Kelebihan dan Kekurangan PBL serta Cara Mengatasinya
Kelebihan dari Problem Based Learning adalah
- Ada motivasi tersendiri yang dimiliki oleh siswa, karena terpacu untuk memecahkan masalah
- Merasa memiliki materi pelajaran tersebut
- Ada kepuasan tersendiri ketika siswa mampu menyelesaikan masalah
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dan berdiskusi
Akan tetapi, Problem Based Learning juga memiliki kelemahan. Adapun kelemahan dari Problem Based Learning adalah
- Hanya cocok diterapkan pada siswa yang telah memiliki prior knowledge yang baik
- Ketika siswa tidak memiliki prior knowledge yang cukup, maka siswa hanya mencoba menyelesaikan permasalahan dengan General Problem Solving atau Heuristic Strategy.
- Siswa hanya fokus pada hasil penyelesaian, tidak pada pemahaman konsep.
- Terlalu kritikal.
- Membutuhkan waktu yang cukup lama, karena peserta didik harus mengidentifikasi, merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi penyelasaian yang mereka lakukan.
Untuk meminimalisir kelemahan dari Problem Based Learning, maka guru harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menerapkan model pembelajaran tersebut. Problem Based Learning baik diterapkan ketika siswa sudah mempunyai prior knowledge yang cukup.
Ketika prior knowledge siswa masih belum cukup, maka alternatif model pembelajaran yang lain adalah Example Based Learning (EBL) / Guidance Based Learning (GBL). Artinya, guru memberikan contoh dan petunjuk sejelas mungkin terkait suatu masalah, sehingga siswa dapat memahami sendiri contoh-contoh tersebut, dan kemudian dapat menyelesaikan masalah serupa dengan lebih baik dibanding pada Problem Based Learning.
Adapun prinsip dari Example Based Learning adalah (1) mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa, (2) mengkontruksi konsep dan prosedur pemecahan masalah, dan (3) student centered.
Perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung Example Based Learning (EBL) / Guidance Based Learning (GBL) adalah Worked Example atau yang biasa dikenal dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Worked Example berisi satu paket example-problem pairs, yaitu satu contoh permasalahan, diikuti dengan satu contoh soal. Setiap example memuat problem pairs dengan variasi yang mirip.
ย
Prinsip penyusunan Worked Example yang baik adalah
- Kata kunci tertulis jelas
- Langkah-langkah penyelesaian jelas
- Menghindari split attention
- Menghindari redundant information
- Variatif, tetapi dengan modifikasi yang cukup
- Mengarahkan proses metakognitif.
Dalam Example Based Learning (EBL) / Guidance Based Learning (GBL), guru diharapkan dapat memberikan contoh yang jelas, model yang baik, dan petunjuk yang mudah dipahami, sehingga tidak mengakibatkan split attention yang menyebabkan heavy cognitive load pada siswa. Guidance Based Learning (GBL), berarti siswa memerlukan bimbingan guru untuk memahami suatu informasi.