Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah.
Dalam model Problem Based Learning (PBL) dikenal 5M yaitu:
- Mengamati, siswa mengamati masalah yang diberikan oleh guru.
- Membuat hipotesis, siswa diminta untuk membuat suatu hipotesis terhadap permasalahan yang diberikan, guru bertindak sebagai fasilitator sehingga persepsi murid akan terarah pada tujuan dari pembelajaran.
- Mengumpulkan data.
- Menganalisis data.
- Menentukan kesimpulan.
Tahap-tahap siswa dalam PBL disebut The Seven Jump Method yaitu:
- Clarification. Pada tahap ini siswa mengklarifikasi kata demi kata dari masalah tersebut dan mendiskusikan apa yang mereka tidak ketahui. Dalam PBL ini siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil.
- Problem Statement, pada bagian ini siswa-siswa mulai berdiskusi tentang masalah yang diberikan, tentunya akan terdapat perbedaan persepsi atau pandangan antara masing-masing anggota dalam grup. Membandingkan dan mengelompokkan pendapat akan meluaskan horizon intelektual
- Brainstorm Possible Hypothesis or Explanation, mereka berdiskusi membuat suatu hipotesis atau dugaan terhadap penyelesaian masalah yang diberikan. Kemudian mencatat segala kemungkinaan terhadap permasalahan.
- Clustering, pada bagian ini siswa mengidentifikasi dan membandingkan hipotesis yang telah didiskusikan pada tahap sebelumnya, kemudian siswa mengkaitkan ide baru dengan pengetahuan yang ada.
- Learning Goals, menyusun tujuan pembelajaran yang logis.
- Self Study, mereka mengeksplore informasi yang terkait dengan permasalahan, setiap anggota grup dianjurkan mencari informasi di sumber yang berbeda.
- Post Discussion, mereka melakukan diskusi dengan informasi yang telah mereka dapat pada tahan mencari informasi, kemudian kelompok membuat analisis yang lengkap beserta laporan hasil diskusinya.