemangat untuk membuat menu mereka masing-masing dan yang paling penting mereka bisa paham seterang-terangnya apa itu procedure text karena mereka sudah mendapatkan teori dari beliau sebelumnya. Ditambah lagi, mereka membuat langsung text itu serta diberi kesempatan untuk mempraktikkannya. Saya pikir saya bisa mengganti selai nanas dengan yang lain, jadi saya mencari tahu dari beberapa sumber buah apa yang bisa dijadikan selai. Strawberry sudah biasa, cokelat apalagi. Ternyata wortel bisa dijadikan selai dan pada saat yang bersamaan Wortel sedang berbuah melimpah di daerah saya sehigga saya memutuskan untuk mengganti selai nanas dengan selai wortel. Syaratnya ketika parutan wortel direbus, sebaiknya ditambahkan jeruk nipis agar rasa dan aromanya segar. Saat teman-teman mencoba mencicipinya, mereka menyukainya, bahkan guru saya berkata bahwa beliau ingin memesan nastar wortel itu sebelum lebaran. Saya kira percobaan ini berhasil dan itu membuat kami kreatif secara tidak langsung. Kami bisa berkreasi pada menu-menu kami dan membuat hal yang berbeda dari biasanya serta bisa memahami tujuan materi ini yang sebenarnya secara bersamaan. Guru memonitor jalannya presentasi serta menilai dan memberi tanggapan, sementara murid-murid mempresentasikan produk mereka dengan semangat 45.
Menurut saya saat duduk di bangku SMA pada kelas 12 pelajaran bahasa jerman. Dimana saat itu guru bahasa jerman membuat suatu project film pendek. Awalnya guru membagi menjadi beberapa kelompok di kelas kemudian setiap kelompok di beri tema yang berbeda seperti essen und triken, Aktivitäten in der Freizeit , dan lain-lain. Guru memberikan ruang kepada para siswa untuk saling berpikir kreativ dan kritis. Para siswa membuat dialog sampai mengatur latar tempat, waktu dan lainnya secara mandiri. Akan tetapi, guru tetap memberikan pengawasan seperti mengecek kemajuan dari tugas tersebut dan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran. Menurut saya hal tersebut sangat menarik karena kami dapat menerapkan materi bahasa jerman secara langsung dan dapat meningkatkan skill bahasa jerman seperti berbicara, menulis, kosakata serta grammatik. Terimakasih.
Pengalaman pembelajaran kreatif saya terjadi ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMA, dalam mata pelajaran bahasa jerman. Pada saat itu guru saya tidak hanya menjelasakan secaara satu arah di depan kelas, namun kami sering kali diajak untuk bermain juga, banyak sekali media permainan yang beliau miliki, membuat saya bisa mengimprovisasi materi yang saya terima. seperti contoh estafet baca-tulis teks bahasa jerman, dan beberapa lagu yang beliau ciptakan sebagai media kami belajar dan memahami bahasa jerman. beliau juga memberikan tugas praktek terstruktur yang membuat siswa itu mau tidak mau siswa mengerti akan materi yang disampaikan, seperti contoh ketika itu kita disuruh membuat poster tentang beberapa materi beserta contoh kalimat yang harus dibuat sendiri. dan lagi dalam setiap KBM beliau selalu mengajak kami untuk mengkritisi dan membandingkan beberapa budaya yang ada di jerman dan indonesia. selain belajar bahasanya, kami juga bisa mendapat pengetahuan tentang budaya yang ada di jerman
Menurut saya, salah satu pembelajaran yang kreatif adalah suatu pembelajaran dimana guru harus berusaha memotivasi peserta didik untuk mampu mencoba dan menciptakan sesuatu hal yang baru. Dan pengalaman saya dalam pembelajaran kreatif tersebut terjadi pada saat saya duduk di kelas XI SMA tepatnya pada saat mata pelajaran Fisika. Pembelajaran tersebut dapat saya katakan kreatif, karena pada saat itu saya dan teman-teman saya dituntut untuk membuat sesuatu hal yang baru yaitu membuat suatu alat peraga yang dapat menjelaskan suatu teori/konsep/hukum fisika. Saat itu saya mencoba membuat alat peraga Fluida Dinamis. Saya mencoba membuat alat tersebut, karena kakak-kakak kelas saya sebelumnya belum pernah ada yang mencoba untuk membuat alat peraga tersebut, maka dari itu saya mencobanya. Alat tersebut digunakan untuk menjelaskan hukum Pascal dan untuk menerapkan teori konsep Bernoulli. Sebelum guru saya memerintahkan peserta didik untuk membuat alat peraga tersebut, guru saya menjelaskan tentang teori hukum-hukum fisika yang ada pada buku, selain itu beliau juga memotivasi peserta didiknya untuk membuat alat yang belum pernah ada di sekolah dan juga menciptakan suatu alat peraga dengan menggunakan barang-barang mudah apa saja yang biasa kita jumpai sehari-hari. Dan yang dilakukan peserta didik pada saat itu, awalnya kami mencari tahu terlebih dahulu alat apa saja yang sudah ada di lab yang sebelumnya telah dibuat oleh para kakak kelas. Setelah itu kami menentukaan akan menggunakan hukum teori mana yang akan kami gunakan. Lalu kami mulai mencari referensi-referensi dari buku dan yang lainnya, kemudian baru kami mencoba untuk membuat alat tersebut dengan alat-alat seadanya.
Maka bagi saya, dari pembelajaran fisika tersebut, saya dan teman-teman saya menjadi terdorong untuk ingin terus mencoba dan menciptakan hal yang baru.
Menurut pengalaman saya pembelajaran yang membuat saya kreatif yaitu pelajaran Matematika waktu SMP. Pelajaran Matematika memang bukan pelajaran yang mudah, karena kita harus menguras otak serta teliti dalam mengerjakan soal yang diberikan olah guru tersebut.
Disini guru saya memberikan beberapa soal yang harus dikerjakan oleh seluruh siswa, kemudian bagi siswa yang sudah selesai mengerjakannya boleh maju ke depan untuk mengerjakan satu nomer dan jika benar akan diberi reward tambahan nilai, sedangkan bagi siswa yang tidak maju tentu saja tidak akan mendapat nilai tambahan. Oleh sebab itu, saya merasa tertantang dan harus keluar dari zona aman saya. Saya mulai berusaha untuk memecahkan soal tersebut serta berdiskusi dengan teman untuk dapat menyelesaikan soal tersebut.
1. Pengalaman pembelajaran yang kreatif saya alami ketika saya bersekolah di SMA salah satunya pada mata pelajaran Seni Tari.
2. Pelajaran tersebut membuat saya kreatif karena saya dapat mengembangkan ide atau gagasan dari penjelasan yang disampaikan oleh guru sehingga siswa dapat lebih aktif, melatih meningkatkan jiwa kreatif yang dimiliki masing-masing siswa.
3. Dalam mata pelajaran seni Tari, guru menjelaskan materi semua hal berkaitan tentang tari dan mengajari tari Dolalak kepada siswa. Lalu, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 4-6 orang. Setelah itu, guru memberi tugas kepada masing-masing kelompok untuk memodifikasi tarian Dolalak dari segi gerakan dan musik/ alat pengiring. Beberapa minggu kemudian, guru menyuruh tiap kelompok untuk tampil.
4. Dalam pembelajaran seni Tari yang dilakukan siswa adalah membentuk kelompok. Lalu, masing-masing kelompok memodifikasi gerakan dari tari Dolalak dengan mengubah beberapa gerakan sesuai dengan kreativitas masing-masing kelompok dan membuat musik sendiri baik hanya dengan dinyanyikan atau ditambah iringan dengan alat-alat sederhana seperti galon air, ember, botol, dan lainnya. Dengan demikian, jiwa kreatif siswa dapat meningkat dan sebagai sarana siswa untuk meningkatkan keterampilan yang dimilikinya.
Pengalaman yang menbuat saya kreatif adalah pada saat saya SMA yaitu dalam mata pelajaran Seni Rupa. Guru seni rupa saya laki laki tetapi beliau sangat sabar dalam menghadapi dan mengajar murid muridnya. Guru saya menberikan contoh contoh gambar yang abstrak tetapi memiliki nilai jual yang tinggi. Saya sebagai siswa di tantang untuk meneruskan garis yang sudah diberikan pada lembar kertas saya. Hanya garis yang tidak terlalu panjang kemudian saya dituntut untuk mengolah garis tersebut agar menghasilkan bentuk atau gambar tertentu. Guru saya membebaskan peserta didiknya untuk menggambar dimana saja dalam artian tidak hanya di dalam kelas tetapi juga diluar kelas. Jadi peserta didik dapat berekspresi menemukan ide ide baru. Tentu saja keadaan diluar kelas sulit untuk dikendalikan tetapi nanti pada akhir mata pelajaran harus mempunyai produk nyata yang sudah jadi atau setengah jadi untuk dilakukan penilaian sementara. Hal tersebut membuat peserta didik (saya) merasa senang dan lebih mempunyai ide ide kreatif yang dapat dituangkan dalam bentuk gambar apa saja tetapi mempunyai filosofi tersendiri sehingga mempunyai nilai jual. Kemudian jika kami mempunyai masalah, guru kami sangat sabar dengan memberikan jalan keluar dengan memberikan saran kepada peserta didiknya. Menurut saya, jika ingin meningkatkan kreativitas harus ada pancingan tertentu dari guru kemudian membebaskan peserta didiknya berekspresi tetapi pada waktu tertentu harus menghasilkan sesuatu yang baru dan memiliki aturan tertentu.
Saya memiliki pengalaman tentang pembelajaran yang membuat saya kreatif. Pengalaman tersebut terjadi ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas 7 dan di bangku SMA kelas 10, 11, dan 12. Saat SMP saya mendapat mata pelajaran Tata Busana dan ketika SMA saya ada mata pelajaran Kewirausahaan, yang mana konsentrasinya adalah teknologi pangan.
Kedua mata pelajaran tersebut membuat saya kreatif karena selain saya mendapatkan pengalaman belajar yang unik dan menyenangkan, saya juga dapat secara langsung mempraktikkan apa yang telah guru saya terangkan di dalam kelas. Di samping itu, guru yang mengajarkan pun sangat komunikatif, ramah, humoris, dan mampu melebur suasana belajar menjadi lebih sersan, serius tapi santai.
Pada saat SMP, guru saya banyak mengajarkan dan memperkenalkan tentang dunia busana, mulai dari pengetahuan tentang bagaimana memadukan warna dan motif baju agar menarik dan sedap dipandang mata, bagaimana berbusana yang baik dan sopan, macam-macam tusuk jahit, hingga praktik membuat tas dari kain flanel, serta membuat baju dan rok dengan menggunakan mesin jahit. Pembelajaran yang dilakukan ketika saya di bangku SMA juga tak kalah menarik, pembelajarannya sangat mudah dipahami dan tidak membosankan. Guru saya sangat pandai dan handal dalam mengajarkan materi pelajaran, khususnya yang berhubungan dengan kekreativitasan. Pada awal kelas 10, saya belajar bagaimana cara mengolah bahan makanan agar tahan lama dan menghasilkan sesuatu yang baru, yaitu membuat telur bebek menjadi telur asin, membuat singkong menjadi tape, membuat nanas dan melon menjadi selai buah, membuat susu menjadi krupuk, membuat buah naga menjadi es krim, membuat daging sapi menjadi bakso dan nugget, dan masih banyak lagi eksperimen yang saya buat ketika di SMA, sampai saya duduk di bangku kelas 12 pun masih terus melakukan berbagai praktik dalam hal teknologi pangan. Hal ini tentu saja membuat saya menjadi lebih kreatif dari sebelumnya, dan juga menambah ilmu tentang bagaimana menjadi seorang wirausaha yang baik.
Yang dilakukan siswa ketika proses belajar mengajar adalah mendengarkan dan memerhatikan dengan saksama, sehingga ketika praktik berlangsung kami sudah jelas apa yang harus dilakukan, guru saya pun tetap mendampingi selama proses praktik tersebut berlangsung. Setelah teori dan praktik dilaksanakan, kami sekelas membuat laporan hasil eksperimen. Kemudian laporan tersebut dikumpulkan menjadi satu dan dijadikan sebuah buku, yang mana nantinya akan digunakan sebagai sarana sumber belajar bagi adik kelas maupun masyarakat. Demikianlah pengalaman saya tentang pembelajaran yang membuat saya kreatif.
Pengalaman saya tentang pembelajaran yang membuat saya kreatif yaitu pada saat saya bersekolah di SMA. Pada saat itu terdapat satu mata pelajaran yang menurut saya menarik, yaitu kewirausahaan. Dalam mata pelajaran tersebut kami diajarkan berbagai macam hal yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kami, salah satunya adalah membuat suatu olahan produk makanan yang berbahan dasar singkong. Disitu guru hanya menjelaskan tentang manfaat singkong, bagaimana cara mengolahnya dan sesudah itu guru meminta kami untuk membuat suatu produk makanan yang tentunya berbahan dasar singkong . Siswa dapat berkreasi membuat suatu produk makanan yang baru. Pada saat itu, kelompok saya membuat "klenyem". Klenyem adalah salah satu jajanan tradisional yang ada di daerah saya. Biasanya klenyem berisi gula jawa. Nah karena kami dituntut untuk membuat hal yang baru, kami mengganti isian klenyem itu. Pada saat itu kelompok saya menggantinya dengan isian coklat dan keju. Hasil dari masakan kami dinilai oleh beberapa guru. Mereka berpendapat bahwa Klenyem yang kami buat sangatlah enak. Hal itu tentu saja sangat menarik bagi kami karena kami dapat berkreasi dan mencoba hal yang baru. Menurut saya, mata pelajaran kewirausahaan sangatlah penting dan juga memiliki banyak manfaat untuk siswa.
Sekian dan terima kasih.