SPM week 7

SPM week 7

by ISNAN NOOR WAHID ROHMATULLOH 14301241057 -
Number of replies: 0

Pada pertemuan minggu ketuju, saya dan kelompok mempelajari tentang video mengenai problem based learning yang ada pada besmart.

Ringkasan Video 1 - Video 7 PBL

PBL = Model pembelajaran yang berdasarkan pengalaman dalam kehidupan dan masalah nyata. Sangat penting guru memberikan permasalahan nyata yang terjadi di sekitar siswa agar siswa dapat dapat menemukan pola dengan mudah dan dapat dibawa ke kehidupan sehari-hari. PBL menerapkan pendekatan saintifik, yaitu mengamati masalah, membuat hipotesis penyebab, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menentukan kesimpulan. 

The lesson start with:

  1. Open-ended question
  2. Research and investigate
  3. Present and discuss
  4. Reflect their learning

Ada beberapa karakteristik PBL, yaitu :

  1. Active learning
  2. Small group
  3. Real life problems

Hasil dari proses PBL meliputi :

  1. Pengetahuan         : Konsep dasar
  2. Keterampilan        : Berpikir kritis, Membuat keputusan, Pemecahan Masalah dan Belajar mandiri
  3. Sikap                    : Kerjasama, Interpersonal dan Jaringan

Teknis pelaksanaan PBL adalah :

  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
  2. Guru menjadi tutor, bertugas untuk memfasilitasi belajar siswa, sebagai ahli suatu konten, mengembangkan pertanyaan, dan mendesain aktivitas belajar siswa.
  3. Salah satu anggota menjadi moderator/leader, dan yang lainnya menjadi scribe

Leader berperan dalam memberi struktur yang jelas dalam berdiskusi, menjaga kelompok agar tetap fokus dan aktif berpartisipasi. Kerja kelompok akan baik jika semua mempunyai kontribusi yang sama dan saling memberikan feedback

  1. Masalah dibedakan menjadi beberapa bagian, dinamakan trigger 1, 2, dan seterusnya
  2. Tutor memberikan trigger 1
  3. Siswa melakukan brainstorming (mengidentifikasi apa yang sudah diketahui dan yang belum diketahui) dan mencari hipotesis (Posing the problem)
  4. Tiap siswa mencari data yang diperlukan
  5. Siswa membawa kesimpulan masing-masing
  6. Siwa bergiliran menyampaikan dan mendengarkan
  7. Semuanya belajar dan menyampaikan ilmu
  8. Setelah trigger 1 usai, tutor/guru memberi feedback dan mengevaluasi
  9. Lalu guru memberikan trigger 2 dan terjadi proses yang sama secara berulang dan berkelanjutan pada kelompok-kelompok PBL

Sumber lain menjelaskan bahwa Problem Based Learning dibagi menjadi beberapa tahap  :

  1. Posing the problem
    Siswa seharusnya dapat mengaitkan permasalahan dengan topik yang telah dipelajari.
  2. Works on the problem
    Siswa menyampaikan pekerjaan mereka masing-masing secara bergiliran. Mereka  bertukar pekerjaan dengan kelompok lain untuk mengetahui strategi menyelesaikan permasalahan. Siswa bereksplorasi sesuai masalah
  3. Intervention as questions arise
  4. Students apply scaffolded instruction
  5. A solution is reached

Kenapa universitas menggunakan PBL? Banyak keuntungan yang didapat ketika menggunakan PBL, seperti : menjadikan pembelajar aktif, dan pembelajaran terasa lebih mengena karena terjadi proses elaborasi dan menggunakan deep proccessing dalam mengolah informasi, pengetahuan yang didapat akan lebih diingat siswa karena konteks permasalahannya berada di kehidupan sekitar.

Meskipun banyak kelebihan, PBL bisa tidak berjalan maksimal jika tidak terjadi interaksi antar anggota kelompok, ada yang tidak mendengarkan, tidak ada yang mengajukan pertanyaan, dan  pembahasan informasi yang terlalu detail dilakukan berulang-ulang, sehingga mengakibatkan inefficient post-discussion

Contoh PBL dalam kelas

Pembelajaran aljabar dalam sebuah kelas, siswa dibuat berkelompok dua-dua untuk membuat kubus dari kotak kertas kecil yang telah dibuat sebelumnya. Beberapa siswa mengaku lebih mudah dalam belajar diskusi karena rekannya adalah anak yang aktif, siswa lain mengaku lebih mudah memahami persamaan karena lebih tau maksud dan tujuan dari persamaan tersebut. Proyek ini sangat membantu siswa karena siswa merasa senang dengan proyek ini. Pemahaman siswa tentang persamaa menjadi lebih baik dari materi lain yang diajarkan.

Masalah didapat dari masalah sehari-hari, dan masalah yang kompleks akan membutuhkan analisis dan kerja tim. Masalah yang didiskusikan seperti puzzle yang tidak lengkap, siswa akan mendiskusikannya. Siswa dapat memperoleh informasi dengan membaca buku secara mandiri, mencari informasi di media online, mencari informasi dilapangan langsung dan mencari informasi dari isu-isu terbaru di media masa. Masing-masing dari anggota kelompok akan membawa informasi dari yang telah ia peroleh. Dalam pengambilan keputusan, guru memberi tambahan informasi agar hasil yang didapat lebih baik. Dalam PBL siswa tidak hanya belajar tentang fakta, tapi juga tentang meneliti dan mengkontruksi informasi yang ia peroleh. Dalam PBL siswa juga belajar tentang kerja sama tim yang akan membantunya dalam karir.

 

 

616 words