Mendesain Pembelajaran βPembuktianβ
Pembuktian teorema adalah pekerjaan kedua terpenting dari para matematikawan. Pentingnya pembuktian teorema dalam matematika tercermin dalam penggunaan teknik pembuktian matematika dalam suatu pembelajaran matematika di sekolah menengah, pertama maupun atas. Pada sekolah menengah, siswa mulai diajarkan untuk melakukan pembuktian matematika yang digunakan pada kehidupan sehari-hari.
Mengajarkan siswa bagaimana membuktikan teorema seperti mengajarkan mereka bagaimana untuk berpikir. Karena, pembuktian teorema adalah aktivitas yang sangat bersifat individualis. Pembelajaran pembuktian sulit untuk diajarkan pada siswa, walaupun begitu hal ini tetap tidak dapat diabaikan pada matematika sekolah menengah dan juga bukan untuk dilakukan pendekatan secara asal.
Pembuktian matematika pada sekolah menengah biasanya adalah pembuktian teorema tentang geometri. Akan tetapi, karena guru-guru geometri merasa wajib untuk memenuhi banyaknya materi yang harus diajarkan, beberapa guru menggunakan strategi sederhana atau bahkan melewatkan proses pembuktian dalam rangka mempercepat pembelajaran, menjadikan siswa tidak bisa mengkonstruksi pengetahuannya tentang pembuktian secara perlahan. Dan hal ini meyebabkan siswa kurang memahami konsep dan menghafal rumus.
Kegiatan pembuktian ini mungkin akan lebih efektif jika guru mengajarkannya dengan cooperative learning atau pembelajaran berkelompok. Guru mendesaian pembelajaran tentang pembuktian suatu teorema, lalu membentuk kelompok di dalam kelas, dan meminta siswa untuk melakukan diskusi untuk membuktikan teorema tersebut. Hal ini dapat menyingkat waktu, tetapi siswa tetap dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka terkait pembuktian teorema, dan menjadikan siswa lebih memahami konsep dari rumus yang diberikan.
Dan apabila dengan cooperative learning, siswa yang mungkin kesulitan dalam memahami dan melakukan pembuktian dapat belajar lebih dari teman sekelompoknya. Dan yang telah unggul, dapat berkembang kemampuan komunikasinya.