Topic outline

  • General

  • Haklikat Filsafat Ilmu

    Hakikat Filsafat Ilmu: Pengertian dan Ciri-ciri

    Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mempertanyakan secara sistematis mengenai hakikat pengetahuan ilmu yang berhubungan dalam masalah-masalah filosofis dan fundamental yang terdapat pada ilmu untuk mencapai pengetahuan yang ilmiah. Jadi persoalan yang akan dibahas dalam Filsafat Ilmu adalah Ilmu itu senidri. Kemudian apakah Ilmu itu?

    Ilmu adalah pengetahuan, namun ada berbagai macam pengetahuan, seperti: pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmu. Pengetahuan biasa adalah pengetahuan keseharian yang kita dapatkan dari berbagai sumber bebas dan belum tentu benar atau berdasarkan kenyataan. Sementara pengetahuan ilmu adalah pengetahuan yang pasti, eksak, berdasarkan kenyataan dan terorganisir.

    Selanjutnya anda dapat mengakses dari beberapa video pembelajaran tentang Filsafat dan Filsafat Ilmu dalam https://youtu.be/nRG-rV8hhpU


  • This topic

    Hubungan Filsafat Ilmu dengan bidang keilmuan Pendidikan Seni

    Dalam Topik ini kita akaan membicarakan implementasi Ilmu dalam Pendidikan Seni dan Seni. Sebagai acuan adalah buku ' Art and Konwledge '. Buku ini banyak mengungkap konsep ilmu dan seni; selama ini seni ditempatkan berada di luar ilmu, karena seni merupakan praktek mencipta.

    Apakah benar demikian?

    Seni dalam kerangka keilmuanyang digelar oleh David Cassidy digolongkan ke dalam Polus Humanistik dan Filsafat. Konstelasi ini memberikan pengertian bahwa seni itu dasar  pengetahuan yang dimulai dari kepercayaan dan sebagianmasuk  ke ranah humanistik sebagai ungkapan rasa. Pemahaman selama ini memang digolongkan sebagain pengetahuan umum. Di samping itu, seni hadir bukan sebagainkebutuhan poko, melainkan kebutuhan sekunder, maka kehadirannya sebagai manasuka. Pendapat demikian ini menyebabkan seni digolongkan tidak ilmiah. KarlYoung dalam 'Art and Konowledge' mengidentifikasi  dari cara-cipta yang sebenarnya memerlukan pola unik, sehingga masuk dalam bilangan konsep berpikir. Apakah demikian?

    Seni itu hadir karena latar belakang penciptaan seorang seniman yang ingin berbicara kepada orang lain (art as a language ) dari sini seniman mengemas pesan ke dalam simbol-simbol unik berdasarkan kebutuhan saat itu;ada yang menyatakan dalam gerak, suara, rupa atau penampilan. Kesemuanya merupakan representasi dari kondisi yang sesungguhnya. Namun, dengan kreatifitas dan gaya ekspresinya inilah seniman mengkreasikan objek menjadi berbeda karena proses representasi tersebut. Ketika representasi dilakukan, seniman mencoba menggabungkan infoermasi dan fakta sebagai delik pengembangan ide estetiknya. Kemudian melalui kemampuan teknik yang dipelajari akan menemukan sesuatu bentuk yang baru. Di sinilah proses berpikir muncul dan bahkan berpikir tingkat tinggi (high order thinking) dan sulit dideteksi; hal ini disebabkan oleh pemikiran-pemikiran seniman yang dikemas harus menarik, sehingga tugas befikutnya adalah menciptakan kemenarikan. Hal ini berbeda dengan ilmu (science) yang hadir begitu saja setelah pengujian sistematikanya dianggap selesai. Seni mempunyai sistematika yang berbeda dengan ilmu, namun tetap menggelar konsep-konsep yang dalam dan tinggi. Dalam karena seni hadir melalui rasa dan tinggi sebenarnya proses simbolisasi sebagai dasar pengunggahan ide kreatif dengan pikiran yang unik.

    Jika sebuah karya ilmiah struktur karya menjadi teratur karena harus mengikuti pola kerja sistematis dan runtut, sedangkan karya seni ketika akan mengabadikan ide terpaksa tidak runtut dan urut karena ekspresi (kehendak- desire) tidak dapat dikendalikan. Inilah perbedaan utamanya. Seni menjadi bersifat personal, berbeda deengan ilmu yang bersifat komunal. Maka, selanjutnya untuk menjelaskan secara rinci dapat dikemukakan dengan mengambil contoh Seni dalam bidang berkesenian dan pendidikan seni.

    Beberapa Filsuf Barat menghubungkap sistem keilmuan secara positivistik, artinya disusun berdasarkan kerangka sistematik berpikir yang urut; hal ini berbeda dengan filsuf Timur (Muhammad Iqbal). Iqbal berpendapat bahwa dunia ini terdiri akan dua faktor, yaitu benda-benda dan perubahannya. Terdapat kenyataan bahwa, waktu akan berbeda dalam level pengalaman yang berbeda dalam wujud yang sama. Dengan pemahaman tersebut apakah mungkin memandang benda-benda dengan melepaskannya dari perubahan yang dipengaruhi waktu dan ruang. Ketika ada perubahan, maka ada yang dinamakan waktu, dan dari sinilah secara tidak langsung ruang dan waktu menjadi subjektif. Subjektivitas ini  tidak diakui oleh Barat. Pengetahuan hanya merupakan fenomena atau hanyalah sesuatu yang nampak oleh manusia, kemungkinan mengenai pengetahuan noumena, atau tentang benda-benda dalam dirinya (benda itu) sendiri. Ruang wujud manusia dapat diukur ke dalam tiga dimensi: panjang, lebar, dan dalam. Dari hal tersebut, menurutnya terdapat kemungkinan untuk mempersempit atau menambah dimensi-dimensi tersebut dengan cara menambah atau mengurangi indera dan kemampuan psikis manusia.

    Muhammad Iqbal kemudian mengeluarkan pendapat akan adanya bentuk atau level pengetahuan yang lain, dan pengalaman normal bukanlah tahap akhir dari pengalaman. Oleh karena itu, menurutnya metafisika harus dianggap mungkin bila ada kemungkinan level pengalaman lainnya. Level di mana penampakan realitas dasar merupakan realitas sebagaimana dirinya sendiri, tanpa dipengaruhi determinasi temporal-spasial.(file:///C:/Users/HAJARP~1/AppData/Local/Temp/37-329-2-PB.pdf)

    Untuk menemukan prinsip keilmuan Pendidikn Seni diangkapkan dalam 2 topik:

    1. Hubungan filsafat ilmu dengan bidang keilmuan pendidikan seni
    2. Fungsi dan arah filsafat ilmu dalam konteks keilmuan pendidikan seni

    • Kebenaran

      A. Jenis Kebenaran

      Terdapat pengertian Kebenarabn Ilmiah dan Ilmiah. Kebenaran ilmiah berangkat dari prisip 'ilmiah'; ilmiah adalahpengetahuan yang tersistem dan rinci serta mampu mengembangkan persoalah baru, namun di dalamnya telah disusun instrumen untuk menguji kebenaran tersebut. Dengan demikian, kebenaran ilmiah i9ni bersifat terbuka bagi diskusi dan kritik serta pencapaian kebenaran dengan mengajukan instrumen yang telah diuji validitasnya. untuk menuju kebenaran ini terdapat 3 langkah atau model: (1) Pengetahuan spekulatif, (2) pengetahuan Preskriptif, dan (3) pengetahuan analitis. Pengetahuan spekulatif membahas permasalahan bersifat umum namun sudah diajukan alat uji kebenarannya, bersifatkualitatif maupun kuantitatif. pengertahuan tersebut telah diajukan alat yang valuabelitisnya diakui. Pengetahuan Preskriptif adalah pengetahuan yang berusaha menemukan pengetahuan yang berstandar, tentang perbuatan dan gagasan manusia termasuk seni; khusus pengetahuan terstandar seni ini diharapkan mampu memberui gambaran secara umum maupun khusus. Umum yang dimaksudkan adalah pengetahuan seni yang terkait dengan definisi (pembatasan) yang menjadikan pengetahuabn tersebut semakin jelas.Pengetahuan analitis; dalam membahas pengetahuan initerdapat dua golongan: analitik linguistic dan positivistic logis; pendekalatan analitik menguji Bahasa, gagasan, ide untuk mengklarifikasi Bahasa yang memuat pemikian2 yang ada. Pendekatan positivistik logis dengan dasar kuantitatif.


      B. Metafisika

      Kebenaran dicari dari alam yang sifatnya terbuka; karena alam menyediakan pembelajaran pengetahuan yang bersifat umum. Dalam hal ini, pengetahuan metafisik ini akan menjawab persoalan jkebenaran yang terkait dengan alam: alam menjadi ghuru 'Alam Takambang" (Pandangan hidup orang Minangkabau), 'sassi' (Papuan dan Maluku) ujaran ini menjadi cara pandang pencarian kebenaran. Metafisik berasal dan kata Meta-fisika (meta dari kata .. ta.. atta) berarrti sesudah dan sebelum, maka pemikian pembahasan kebenaran berangkat dari hal-hal yang ada namun juga memikirkan kekinian maupun  prdiksi ke depan. Akhirnya, pemikiran kritis metafisika terbagi menjadi Metafisika  yang membahas alam, dan nantinya hadir ilmu Kosmologi. Pemikiran filsafat hadirlah Ontologi.


      Pemikiran kebenaran yang berasal dari alam sebagai guru juga dikemukakan oleh para filsuf Islam seperti Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan  menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.




      C. Hukum metoda pencapaian kebenaran

      Sesuai dengan pengertian filsafat: Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. maka, terdapat teori menguji kebenaran dari alam:

      1. Metode kesesuaian
      2. Metode kelainan
      3. Metode gabungan kesesuaian dan kelahiran
      4. Metode sisa
      5. Metode keragaman beriringan

      selanjutnya anda diminta mengisi dan mendeskripsikan beberapa metoda ini


    • BERFILSAFAT

      ERFILSAFAT

      setelah melalui tahapan memahami pengetahuan, maka dapat ditaris benang dasar berpikir dan bernalar seperti di atas. Berpikir pada hakikatnya adalah berfilsafat, karena filsafat sendiri adalah: berasal (etimologi) dari bahasa Yunani philosophia yang terdiri dari dua kata, yaitu philein (mencintai) atau philia (cinta) atau philos (sahabat, kekasih) dan sophia (kebijaksanaan, kearifan).

      Pola berfilssafat dapat digambarkan sebabagai berikut:



      Di atas jelas sekali digambarkan cara seseorang mencari tahu kebenaran dan keberadaan. Filsafat menjadi:

      • Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan alam semesta
      • Filsafat adalah metode berpikir reflektif, dan penelitian, penalaran
      • Filsafat adalah suatu perangkat masalah-masalah
      • Filsafat adalah seperangkat teori dan sistem berpikir

      hal ini diambil dari suatu pengertian:

      Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

      Berfilsafat pada prinsipnya adalah selalu mencari jawaban yang bersifat terbuka, artinya selalu memberikan pertanyaan untuk mendekati jawban yang paling dianggap benar. Maka berfilsafat selalu berakhir dengan tanda tanya ? Artiny pertnyaan selalu dilantunkan terus menerus agar menemukan kepuasan tentang makna hidup. dengan kata lain, berfilsafat itu memerlukan

      1. Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis, dalam arti dalam berpikirnya logis dan rasional tentang hakikat masalah yang dihadapi;dimana: Berpikir kritis dan reflektif (reflective and critical thinking) seperti dikatakan oleh  Henderson,
        Philosphy mean’s one’s view of life of men, of ideas, and of values, in the sense everyone has a philosophy of life. dan juga Philosphy mean’s the attempt to conceive and present inclusive and systematic of view universe and man’s in it. (1959: 16)
      2. Tinjauan permasalahan yang dipikirkan bersifat radikal artinya menyangkut persoalan-persoalan mendasar samapai keakar-akarnya.
      3. Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal artinya persoalan- persoalan yang dipikirkannya bersif at menyeluruh;
      4. Meskipun pemikiran-pemikiran yang dilakukan lebih bersifat spekulatif, namun didasari oleh nilai-nilai yang obyektif

      Cara mencari tahu dan kebenaran dengan

      Kemudia bidang garap Filsafat adalah: Epistemologi, Ontologi dan Aksiologi

      Epistemologi: Berasal dari epiteme: pengetahuan mengkaji sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan:
      Apakah itu kebenaran? Bagaimana mengetahuinya? Yaitu suatu pemikiran yang menyatakan apa dan bagaimana sumber pengetahuan diperoleh; apakah dari akal pikiran (rationalisme) atau dari pendalaman panca indra (empirisme) atau dari ide-ide (aliran idealisme) atau aliran dari tuhan (theologisme);sehingga orang menjelaskan sebagai Ilmu peng ‘ada’. Ilmu ini berkaitan dengan tentang kebenaran pendidikan, dan bagaimana pengetahuan itu diperoleh. Di samping itu orang mengatakan sebagai  filsafat ilmu pengetahuan dan menjadi cabang Ilmu filsafat yang menyelidik asal mula, susunan, metoda, dan sahnya pengetahuan.


    • Menalar dan Perkembangannya

      Dalam pokok kajian kali ini para mahasiswa diminta menampilkan perkembangan menalar.

      Silakan anda mengembangkan sejarah menalar; istilah yang sering populer adalah LOGIKA, yaitu

      Dari segi urutan berpikir, menalar atau logika tersebut terdapat dua gambaran utama:

      Logika modern atau simbolik. Menggunakan tanda – tanda atau simbol matematik, sehingga hanya bisa membahas hubungan antara tanda.kemudian Logika tradisional membahas dan mempersoalkan definisi, konsep dan ketentuan menurut struktur, nuansa dan susunan dalam penalaran untuk memperoleh kebenaran yang sesuai dengan realitas.juika dilihat dari segi jenis maka, Logika tersebut terdapat: logika alamiah adalah kesatuan akal dengan sifat alamiah, aliran arus dalam pengolahan informasi melibatkan rasa ingin (subjektif). Logika ini mengarah pada tindakan dan pengambilan keputusan sebuah keadaan. Logika ilmiah ini menyangkut proses perumusan prinsip dalam konteks pengetahuan, termasuk perumusan hukum dan sains. Logika menimbulkan sebuah pembelajaran baik secara keilmuan, moralitas dan sikap. Tujuan logika ini adalah meminimalisir kesalahan.

      Berlogika ini mempunyai madfaat banyak:

      1. Membantu mempelajari logika orang hingga berpikir rasional, lurus, kritis, metodis dan koheren.
      2. Membantu mendeteksi penalaran yang keliru dan kurang jelas
      3. Membantu mempermudah mengetahui kesalahan menuju hukum dari pikiran.
      4. Mendidik kekuatan akal dan pikiran jernih, kritis, abstrak cermat dan objektif.
      5. Menambah kecerdasan dan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
      6. Memancing pemikiran ilmiah dan reflektif dan kreatif
      7. Menghindari kekeliruan dan kesesatan.
      8. Melatih jiwa manusia memperhalus jiwa
      9. Membantu menginterpretasi fakta dan pendapat orang
      10. Membantu menetapkan asumsi dan implikasi

      Namun demikian berfikir ini juyga bergantung kepada asal muasalnya, jika demikian kadang juga terdapat kesalahan berfikir sehingga akhis memahami suatu objek terjadi:

      1. Idols of the Tribe, kecenderungan menerima bukti atau kejadian yang menguntungkan suku atau bangsa sendiri.
      2. Idols of the Cave, kecenderungan memandang diri pribadi sebagai pusat dunia dan menekankan pendapat pribadi yang terbatas.
      3. Idols of the Market, kecenderungan untuk terpengaruh oleh kata-kata atau nama-nama yang dikenal dalam percakapan sehari-hari.
      4. Idols of the Theatre, kecenderungan untuk berpegang teguh pada kepercayaan, keyakinan dan aliran-aliran pemikiran.
      5. (Francis Bacon)
      Hal berikut ini juga merupakan kesalahan awal berpikir
      1. Purbasangka, suatu pertimbangan yang terburu-buru, dasar pemikiran yang salah yang meremehkan bukti atau menilai bukti tersebut secara berlebihan.
      2. Propaganda, informasi yang disampaikan dengan membangkitkan emosi atau keinginan lalu menyajikan beberapa jalan keluar melalui sugesti (melalui media massa)
      3. Otoriterianisme, mengikuti kekuasaan secara buta tanpa tindakan kritis, ada keyakinan bahwa pengetahuan dijamin atau disahkan oleh otoritas

      PERKEMBANGAN LOGIKA

      1. Secara struktur berpikir Logika itu berjalan dengan:


      2, Perkembangan Kesejarahan orang berpikir


       3. Perkembangan Menalar sendiri dimulai sudah lama

      Nah, sekarang para mahasiswa diminta menjelaskan urutan berjkembangnya berpikir dari para filsuf.

    • Artikel UTS

      Anda diminta untuk menuliskan kembali materi presentasi dengan susunan sebagai berikut:

      1. Judul (sesuai dengan tokoh Filsuf)
      2. Ujaran yang paling Pokok dari Filsuf tersebut
      3. Deskripsi singkat Sejarah Pemikiran
      4. Uraian prinsip Pengetahuan yang dibangun/ditemukan
      5. Dampak kelimuan dalam Seni
    • Pengembangan Ilmu Seni

      Dalam perkembangan ilmu ternyata mempengaruhi cara cipta karya seni, maka anda diminta mengidentifikasi perkembangan seni berdasarkan tampilan presentasi anda. langkah untuk memahami perkembangan tersebut adalah memilih salah satu cabang seni (sesuai dengan jurusan) kemudian anda mengupas berdasarkan tiga prosedur berfilsafat: (1) mengungkapkan kondisi kekinian karya seni dilihat secara berpikir RADIKAL, FOUNDAMENTAL dan ESENSIAL, (2) dikupas secara

      prosedur dan etika ilmiah berdasarkan landasan ontologis, epitemologis, dan aksiologis. (3) Simpulkan. Untuk itu anda diminta mempresentasikan Judul dan Abstraknya secara berurutan sesuai dengan tampilan para filsuf (sejarah perkembangan).


      • Pengembangan Ilmu Seni- lanjutan

        Anda mempresentasikan materi di atas

        • Pengembangan Ilmu Seni-2

          Anda mempresentasikan Judul dan Abstrak serta materi secara ringkas untuk didiskusikan


          • Filsafat Ilmu Pendidikan Seni

            Filsafat Ilmu Pendidikan Seni merupakan gambaran perkembangan menalar manusia terhadap perkembangan seni ditinjau dari logika. Logika Praktis Modern telah mengajarkan cara memahami perkembangan ilmu terhadap disiplin keilmuan. Filsafat Pendidikan Seni merupakan bagian integral dari Filsafat Pendidikan, di dalamnya memuat Pendidikan Seni. Oleh karenanya langkah awal anda adalah memhami konsep dasar Pendidikan Seni.

            Pendidikan Seni secara Epistemologi merupakan commonground dari Substansi Pendidikan dan Substansi Berseni. Substansi pendidikan adalah mendudukan kesadaran manusia  terhadap dirinya (homini) dan memanusiakan sesuai dengan harkat diri serta terhadap perkembangan jaman (humanisasi) oleh karenanya Pendidikan Seni merupakan wahana pengembangan harkat manusia dan harkat keberadaannya. Pendidikan Seni mrupakan alat memperjuangkan kemaslahatannya. Melalui pendekatan ontologuis, Pendidikan Seni tidak lepas dari perkembangan ke-kini-an, yang telah keluar dari asas estetika tradisional menujum posmodern, oleh karenanya telah terjadi substansi subjek seni (artistik) serta posisi Estetika dalam berkesenian. Apalagi ruang publik seni telah berkembang pesat dengan kehadiran Internet of Things ini memberikan pemikiran baru terhadap pendidikan dan pembelajarannya. duah buah skema di bawah ini merupakan gambaran secara garis besar substansi Pendidikan Seni.


            dan selanjutnya

             Dua Skema ini akan memberikan gambaran seperti apa perkembangan Ilmu Seni tersebut?

            jika diimplementasikan ke dalam Pembelajaran Seni di sekolah , kira-kira bagaimanakah Pendekatan, Strategi, Metoda dan Tekniknya (AMT= Approach, Method and Technique). Untuk itu anda perlu mendeteksi perkembangan ke kinian ilmu tersebut. sebagai contoh

             

             


            selamat menyusun Artikel tentang Ilmu Pendidikan Seni