Pada pertemuan ini, saya mendapatkan pengetahuan mengenai PBL atau problem based learning dari beberapa video yang saya tonton.
Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran berbasis masalah. Dalam satu kelas dibagi menjadi kelompok berisi sedikit orang. Siswa dihadapkan dengan permasalahan nyata, dan siswa menyelesaikan permasalahan dengan harapan siswa dapat membentuk konsep sendiri. Guru bukan sebagai pengajar, tetapi sebagai fasilitator dan pengawas jalannya diskusi agar tidak menyimpang terlalu jauh dari materi.
Setiap kelompok dihadapkan dengan suatu masalah, dan biasanya berisi masalah yang kompleks dan memerlukan strategi yang tepat dan diskusi tiap orang untuk menyelesaikan masalah. Dengan brainstorming aktif, setiap siswa memberikan gambaran bagian bagian pada masalah dengan menyebutkan apa yang sudah diketahui, apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah, apa yang harus dilakukan. Dibuat juga tujuan dari masalah sehingga dapat mencari hal hal penting dari masalah.
Setelah mendapatkan tujuan dan apa yang harus dicari, siswa melakukan riset dengan cara masing masing untuk mencari informasi yang diperlukan sebanyak-banyaknya, dan digabungkan lagi dari setiap siswa. Setelah digabungkan informasi yang ada, siswa mencari solusi dari masalah yang ada. Ketika siswa kesulitan, guru dapat menambahkan apa yang kurang dari informasi yang sudah didapatkan dari siswa.
Kelebihan PBL adalah siswa tidak hanya mempelajari ilmu, tetapi juga belajar bagaimana cara melakukan riset, untuk berfikir dengan tujuan, untuk bekerja sama dengan orang lain, dan menumbuhkan keaktifan siswa. Dengan PBL juga dapat mempermudah mengingat dan mempermudah pemahaman siswa.