Firniz Rachma Maulida (0001)

Firniz Rachma Maulida (0001)

oleh FIRNIZ RACHMA MAULIDA 23060430001 -
Jumlah balasan: 0

Untuk atlet yang mengalami kekakuan otot sebelum pertandingan, massage yang dilakukan harus bersifat persiapan (pre-event massage)—tujuannya bukan relaksasi total, tapi mengaktifkan otot agar siap digunakan. Berikut langkah-langkah yang tepat beserta tujuannya:

1. Effleurage (usap ringan – pemanasan)

Dilakukan dengan gerakan mengusap ringan hingga sedang mengikuti aliran darah menuju jantung.
Tujuan:

  • Meningkatkan sirkulasi darah
  • Menghangatkan jaringan otot
  • Mempersiapkan tubuh untuk tahap massage berikutnya

2. Petrissage (remasan)

Gerakan meremas, mengangkat, dan menekan otot secara perlahan.
Tujuan:

  • Mengurangi kekakuan otot
  • Meningkatkan elastisitas otot
  • Membantu pembuangan sisa metabolisme (seperti asam laktat)

3. Friction (tekanan mendalam pada titik tertentu)

Gerakan menggosok dengan tekanan lebih dalam pada area otot yang terasa kaku atau tegang.
Tujuan:

  • Mengurai ketegangan atau “knot” pada otot
  • Meningkatkan fleksibilitas jaringan lokal
  • Memfokuskan pada titik masalah spesifik

4. Tapotement (pukulan ringan/ritmis)

Gerakan menepuk-nepuk ringan seperti hacking atau cupping.
Tujuan:

  • Merangsang sistem saraf
  • Meningkatkan kesiapan otot untuk aktivitas
  • Memberikan efek “segar” dan aktif

5. Vibration (getaran)

Gerakan getaran halus pada otot.
Tujuan:

  • Menstimulasi saraf dan otot
  • Mengurangi ketegangan sisa
  • Memberikan efek relaksasi ringan tanpa membuat otot lemas

6. Stretching (peregangan ringan)

Dilakukan setelah massage pada kelompok otot yang ditargetkan.
Tujuan:

  • Meningkatkan kelenturan otot
  • Mengoptimalkan ruang gerak sendi
  • Mencegah cedera saat pertandingan