Muhammad Afkaar Riqqat (23060430070) langkah-langkah massage atlet

Muhammad Afkaar Riqqat (23060430070) langkah-langkah massage atlet

by MUHAMMAD AFKAAR RIQQAT 23060430070 -
Number of replies: 0

Ketegangan otot pada atlet menjelang pertandingan perlu ditangani dengan pijat olahraga (sports massage) yang tepat agar otot kembali rileks, sirkulasi darah lancar, dan performa tetap optimal. Berikut langkah-langkah pijat yang umum digunakan beserta tujuan tiap tahapannya:

1. Effleurage (Usapan Ringan)

Cara:

Usapan ringan menggunakan telapak tangan dengan arah menuju jantung (searah aliran darah vena).

Tujuan:

• Menghangatkan otot

• Melancarkan peredaran darah

• Mempersiapkan jaringan otot untuk tahap berikutnya

• Memberi efek relaksasi awal

2. Petrissage (Remasan)

Cara:

Gerakan meremas, mengangkat, dan menekan otot secara perlahan.

Tujuan:

• Mengurangi ketegangan dan kekakuan otot

• Meningkatkan aliran darah ke jaringan lebih dalam

• Membantu mengeluarkan zat sisa metabolisme (asam laktat)

3. Friction (Gesekan Tekanan)

Cara:

Tekanan kuat dengan gerakan melingkar kecil atau melintang pada area yang tegang.

Tujuan:

• Mengatasi titik nyeri (trigger point)

• Memecah adhesi (perlekatan jaringan)

• Meningkatkan fleksibilitas otot

4. Tapotement (Pukulan Ringan)

Cara:

Gerakan menepuk ringan menggunakan sisi tangan, jari, atau telapak tangan.

Tujuan:

• Menstimulasi otot dan saraf

• Meningkatkan kesiapan otot sebelum bertanding

• Memberikan efek segar dan meningkatkan kewaspadaan

5. Vibration (Getaran)

Cara:

Getaran halus dengan tangan pada area tertentu.

Tujuan:

• Merilekskan otot secara mendalam

• Mengurangi rasa nyeri ringan

• Menenangkan sistem saraf

6. Effleurage Penutup

Cara:

Mengulang usapan ringan seperti di awal.

Tujuan:

• Menenangkan kembali otot

• Membantu pemulihan dan relaksasi akhir

• Menyempurnakan sirkulasi darah

Kesimpulan

Urutan pijat yang tepat biasanya dimulai dari ringan → dalam → stimulasi → relaksasi kembali. Dengan teknik ini, otot yang tegang akan lebih siap digunakan, risiko cedera menurun, dan performa atlet bisa tetap maksimal saat pertandingan.

Â