Seorang atlet yang mengalami kekakuan otot menjelang pertandingan memerlukan penanganan melalui massage sebelum aktivitas (pre-activity massage) yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan, meningkatkan elastisitas otot, melancarkan peredaran darah, serta mempersiapkan tubuh agar siap bertanding .
ย
Langkah pertama adalah effleurage (usap/lulut), yaitu gerakan mengusap secara ringan hingga sedang searah aliran darah menuju jantung. Tahap ini bertujuan untuk memanaskan otot, melancarkan sirkulasi darah dan limfe, serta memberikan efek relaksasi awal.
ย
Langkah kedua adalah petrissage (remasan), yaitu teknik meremas dan mengangkat otot secara perlahan. Tujuannya untuk mengurangi kekakuan otot, meningkatkan sirkulasi darah lebih dalam, serta membantu mengurangi penumpukan sisa metabolisme seperti asam laktat.
ย
Selanjutnya dilakukan friction (gosokan tekanan), yaitu gerakan menggosok dengan tekanan lebih dalam pada bagian otot yang terasa kaku. Tahap ini bertujuan untuk mengurangi nyeri, menghancurkan penumpukan zat sisa, dan meningkatkan kelenturan jaringan otot.
ย
Tahap berikutnya adalah tapotement (pukulan ringan), yaitu gerakan menepuk-nepuk otot dengan ritme cepat. Tujuannya untuk merangsang saraf dan otot sehingga meningkatkan kesiapan tubuh serta memberikan efek stimulasi sebelum bertanding.
ย
Kemudian dilakukan vibration atau shaking (getaran/guncangan), yaitu gerakan menggoyangkan atau menggetarkan otot secara ringan. Tujuannya untuk melemaskan otot lebih lanjut dan mengurangi sisa ketegangan.
ย
Terakhir, massage ditutup kembali dengan effleurage, yang bertujuan untuk menenangkan otot, menormalkan sirkulasi, dan memberikan rasa nyaman.
ย
Dengan urutan tersebut, massage berfungsi secara preparatif dan preventif, yaitu menyiapkan kondisi fisik atlet sekaligus mencegah cedera sehingga performa saat pertandingan dapat optimal.