Meta-cognitive minggu ke-7
Pada minggu ke- 7 membahas mengenai pembuatan lesson plan dan juga problem based learning.ย Pada minggu ini saya dan kelompok saya membuat sebuah lesson plan materi geometry dengan sub tema jarak, kami membuat sebuat rencana pembelajaran untuk materi perhitungan jarak dari titik ke titik, titik ke garis dan juga titik ke bidang. Pada lesson plan terdiri dari beberapa hal diantaranya adalah kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, alat/media/sumber pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan juga lembar kegiatan ataupun lembar kerja siswa.
Selain itu mempelajari mengenai pembuatan lesson plan dan juga problem based learning pada minggu ini saya juga mempelajari mengenai inquiry based learning pada video yang ada di besmart. Di dalam video tersebut dijelaskan beberapa type siswa yaitu ada siswa yang biasanya mengatakan saya lupa tolong jelaskan pada saya, tunjukkan pada saya dan saya akan ingat, dsb. Konsep inquiry based learning adalah membuat siswa mengajukkan sebuah pertanyaan yang didasarkan pada pengalaman sehingga dapat memperoleh informasi. Misalkan saja kami ingin mengetahui bagaimana bumi itu bekerja, maka siswa mengajukkan suatu pertanyaan contohnaya: bagaimana mesin bekerja pada mobil, bagaimana hujan jatuh ke tanah, dsb. Pada pembelajaran seperti ini siswa diharapkan mampu berfikir sendiri sehingga memperoleh sesuatu yang berarti, contoh pertanyaan yang diajukkan siswa yang membantu berfikir sendiri adalah apa yang akan saya pelajari hari ini ?
Selain itu dalam IBL (inquiry based learning) juga dijelaskan mengenai metode pengajaran tradisional. Dalam metode ini guru menyediakan semua informasi, siswa diajarkan langah demi langkah untuk memproses suatu informasi, siswa diceritakan apa yang akan mereka pelajari. Dalam IBL siswa mengkonstruk sendiri konsep ataupun pengetahuan yang akan dipelajari dengan membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh siswa. Proses mengkonstruk pengetahuan itu dimulai dengan siswa mengajukan sebuah pertanyaan, kemudian memperoleh solusi yang selanjutnya masuk ke otak sebagai informasi baru, kemudian didiskusikan dengan teman dan juga guru sehingga memperoleh pengetahuan baru yang benar. Pada proses ini tidak ada bantuan ataupun petunjuk yang diarahkan berupa penjelasan langkah demi langkah oleh guru. Pada kegiatan ini siswa diharapkan mampu untuk menganalisis dan juga mengevaluasi sesuatu hal dari sebuah permasalahan yang diberikan. Peran guru disini hanya sebagai fasilitator dan juga sebagai sumber belajar yang telah mengetahui bahan ajar secara menyeluruh, perencana pembelajaran, dan guru hanya mengembangkan pertanyaaan siswa ataupun topik yang akan dipelajari serta melakukan kegiatan yang mengikutsertakan siswa.
Membuat pertanyaan setelah itu melakukan penelitian dan juga penyelidikan kemudian dipresentasikan dan didiskusikan selanjutnya direfleksikan adalah proses siswa untuk memperoleh suatu pengetahuan.
Level dari inquiry
Structure
Guru memberikan petunjuk, guru menyediakan pertanyaan dan menjelaskan langkah demi langkah suatu petunjuk, mengembangkan kemampuan siswa dari pertanyaan. Itulah pembelajaran yang baik untuk inquiry based learning
Guided
Siswa membutuhkan tanggung jawab lebih untuk memperoleh petunjuk dalam metode inquiry, guru mengarahkan pertanyaan yang diajukan siswa dan membantu siswa mengartikan petunjuk tersebut
Open
Siswa dapat memimpin suatu pembelajaran, dalam hal ini siswa membutuhkan pemikiran yang lebih tinggi,
Ada beberapa kombinasi inquiry yaitu couple inquiry
Contohnya perpaduan antara guide dan juga open. (level dari inquiry dapat berubah sesuai dengan kebutuhan siswa dan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman siswa).