Meta-Cognitif Week 12

Meta-Cognitif Week 12

by IKA AGUSTINA FITRIANI 14301241018 -
Number of replies: 0

Pada pembelajaran minggu ini, saya mempelajari tentang Question and Answer Strategy.
Tujuan pembelajaran jenis ini yaitu untuk mengomunikasikan pengetahuan, jadi orang lain akan tau dan lebih paham. Selain itu bisa membantu siswa untuk memanggil Prior knowladge dan memotivasi siswa.

Ada beberapa tipe siswa:

  1. Free Riding, yaitu siswa yang hanya diam/ikut-ikutan saja. Siswa kategori ini bisa diberi pertanyaan-pertanyaan membimbing secara tertulis
  2. Social Loafing, yaitu siswa yang cenderung mendominasi dalam kelas, yang lebih suka menyuarakan jawabannya di depan kelas. Siswa kategori ini bisa diberikan pertanyaan-pertanyaan secara verbal

Ada dua respon guru terhadap siswa, yaitu Verbal Teacher Responses dan Nonverbal Teacher Responses, yaitu:
Verbal Teacher Responses:

  • Acceptance, guru hanya membenarkan apa yang ditanyakan oleh siswa, misalkan dengan mengucapkan "OK", "iya", "right", dan lain sebagainya.
  • Praise, guru memberi ucapan atau perkataan yang mampu memotivasi siswa, misalkan "good job", "very good", "perfect", dan lain-lain. Bisa juga dengan ekspresi dan tepuk tangan.
  • Higher Level Questioning, guru memberikan pertanyaan yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Dalam hal ini guru tidak hanya mengoreksi, tapi juga membimbing siswa untuk memperbaiki pengetahuan siswa.
  • Criticsm, guru dapat memberikan kritikan, bisa berbentuk positif maupun negatif.

Nonverbal Teacher Responses:

  • Wait time, yaitu guru tidak langsung memberikan respon kepada siswa, tetapi dialihkan ke siswa lain yang bisa menjawab.
  • Physical Closeness, yaitu merespon siswa dengan sikap guru, misalkan dengan mimik muka.

Kemudian kami diminta untuk membuat contoh Question and Answer Strategy di dalam kelas. Kami dihadapkan dengan tiga kasus. Kasus pertama menggambarkan kondisi siswa yang tidak tau apa-apa terkait materi pembelajaran, bingung untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penyelesaian masalah. Kasus kedua menggambarkan kondisi siswa yang sudah mampu menyelesaikan persoalan, namun masih mempunyai kendala berupa ketidaktelitian dalam mengejarkan persoalan. Kasus ketiga menggambarkan kondisi siswa yang sudah mampu menyelesaiakn persoalan matematika dengan baik.

286 words