Fadhilah Nurrohmah_23060430025

Fadhilah Nurrohmah_23060430025

by Fadhilah Nurrohmah 23060430025 -
Number of replies: 0

1. Persiapan Ruangan dan Peralatan Sebelum memulai, penting untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung kelancaran proses dan kepuasan pasien.ย 

Ruang Pijat: Harus luas, nyaman, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Idealnya memiliki ruang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. * Tempat Tidur (Massage Bed): Tingginya harus disesuaikan dengan tinggi badan tukang pijat (biasanya 70-90 cm atau setinggi pertengahan paha) untuk mencegah kelelahan otot pinggang atau lengan. Tempat tidur sebaiknya tidak terlalu kenyal dan dilapisi sprei bersih. * **Bahan Pelicin**: Menggunakan minyak zaitun, minyak kelapa, atau handbody.ย Tujuannya adalah memudahkan manipulasi dan mengurangi rasa perih pada kulit kering atau lebarnya.

Alat Pelengkap:

Guling: Diletakkan di bawah lutut (telentang) atau pergelangan kaki (telungkup) agar otot menjadi rileks dan mencegah cedera akibat tekanan. * Handuk: Digunakan untuk menyeka keringat, menutupi tubuh pasien, dan membersihkan sisa pelicin.

2. Persiapan Masseur dan Pasien

Kondisi Masseur: Tangan harus bersih, kuku pendek, dan bebas dari perhiasan agar tidak melukai pasien. Tukang pijat harus bugar dan memiliki kekuatan otot serta daya tahan tinggi.

Kebersihan: Pasien harus dalam keadaan bersih untuk menghindari infeksi dan memastikan efektivitas pijat. * **Pakaian** : Tukang pijat disarankan memakai pakaian kerja kesehatan yang rapi, sedangkan pasien menggunakan pakaian seminim mungkin (seperti celana pendek) agar seluruh bagian tubuh mudah dijangkau.

3. Tahapan Pelaksanaan dan Teknik

Posisi dan Urutan:

Telungkup: Selalu dimulai dari sisi kiri tubuh pasien, menyelesaikan satu bagian (misal kulkas kiri) sebelum berpindah ke kanan. * **Telentang**: Dimulai dari sisi kanan tubuh pasien terlebih dahulu.

Arah Gerakan: Menggunakan arah sentripetal (menuju jantung).

Tujuannya adalah mempercepat aliran cairan limfe dan darah vena yang mengandung sisa pembakaran menuju jantung.

Tekanan dan Irama: Dimulai dengan tekanan halus untuk mendeteksi kelainan atau nyeri. Tekanan ditingkatkan secara bertahap (ringan, sedang, hingga kuat) sesuai ketebalan kulit dan kebutuhan otot.

Irama: Lambat dan berirama untuk relaksasi, atau cepat dan keras untuk stimulasi.

4. Dosis dan Frekuensi

Waktu: Pijat lokal (misal paha) membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sedangkan pijat seluruh tubuh dapat memakan waktu 1 hingga 2 jam.ย  Frekuensi: Untuk olahragawan rutin, dianjurkan 1-2 kali seminggu untuk seluruh tubuh. Setelah di-pijat, pasien sebaiknya istirahat sejenak dan menghindari pekerjaan berat.