Metakognitif 16

Metakognitif 16

by ARI DHAMAYANTI 14301241045 -
Number of replies: 0

Metakognitif 16, 27 Mei 2016

Cooperative Learning

Pembelajaran dengan stategi cooperative learning ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. Strategi ini muncul dikarenakan Amerika Serikat memiliki heterogenitas yang sangat tinggi, misalkan dari suku dan ras yang berbeda, bahkan warna kulit yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas yang tinggi tersebut menimbulkan tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam kehidupan di Amerika Serikat. Hal tersebut juga berdampak pada pendidikan yang ada di sana. Anak-anak yang memiliki warna kulit gelap sering mendapat deskriminasi sehingga mereka tidak bida bersosialisasi secara bebas. Bahkan ketika dilaksanakan proses pembelajaran secara biasa anak-anak yang memiliki warna kulit putih tidak mau berbicara dengan anak-anak yang memiliki warna kulit gelap. Sehingga proses pembelajaran bisa terhambat. Oleh karena itu, muncullah strategi Cooperative Learning.

Cooperative Learning adalah salah satu strategi pembelajaran di mana siswa dikelompokkan kemudian diberikan suatu materi atau informasi atau permasalahan untuk diselesaikan dan dipahami sehingga siswa mendapatkan suatu pengetahuan yang baru. Tujuan dari cooperative learning secara garis besar ada dua, yaitu :

a)      Pemahaman materi

Melalui cooperative learning diharapkan siswa dapat lebih mudah dan cepat memahami materi karena dilakukan secara bersama-sama dan di dalam kelompok dapat bekerja sama.

b)      Social communication

Dalam pelaksanaan cooperative learning tidak lepas dari komunikasi sehingga dengan adanya strategi pembelajaran ini siswa dapat meningkatkan kemampuan social communication yang mereka miliki.

Prinsip Cooperative Learning :

1. Face-to-face interaction

Dalam pelaksanaan cooperative learning sebaiknya dilakukan secara tatap muka bukan jarak jauh, misalnya e-learnig.

2. Student’s accountability

Dalam pelaksanaan  cooperative learning juga membangun tanggung jawab individu dalam kelompok. Saat diskusi dalam kelompok tidak jarang jika ada dla kelompok tersebut individu yang ingin mendominasi, individu yang hanya diam saja tetapi ingin mendapat nilai, ada pula yang malu-malu. Tetapi saat pembentukan kelompok, sering kali guru tidak memerhatikan hal tersebut. Sehingga dengan adanya cooperative leraning ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Karena sebaiknya saat diskusi kelompok, siswa diberikan suatu mater masing-masing sehingga muncul tanggung jawab dalam diri mereka.

3. External motivation

Cooperative learning tidak lepas dengan istilah reward. Namun sebagian besar reward diberikan atas prestasi kelompok keseluruhan. Hal tersebut kurang disarankan karena bisa saja ada individu yang nilainya kurang. Sehingga dalam pemberian reward memerhatikan skor awal dan skor akhir (capaian / perubahan) oleh setiap individu.

4. Communication skills

Sudah dijelaskan di atas bahwa salah satu tujuan dari cooperative learning itu sendiri adalah social communication. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu siswa harus berkomunikasi satu sama lain saat diskusi kelompok tanpa melihat perbedaan ras, suku, kemampuan di antara mereka

5. Interdependence

Interdependence atau ketergantungan antar anggota kelompok merupakan salah satu prinsip yang harus dipegang dalam cooperative learning. Karena ada motivasi eksternal (misal : games, kuis) sehingga memunculkan ketergantungan antar anggota kelompok dalam memahami materi yang dipelajari. Kalau hanya mengelompokkan saja atau fisiknya saja yang duduk berkelompok itu sama saja bekerja secara individu, tidak ada ketergantungan (interdependence).

            Cooperative Learning merupakan pengembangan dari Problem Based Learning sehingga secara garis besar ada komponen yang sama diantara keduanya. Dalam melaksanakan strategi cooperative learning sebaiknya saat materi prasyarat sudah dikuasai oleh siswa. LKS yang diberikan juga berisi challang challenging problem. Berbagai upaya dilakukan agar kegiatan pembelajaran semakin efektif dan guru dituntut untuk bisa memanajemen kelas.

            Kelemahan dari cooperative learning yang dilaksanakan di Indonesia dibandingkan dengan pelaksanaanya di Amerika Serikat adalah siswa kurang bisa mengeksplorasi pengetahuan yang siswa miliki. Di Amerika Serikat menggunakan sistem moving class sehingga peralatan yang ada berbeda di setiap kelas. Oleh karena itu siswa bisa mengeksplorasi secara lebih luas lagi.

563 words