Hallo selamat siang Frau Wening, mohon maaf saya baru bisa ikut gabung menjawab pertanyaan dan diskusi. Menurut saya, langkah yang efektif untuk menciptakan pembelajaran membaca yang menyenangkan adalah dengan menggunakan gambar yang menarik, tujuannya adalah agar peserta didik mampu mendapat bayangan mengenai apa yang dibaca. Saya sepemikiran dengan eka mengenai bacaan yang diberi gambar. Selain itu, font penulisan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ketika font penulisan ditulis dengan huruf kecil dan jarak spasinya sempit, akan membuat proses membaca kita menjadi membosankan dan terkesan spaneng. Hal ini akan lebih terasa menyenangkan jika ditulis dengan ukuran font sedang dan jarak spasi yang renggang. (1)
Menurut saya, langkah yang efektif untuk mengajak peserta didik menganalisis dalam pembelajaran membaca adalah dengan metode Gruppenpuzzle. Maksud dari Gruppenpuzzle ini adalah dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok diberi teks yang berbeda-beda. Masing-masing kelompok misalkan berjumlah 5 orang (tahap ini dinamakan Stammgruppe). Setelah mereka berkumpul dengan Stamgruppe untuk membahas materi yang sama, mereka kemudian berkumpul dengan Expertengruppe, yaitu kelompok yang tadi mendapatkan materi berbeda-beda. Fungsi grup ini adalah untuk menjelaskan kepada anggota kelompok lain mengenai materi yang telah ia baca dan bahas dengan kelompok Stammgruppe-nya. Metode ini menurut saya sangat efektif, karena kita tidak dituntut untuk memahami semua teks sendirian, melainkan secara bersama-sama. (2)
Dalam memecahkan masalah siswa dapat membaca terlebih dahulu teks yang diberikan, kemudian menuliskan poin-poin penting dari apa yang ia baca. Setelah itu, ia bisa menuangkannya dalam bentuk mind map/clustering/asosiogram. Dari penuangan poin bacaan menggunakan mind map, tentunya suatu masalah dapat dengan mudah ditemukan dan dipecahkan, apalagi jika didiskusikan bersama dengan temannya. Karena sesungguhnya membaca sendirian tanpa ada yang menjelaskan/berdiskusi akan lebih sulit dipahami. Karena terkadang bahasa teks lebih rumit, jika dibandingkan dengan bahasa lisan. (3)
Langkah yang baik untuk membangun pengetahuan peserta didik adalah dengan menasihati mereka untuk rajin membaca, minimal 30 menit sehari. Dengan membaca sesuatu yang ilmiah, akan melatih kita untuk berpikir ilmiah. Bacaan lain seperti yang terdapat dalam buku fiksi pun tidak kalah pentingnya, karena disamping dapat membangun potensi imajiner, peserta didik bisa melatih daya kreativitasnya melalui bacaan yang terdapat dalam buku fiksi. Membangun pengetahuan yang telah didapat mungkin juga bisa dengan cara memahami terlebih dahulu konsep dasar dari apa yang ia baca. Dengan memahami konsep dasarnya, peserta didik diharapkan tidak hanya belajar menghafal, melainkan juga belajar menalar dan menganalogikan apa yang telah dibacanya. (4)
Demikian ungkapan ide saya mengenai langkah/cara efektif yang dapat dilakukan guru dan peserta didik dalam pembelajaran membaca. Kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih. Sampai jumpa!