meta-cognitive activity week-9

meta-cognitive activity week-9

oleh UJANG HERLAN PERMANA 14301249001 -
Jumlah balasan: 0

Problem Based Learning

Syntax dalam PBL yaitu mengacu kepada pendekatan saintifik (5M) yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan terkahir mengomunikasikan.

Kemudian refleksi perkuliahan kembali mengenai startegi heuristic yang diperkenalkan oleh polya.

Terdapat dua strategi diskusi kelompok, yaitu:

  1. Collaborative learning, model diskusi yang lebih umum
  2. Cooperative learning,

model diskusi yang lebih spesifik, turunan dari sosial konstruktivistik. setiap siswa berkelompok secara fisik, terdapat beberapa macam model cooperatif learning seperti STAD, jigsaw, think pairs and share, dll. Dalam cooperative learning penilaian kelompok berdasarkan nilai individu.

Ciri khas dalam kooperatf learning yaitu pemberian reward, ada suatu yang berbeda dalam pemberian hadiah, apabila terdapat individu yang kurang dalam penyelsaian masalah dalam kelompoknya meskipun nilai kelompok tinggi maka reward tidak akan diberikan kepada kelompok tersebut.

Β 

Dalam diskusi kelompok terdapat dua jenis siswa, yang harus dihindari yaitu:

  1. Social-loafing, yaitu siswa yang mendominasi dalam kelompok
  2. Free rider, yaitu siswa yang hanya mengikut teman dalm kelompoknya tanpaΒ  ada kontribusi ide terhadap kelompok.

Untuk mencegah kedua jenis anggota kelompok tersebut bisa melalui motivasi.

Kelemahan dari PBL yaitu:

  1. Siswa hanya menggunakan trial and eror apabila siswa tidak menguasai materi prasyarat.
  2. Siswa tidak fokus pada konsep yang mendasar, karena berorientasi pada hasil akhir.
  3. Waktu oembelajaran tidak efektif.

Kelebihan dari PBL yaitu:

  1. Berpikir logis, berpikir analitis, siswa lebih semangat dan termotivasi, ada kepuasan tersendiri.
  2. Bereksplorasi

Kapan PBL digunakan? PBL digunakan ketika siswa memiliki more/rich prior knowledge. Apabila siswa tidak memiliki atau less prior knowledge tidak diperkenankan untuk diberikan PBL.

Untuk siswa yang less prior knowledge, padahal kompetensi harus tercapai guru memberikan Example Based Learning (EBL) dan Guidence Problem Based Learning (GPBL).

EBL dan GPBL mampu menjadikan pembelajaran yang student centered, develop problem solving skills dan construct concepted procedure.

Terdapat prinsip penyusunan working example, yaitu:

  1. Kata kunci tertulis dengan jelas
  2. Langkah-langkah penyelesaian jelas
  3. Menghindari split-attention
  4. Menghindari redundant information
  5. Variatif, tetapi dengan modifikasi yang cukup
  6. Mengarahan proses meta-cognitif.

303 kata