SPM-PMI 2014
Selasa, 12 April 2016

Pada pertemuan ke-9 ini, Bu Endah memberikan review tentang petemuan-pertemuan sebelumnya. Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika semester 4 ini menggunakan pendekatan konstruktivisme.
Pembelajaran menurut pandangan konstruktivisme adalah : “Pembelajaran dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pembelajaran bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkonstruksi pembelajaran itu dan membentuk makna melalui pengalaman nyata (Depdiknas, 2003 : 11)
Pembelajaran konstruktivisme yang diterapkan Bu Endah yaitu pembelajaran tatap muka dan juga dengan e-learning via besmart.
Kemudian review tentang strategi pembelajaran problem based learning. Di sini Guru mengawali permasalahan secara konstektual dengan memperhatikan prior knowledge siswanya.
Review tentang Pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Langkah-langkahnya adalah
1 Mengamati
2 Menanya
3 Mengumpulkan Informasi/Eksperimen
4 Mengasosiasikan/Mengolah Informasi
5 Mengkomunikasikan'
Langkah-langkah dalam pembelajaran problem solving menurut Polya ada empat, yaitu
1) mengidentifikasi masalah
2) menentukan rencana strategi penyelesaian masalah, (mengingat-ingat, membuat diagram)
3) Carry Out : Eksekusi strategi, menyelesaikan strategi penyelesaian masalah
4) Look back: memeriksa kembali jawaban yang diperoleh.
STRATEGI DISKUSI mempunyai dua pendekatan yaitu
1. Pendekatan cooperative learning
spesifik, turunan sosio konstruktivisme, komunikasi
2. Pendekatan collaborative learning
lebih umum, siswa berdiskusi, dikelompokkan, Harus Face to face
contoh: Teknik Jiksaw, TGT, STAD
Beberapa hal tentang keunggulan PBL adalah
1. Siswa lebih kreatif
2. Memberikan moticasi lebih saat siswa berhasil menemukan sebuah jawaban dengan jerih payah sendiri
3. Pengetahuan baru yang diperoleh bisa bertahan dalanm jangka waktu lama
Kelemahan PBL antara lain:
1. Jika siswa tidak punya pengetahuan pra syarat maka saat melakukan abstraksi biasanya dengan trial and error.
2. Siswa tidak fokus pada proses penyelesaian masalah akan tetapi terfokus pada menemukan hasil akhir.
Hari ini kami juga mendapatkan pengetahuan tentang "PRINSIP Penyusunan Worked Example"
1. Kata kunci tertulis dengan jelas.
2. Langkah-langkah penyelesaian jelas
3. Menghindari redundant information.
4. Variatif tetapi dengan modifikasi yang cukup.
5. Menghondari split-attention
6. Mengarahkan proses meta-cpgnitive
to be continued...