Assalamualaikum Frau Wening. Saya akan mencoba menjawab dan mengemukakan pendapat saya mengenai pertanyaan tersebut.
1. Menurut pengalaman saya, faktor yang menjadi penghambat peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya terkait isi teks/wacana/topik dalam pembelajaran keterampilan yaitu: biasanya dari mereka pertama tidak mengerti apa yang dibahas dalam topik tersebut, fakor tersebut bisa menjadi penghalang siswa tidak dapat mengemukakan pendapatnya, hal ini membuat mereka enggan dala mengemukakan pendapat. Selain itu, kurangnya keberanian yang dimiliki siswa dalam mengemukakan pendapatnya di depan umum. Kurangnya percaya diri juga dapat menjadi penghambat siswa enggan dalam mengemukakan pendapatnya mengenai wacana yang dibahas dalam kelas. Mereka takut akan salah dalam pendapat merea atau mereka takut dalam mengemukakn pendapatnya bahasa yang digunakannya tidak baik dan benar.
2. Beberapa solusi dalam mengatasi beberapa masalah atau hambatan yang dialami siswa dalam mengemukakan pendapatnya, yaitu: guru yang sebagai motivatr bagi para siswanya dapat memberikan motivasi – motivasi terhadap siswanya agar mereka berani dalam mengemukakan pendapatnya di depan umum. Selain itu guru dapat mengganti metode pembelajaran yang mereka terapkan dalam kelas tersebut dengan menggunakan metode yang lebih inovatif maupun kreatif agar siswa juga tidak bosan dengan metode yang tradisional.
3. Salah satu metode yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran keterampilan dalam berbicara, yaitu metode pembelajaran inkuiri. Metode inkuiri sendiri sangatlah berkaitan atau cocok dalam pembelajaran HOTS yang menerpakan agar siswa lebih aktif, kreatif fan kritis dalam belajar di kelas. Metode inkuiri sendiri merupakan metode yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan pembelajar untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga pembelajar dapat merumuskan sendiri berbagai penemuan atas berbagai persoalan dengan penuh percaya diri. Adapun langkah – langkah penerapan metode inkuiri, yaitu:
a. Peserta didik diberi sebuah tugas yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang selama ini telah dialami oleh siswa itu sendiri. Namun sebelum itu para siswa dibenuk dalam sebuah kelompok kecil. Setelah itu, tugas tersebut mengenai hal yang menanamkan rasa keingintahuan kepada peserta didik terhadap sesuatu, dan mempradugakan sebuah jawaban dan jawaban tersebut diperoleh dari pembelajaran yang sudah dialami oleh peserta didik itu sendiri.
b. Mengembangkan hipotesis. Dimana siswa harus melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis.
c. Menguji jawaban tentative. Dalam hal ini, siswa harus mampu mengidentifikasi maslah atau peristiwa yang telah diberikan oleh guru dan dapat menganalisisnya. Dalam metode ini, guru menjadi fasilitator untuk peserta didik. Dimana guru hanya memberikan penjelasan terhadapa persoalan-persoalan jika peserta didik kurang memahaminya.
d. Setelah itu, peserta didik menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti dan dapat dipertanggungjawabkan.
e. Hasil yang sudah dikerjakan oleh peserta didik dipresentasikan di depan semua teman-temannya guna merangsang adanya pendapat yang lain.
4. Dari soal nomor 3, mengapa metode tersebut mengedepankan sisi kreatif pada masing – masing siswa. Karena metode ini mengajarkan para siswanya pertama untuk melatih dirinya untuk aktif dalam pembelajaran di kelas, kedua pembelajaran tersebut para siswa lah yang menjadi subjeknya yang menetukan dam memcahkan masalah dalam tugas yang diberikan guru tersebut. Karena dalam memecahkan sebuah masalah juga dibutuhkannya sebuah kreativitas yang dimiliki dalam diri siswa tersebut.