Pada minggu ini saya mempelajari mengenai kurikulum dimana menurut UU No. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam penerapan kurikulum itu pemerintah hanya menunjukan standar penggunaan kurikulum akan tetapi dalam pelaksanaannya tetap dari pihak sekolah yang mengelola sepenuhnya. Didalam kurikulum 2013 secara tersirat mencangkup tiga ranah yakni kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga pendidik perlu tahu mengenai ranah kognitif, psikomotorik dan afektif untuk mengembangkan strategi pembelajaran matematika dan mengembangkan indikator pembelajaran. Indikator apa yang menunjukan suatu kompetensi itu tercapai. Adanya Taksonomi Bloom membantu membantu pendidik untuk menyusun dan menunjukan indikator apa yang bagus dan sesuai dalam melakukan proses pembelajaran.
Orang-orang sering berfikir bahwa tingkatan SD belum mampu mencapai tingkatan tertinggi dari taksonomi bloom. namun guru yang kreatif dapat merancang agar siswa  SD dapat mencapai level higher of thingking misalnya dengan cara mengajak untuk membuktikan suatu konsep menggunakan pendekatan induktif. Contohnya untuk mencari luas persegi dengan menghitung kotak-kotak pada milimeterblok yang membentuk persegi tersebut. Ataupun dengan memberikan soal open minded (yang jawabannya tidak satu , namun bervariasi) dengan siyarat kemampuan procedural dan pemahaman siswa lancar.
Pada kurikulum 2013 menyangkup kompetensi spritual dan sosial (ranah efektif) yakni berupa sikap sesuai dengan agama dan norma dalam masyarakat juga kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Dalam pembelajaran matematika psikomotoriknya dapat berupa Problem solving dimana problem solving yang dimaksud adalah permasalahan yang tak dapat dijawab langsung oleh siswa namun harus melalui rangkaian proses terlebih dahulu.
Â
Â