kelompok 5

Re: kelompok 5

oleh ELBAGUS TOMMYN WACAESAR 16808144036 -
Jumlah balasan: 0

hal itu sering terjadi karena biasanya terdapat perbedaan suku,ras,agama dan budaya dari pegawai di perusahaan tersebut. Diskriminasi jahat juga biasanya terjadi karena faktor individu diperusahaan tersebut, semisal kenaikan pangkat seseorang dan ada yang berusaha untuk menjatuhkan seseorang tersebut.Β 

Diskriminasi dalam dunia kerja adalah hal yang terus menerus terjadi dan menjadi ancaman dalam dunia kerja. Diskriminasi dapat terjadi pada siapapun, termasuk pada diri anda. Bahkan, terkadang secara tidak sadar, anda dapat melakukan diskriminasi kepada rekan kerja anda. Seperti apa bentuk diskriminasi dalam dunia kerja dan bagaimana cara mengantisipasinya?

Pertama yang harus kita sadari, bahwa diskriminasi terjadi sebagai akibat adanya keberagaman atau diversitas dalam dunia kerja. Diskriminasi muncul karena tenaga kerja yang berada didalamnya tidak menghargai adanya perbedaan-perbedaan yang disebabkan dari adanya keberagaman tersebut, atau ketidakpengetahuan dari tenaga kerja dalam menyikapi diversitas tersebut. Ketidakpengetahuan tersebut bisa dimunculkan karena percaya begitu saja pada stereotype dan berasumsi bahwa semua stereotype tersebut adalah sama.

Salah satu bentuk diskriminasi adalah terjadinya praktek diskriminasi ataupun kebijakan yang diskriminatif yang menyebabkan tidak meratanya seseorang untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan atas pencapaian kinerja dan ataupun prinsip yang adil dalam melakukan penilaian kinerja. Bentuk diskriminasi yang lain adalah mengucilkan seseorang, melakukan intimidasi, melakukan penghinaan, prilaku tidak sopan atau tidak menghargai pendapat seseorang. Bahkan pelecehan seksual pun adalah sebuah bentuk diskriminasi. Diskriminasi dapat terjadi karena karakter biologis seperti umur, jenis kelamin, ras dan etnis, serta disabilitas, ataupun karena karakter lainnya seperti masa jabatan, agama, budaya, bahkan terhadap orientasi seksual dan gender.

Diskriminasi pada umur misalnya terjadi pada karyawan-karyawan yang berumur tua yang seringkali dikaitkan dengan isu produktivitas. Ketika karyawan dengan usia yang lebih tua menawarkan pengalaman, komitmen dan nilai etika yang lebih tinggi, karyawan dengan usia yang lebih tua seringkali di persepsikan sebagai karyawan yang kaku dan menolak perubahan. Karyawan yang lebih tua juga dipersepsikan atau dikait-kaitkan dengan isu kesehatan.

Diskriminasi pada jenis kelamin utamanya terjadi pada kaum wanita dan sering dikait-kaitkan dengan isu performa kinerja. Diskriminasi pada wanita juga sering dialami khususnya pada ibu hamil. Diskriminasi pada ras dan etnis terjadi karena adanya favoritism terhadap sebuah ras tertentu dan mengucilkan kesempatan orang lain hanya karena faktor ras dan etnis. Diskriminasi dengan ras dan etnis juga sama sensitifnya dengan diskriminasi yang terjadi karena agama.

Diskriminasi pada orang-orang yang mengalami ketidakberuntungan atau (mohon maaf) –cacat- juga masih merupakan salah satu kendala yang terjadi di Indonesia. Padahal berdasarkan UU No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (UU Penyandang Cacat), dan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.: 01.KP.01.15.2002 tentang Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Cacat di Perusahaan tertanggal 26 Februari 2002 (SE Menakertrans No. 01/2002), penyandang cacat seharusnya turut diberikan kesempatan untuk bekerja.

Diskriminasi lainnya seperti diskriminasi akibat masa jabatan atau mempertimbangkan seseorang berdasarkan senioritasnya merupakan budaya feodal warisan Belanda yang masih mewarnai perusahaan-perusahaan di Indonesia. Padahal senioritas tidaklah secara pasti menunjukkan kemampuan seseorang lebih baik daripada orang lain yang bekerja lebih sebentar dari dirinya.

Diskriminasi dapat menurunkan tingkat kepuasan seorang karyawan dalam bekerja, dapat menurunkan motivasi karyawan yang terkena diskriminasi, dan dapat meningkatkan turn over atau perpindahan karyawan. Bayangkan bila karyawan yang pindah atau resign itu adalah karyawan-karyawan yang sebenarnya punya potensi yang luar biasa.

hal itu sering terjadi karena biasanya terdapat perbedaan suku,ras,agama dan budaya dari pegawai di perusahaan tersebut. Diskriminasi jahat juga biasanya terjadi karena faktor individu diperusahaan tersebut, semisal kenaikan pangkat seseorang dan ada yang berusaha untuk menjatuhkan seseorang tersebut.Β