Pada pertemuan ke tujuh saya memahami tentang Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah.
Pembelajaran ini dapat dilakukan dengan guru menampilkan suatu masalah lalu siswa melakukan observasi terhadap masalah tersebut, mencoba menemukan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis, dan mencari kesimpulan dari informasi-informasi yang ada serta diagnosis-diagnosis. Guru dapat memfasilitasi siswa dengan membantu memberikan ide-ide untuk memecahkan masalah. Guru juga bisa menuntun siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau menemukan jawaban dilihat dari sudut ketertarikan siswa. Dalam menganalisis permasalahan, siswa perlu menghubungkan semua informasi dan diagnosis untuk menemukan sebuah penyelesaian atau kesimpulan.
Dari pembelajaran berbasis masalah ini, guru dapat melihat seberapa tingkat kesabaran siswa untuk menemukan kesimpulan. Contohnya ketika guru melihat sikap siswa yang ingin segera pulang ke rumah atau siswa yang sedang mengalami masalah remaja, maka dapat dilihat ada gangguan yang membuat mereka tidak sabar untuk menemukan kesimpulan dari permasalahan yang diberikan oleh guru.
Oleh karena itu, guru harus memberikan atau menyajikan sebuah permasalahan dapat membuat siswa terpancing untuk terus mencoba menyelesaikan dan menguraikan permasalahan tersebut, mengambil dan menggunakan informasi-informasi dari permasalahan agar dapat ditemukan penyelesaian. Semua proses dalam pembelajaran ini dapat dijadikan sesuatu yang menjadi nilai untuk guru di kelas manapun.
ย
ย