Silahkan didiskusikan, cek
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
bagaimana cara mengatasi sebuah masalah saat ini yang semakin berkembangnya teknologi, dan pekerjaan otomatis akan di handle oleh teknologi yang akan menyebabkan sdm tersisihkan, dari masalah tersebut apa solusi terbaik agar sdm tetap dibutuhkan dan kita juga tidak meninggalkan sebuah perkembangan teknologi? dan dari masalah tersebut efektif tidak perampingan dilaksanakan hanya untuk mengedepankan perkembangan teknologi ?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Sebenarnya perampingan organisasi boleh saja tapi itu adalah pilihan terakhir dari organisasi ketika tidak memiliki strategi alternatif yang lain. pengadaan perampingan organisasi juga tidak sembarangan, perusahaan harusnya melihat latar belakang, ekonomi, kemampuan dll yang dimiliki oleh karyawan. Setiap keputusan pimpinan pasti mempunyai konsekuensi. Sehingga seharusnya manajer membuat strategi perampingan yang komprehensif yang akan meningkatkan baik organisasi kinerja dan kesejaheraan karyawan dan juga menggurangi ketegangan sosial yang disebabkan oleh perampingan itu sendiri.
Kalau pertanyaan efektif apa tidak adanya perampingan untuk perkembangan teknologi, jawaban kami adalah tergantung jenis pekerjaan. menurut anda siapa yang mengendalikan teknologi? manusia kan?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
kalau untuk melihat latar belakang ekonomi calon karyawan yang akan dirampingkan saya tidak setuju, itu jelas hak perusahaan akan memPHK karyawan mana yang bagiannya akan dirampingkan. lebih ke bagaimana kontrak kerja yang mengikat, track record kinerja selama ini, dan kebutuhan perusahaan akan perampingan
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Perampingan organisasi harus bermanfaat untuk bisnis keunggulan kompetitif dan kinerja. Kerugian yang disebabkan oleh perampingan harus berkurang dan terbatas sejauh mungkin. Dalam rangka memenuhi tujuan, strategi perampingan yang komprehensif diperlukan, strategi ini dinamakan sebagai perampingan bertanggung jawab, harus dipertimbangkan dari sudut pandang hasil jangka panjang, dan harus hati-hati serta dievaluasi terlebih dahulu (terutama kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan), strategi dan taktik kemudian dipilih untuk melaksanakannya.
Jika seperti itu maka perusahaan harusnya juga memikirkan akibat perampingan terhadap karyawan yang terkena PHK tadi.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Ingin menambahkan saja dari contoh-contoh perampingan yang dilakukan oleh sebagian perusahaan seperti perusahaan Yahoo dalam waktu kurang dari 4 tahun perusahaan telah melakukan PHK terhadap 2.700 karyawan. Sejarah mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di California ini telah memecat sekitar 1.400 pekerja di tahun 2008 pada masa resesi dan kemudian sampai dengan 700 pekera di tahun 2009. Saat ini, selama bulan Desember 2010, perampingan (downsizing) kembali dilanjutkan yang mengakibatkan 600 pekerja harus mencari pekerjaan lain.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Teknologi memang memiliki banyak pengaruh terhadap pekerja manusia. Mungkin saja di masa depan setiap pekerjaan akan dikerjakan oleh teknologi robot yang lebih cepat dan menghasilkan produk secara massive. Jika dilihat dari beberapa sudut pandang memang cukup merugikan, kemungkinan negatifnya adalah PHK. Namun dari sisi positif hal tersebut memicu setiap manusia untuk memiliki daya saing yang tinggi. Hal tersebut juga membuat setiap orang bersemangat untuk lebih mengembangkan skill mereka sehingga tidak kalah dengan teknologi.
Peran pemerintah pun disini sangatlah besar. harus ada dukungan yang berarati bagi para pekerja manual, atau pekerja manusia.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Bila perusahaan dalam keadaan genting atau hampir bangkrut karena krisis keuangan apakah perusahaan tersebut harus tetap mengevaluasi dan memakai sudut pandang jangka panjang sedangkan untuk melakukan hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, atau perusahaan harus mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan perusahaan dan mengesampingkan tanggung jawab ?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
seorang manajer pasti akan berpikir jangka panjang, kita mengambil keputusan saat itupun sudah memikirkan perusahaan jangka panjang. seorang manajer adalah bagian dari perusahaan, pasti juga tidak mau untuk bangkrut tetapi dalam keadaan mendesak harus mengambil keputusan dan menurut saya setiap pekerjaan mempunyai tanggung jawab pada perusahaannya. Kembali pada materi, terdapat strategi yang paling baik pada perampingan organisasi, yaitu strategi perampingan yang bertanggung jawab. Menurut saya, tetap harus ada tanggung jawab dari setiap apa yang manajer lakukan.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
menurut saya harus mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan perusahaan, namun perusahaan tetap harus mempertimbangkan dan memilah karyawan yang benar-benar mempunyai kinerja rendah. Harus mempertimbangkan keadilan pula.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
menambahkan saja.
benar kata mbak dina. dalam keadaan krisis perlu dilakukan langkah cepat untuk menyelamatkan perusahaan. bukan lagi dilihat dari sudut pandang tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan, tapi akan lebih penting lagi pada keselamatan hidup perusahaan.
perampingan perlu dilakukan pada saat krisis terjadi. kalau tidak dilakukan perampingan, bisa jadi bukan hanya karyawan saja yang rugi, melainkan perusahaan bisa gulung tikar dimana tingkat kerugiaannya jauh lebih banyak.
hanya saja, bagaimana tindakan selanjutnya setelah terjadi perampingan.
bagaimana perusahaan tersebut kemudian mengelola karyawan yang telah diberhentikan. mungkin setelah krisis berakhir, eks karyawan yang masih berkompeten bisa direkrut kembali untuk kembali bekerja diperusahaan tersebut.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Ingin menambahkan saja dari contoh-contoh perampingan yang dilakukan oleh sebagian perusahaan seperti perusahaan Yahoo dalam waktu kurang dari 4 tahun perusahaan telah melakukan PHK terhadap 2.700 karyawan. Sejarah mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di California ini telah memecat sekitar 1.400 pekerja di tahun 2008 pada masa resesi dan kemudian sampai dengan 700 pekera di tahun 2009. Saat ini, selama bulan Desember 2010, perampingan (downsizing) kembali dilanjutkan yang mengakibatkan 600 pekerja harus mencari pekerjaan lain.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Adakah cara lain selain melakukan perampingan untuk membuat perusahaan tetep mempunyai kredibilitas yang baik?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Ada. Seharusnya organisasi mempunyai strategi alternatif selain perampingan mungkin strategi alternatif itu bisa lebih tepat daripada perampingan dan lebih manusiawi dan termasuk persyaratan sebelumnya seperti pengurangan kesempatan promosi, demosi dari posisi pengawas untuk yang non-pengawas, pembekuan gaji, dibatasi jam kerja, dua berbagi satu pekerjaan, tidak ada cuti, pensiun dini dengan paket preferensi, dll.
Freeman (1999, hal. 1510) mengutip definisi strategi dari Mintzberg (1978). Dia mendefinisikan strategi sebagai "pola kebijakan dan kegiatan dengan konsekuensi strategis untuk organisasi. Cascio dan Wynn (2004) menekankan bahwa perampingan seharusnya dipandang sebagai bagian dari rencana manajerial. Sehingga ketika perampingan merupakan bagian dari rencana manajerial maka perusahaan pasti sudah bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada perusahaan.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Ya, saya sependapat dengan mbak Latifah. Saya tambahkan pula alternatif lain yaitu dengan pengurangan jam kerja aktif karyawan. Saya kutip dari sebuah artikel bahwa untuk menghemat biaya dan tetap bisa beroperasi, sejumlah perusahaan besar di Amerika mencoba menerapkan jam kerja empat hari seminggu.
Pella, sebuah perusahaan manufaktur di Iowa telah menerapkan jadwal kerja empat hari seminggu bagi kurang lebih sepertiga dari 3900 karyawan mereka. Senior VP perusahaan tersebut, Chris Simpson mengakui bahwa kebijakan semacam itu memang tak lazim.
Namun, ia terpaksa melakukannya dengan dibarengi keyakinan bahwa perekonomian akan membaik lebih cepat daripada yang diperikirakan orang. Ketimbang melakukan PHK, Chris memilih mengurangi jam kerja karena tidak ingin kehilangan karyawan-karyawan terbaiknya.
Sejumlah perusahaan mengikuti langkah Pella. Dari perusahaan baja, koran kecil hingga rumah sakit. “Makin banyak perusahaan menjajaki berbagai alternatif selain PHK,” ujar CEO Challanger, Gray&Christmas John A Challlanger. Seperti dilaporkan BusinessWeek, pimpinan perusahaan konsultasi SDM tersebut mengungkapkan, jika bisa mempertahankan karyawan hingga bisnis pulih, perusahaan akan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik untuk bisa meningkat dengan cepat.
Di Atlanta, Wali Kota Shirley Franklin mengurangi jam kerja dan memangkas 10% gaji 4600 pegawai karena kota itu mengalami defisit anggaran. Langkah itu ditempuh, dan bukannya PHK, karena sang walikota tak hanya ingin menyelamatkan layanan publik tapi juga para pegawai tersebut. Cara lain menghindari PHK adalah mengizinkan karyawan mengambil cuti di luar tanggungan selama lima hari dalam satu kuartal, seperti dilakukan perusahaan PC Dell.
Terima kasih
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
saya ingin bertanya, pada materi yang telah saya baca menyebutkan
Cameron (1993) dan Freeman (1994) menyatakan bahwa perampingan tidak disalahgunakan untuk menunjukkan tindakan negatif ketika menghadapi penurunan suatu organisasi atau lingkungan kesulitan. Yang paling penting, efektivitas proses perampingan, dan situasi perubahan organisasi harus ditekankan. Mereka telah mengusulkan dua jenis strategi perampingan, konvergensi dan strategi reorientasi.
yang dimaksud dengan konvergensi dan strategi reorientasi itu seperti apa? dan berikan contohnya. terimakasih
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
menurut kelompok anda, bagaimana jika sebuah perusahaan sudah terlanjur melakukan perampingan tetapi malah mengakibatkan dampak buruk bagi perusahaan? apa yang harus dilakukan oleh perusahaan?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Strategi perampingan dianggap sebagai proses alami dalam siklus hidup organisasi. Jika sudah terjadi artinya paling penting adalah karyawan harus mengubah perilaku mereka untuk memenuhi kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan kemampuan organisasi strategis yang dinamis. untuk selanjutnya para pemangku kepentingan harus memperhatikan dan mengambil tindakan untuk mempengaruhi pelaksanaan perampingan perusahaan. Dan penggunaan strategi perampingan yang komprehensif dapat mengurangi kerusakan dan bahkan meningkatkan kemampuan strategis yang dinamis. Pembentukan dan penerapan strategi baru dan konsep akan membantu perusahaan untuk bersaing dalam perubahan lingkungan yang dinamis dan akhirnya membuat kinerja lebih baik di masa depan.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Faktanya membuktikan bahwa permasalahan-permasalahan manusia semakin kompleks dalam upaya untuk bertahan hidup. Konflik-konflik yang terjadi pun semakin beragam. Dari hal tersebut bagaimanakah dampak dari strategi perampingan ini terhadap lingkungan? dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak berdampak buruk atau setidaknya mengurangi dampak buruknya?
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Dampak dari perampingan pasti ada bagi perusahaan atau lingkungan sekitar. Bagi lingkungan sekitarpun sudah lumrah di indonesia yaitu banyaknya pengangguran dll.
cara mengelolanya memang harus adanya perampingan yang bertanggung jawab. Jika sudah terjadi perampingan maka para pemangku perusahaan biasanya melakukan sesuatu untuk meredakan dampak yang dihasilkan dari perampingan.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
menurut kelompok anda proses perampingan itu apakah tidak menimbulkan turnover ??
terus tujuan perampingan adalah mengurangi pengeluaran perusahaan disaat perusahaan mengalami krisis. terus jika perusahaan sudah pulih kembali memungkinkian nggak perusahaan akan merekrut karyawan lagi??
terus kalau perusahaan merekrut karyawan lagi, apakah perampingan merupakan solusi terbaik?? bukankah hal itu hanya akan membuang buang tenaga (materiil dan non materiil) saat dulu sebelum terjadinya proses perampinagan??
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Tentu terjadi turnover karyawan.
seperti jawaban dari pertanyaan mas caesar tadi.
kalau sedang krisis dan memiliki karyawan yang banyak, akan menimbulkan banyaknya pengeluaran. maka dilakukan perampingan.
jika sudah tidak mengalami krisis lagi, dan membutuhkan tambahan karyawan seperti struktur semula maka akan lebih baik jika eks karyawan yang berkompeten bisa direkrut kembali tanpa adanya seleksi (perusahaan sudah tau track recordnya) ini akan mengurangi biaya seleksi karyawan baru.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Tapi pertanyaannya apakah karyawan yang sudah di PHK itu mau kembali? bukankah itu sama saja mereka yang sudah dirumahkan tiba-tiba ditarik kembali. setahu saya juga kalau karyawan yang di rumahkan itu biasanya yang kurang memiliki kompetensi.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Saya contohkan saja pada kasus yang pernah saya baca, saya pernah membaca sebuah artikel (lain waktu jika sudah ketemu akan saya upload) kasusnya pada PT POS Indonesia. ketika pengiriman surat (kertas) mulai berkurang karena pengalihan teknologi (beralih ke handphone dan telepon). PT POS Indonesia mengalami penurunan pendapatan yang tinggi, sehingga banyak pengantar surat diberhentikan pekerjaannya guna mengurangi pengeluaran biaya perusahaan.
setelah beberapa waktu, krisis berlalu, karyawan (yang berkompeten) dipanggil kembali untuk bekerja di PT POS Indonesia, dengan job desk yang berbeda *kebanyakan begitu. tapi memang, tidak semua eks karyawan yang diminta kembali bersedia, karena kurun waktu setelah PHK pun mereka sudah mencari pekerjaan yang lain yang lebih menguntungkan.
mungkin seperti itu, mbak nurul.
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Yap, bisa dimengerti itu. makasih dian
Re: Strategi Perampingan yang Bertanggung Jawab
Kalau menurut saya upaya sebuah perusahaan untuk melakukan perampingan itu sah-sah saja. Ada sisi positif dan juga sisi negatif dari hal tersebut. Sisi negatifnya memang banyak orang yang kehilangan pekerjaan, padahal pekerjaan tersebut digunakan untuk mencukupi kehidupan karyawan. Namun perampingan karyawan juga bisa menumbuhkan semangat untuk berkompetisi bagi seseorang sehingga diharapkan ada perkembangan dalam pekerjaan yang dilakukan. Tentu ini juga berpengaruh terhadap karyawan-karyawan yang cenderung pemalas. Mereka akan lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja.