Minggu ini saya belajar berdasarkan presentasi dari teman saya yaitu mengenai teori pendidikan. Teori pendidikan adalah suatu teori mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, misalnya mengenai kurikulum, kegiatan belajar, proses pengajaran, sistem belajar dan lain-lain. Terdapat 4 teori pendidikan yaitu:
- Teori pendidikan klasik
Pada teori ini siswa menjadi pasif, siswa hanya menerima ilmu tanpa ada interaksi dua arah antara guru-siswa.
- Teori pendidikan personal
Guru sebagai fasilitator, dan siswa sebagai pelaku utama pendidikan. pengalaman menjadi materi pembelajaran. Pada teori ini anak mengkonstruk pengetahuannya untuk memecahkan masalah kemudian guru menjelaskan apabila siswa mengalami kesulitan atau kurang paham.
- Teori pendidikan teknologik
Guru sebagai ahli, namun siswa juga aktif, sehingga proses pembelajaran terjadi 2 arah. Dalam teori ini pembentukan kompetensi lebih diutamakan. Teori ini lebih mengutamakan pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis.
- Teori pendidikan interaksional
Guru sebagai fasilitator, dan belajar dianggap sebagai usaha sendiri. Siswa belajar bersosial, dan belajar bagaimana manusia saling berinteraksi. Teori ini berlandaskan filsafat pragmatisme.
Kemudian pada minggu ini juga terdapat kesimpulan dari kelompok yang telah kami presentasikan mengenai perbedaan paradigma teori belajar behaviorisme, kognitivisme, humanisme dan konstruktivisme. Pada hakikatnya semua teori belajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga tidak ada ketentuan yang baku untuk setiap jenjang pendidikan untuk menggunakan teori behavioristik atau kognitif. Jadi penggunaan teori belajar di atas secara kondisional, misalnya apabila kemampuan prior knowledge siswa masih kurang, guru tidak boleh memaksakan pembelajaran dilakukan secara kognitif. Karena apabila dipaksakan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai sesuai dengan waktunya. Dan pembelajaran menjadi tidak akan bermakna.Â