Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002 -
Number of replies: 29

Sejauh mana paradigma filsafat ilmu mempengaruhi cara kita memilih metode riset?

In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Eki Piroza 24071340017 -
Paradigma filsafat ilmu sangat memengaruhi cara kita memilih metode riset, karena paradigma tersebut menentukan bagaimana kita memandang realitas (ontologi), bagaimana kita mengetahui sesuatu (epistemologi), dan bagaimana kita mengumpulkan serta menganalisis data (metodologi). Artinya, pandangan filosofis dasar seorang peneliti akan membentuk kerangka berpikir dan pendekatan penelitian yang digunakan. Sehingga Paradigma filsafat ilmu membentuk fondasi pemilihan metode riset. Tanpa kesadaran akan paradigma yang digunakan, metode yang dipilih bisa tidak sesuai dengan tujuan dan sifat penelitiannya. Paradigma dan metode harus selaras agar hasil riset valid dan bermakna.
In reply to Eki Piroza 24071340017

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by NELLY 24071340022 -
Paradigma filsafat ilmu memainkan peran penting dalam menentukan metode riset yang digunakan dalam suatu penelitian. Cara menetukan paradigma filsafat ilmu mempengaruhi pemilihan metode riset seperti Ontologi. Dimana pandangan tentang realitas dan keberadaan mempengaruhi pemilihan metode. Misalnya, positivisme cenderung menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur fenomena sosial, sedangkan interpretivisme lebih memilih metode kualitatif untuk memahami makna dan interpretasi. Selain itu juga dengan cara Epistemologi. Hal ini menjelaskan pandangan tentang pengetahuan dan bagaimana pengetahuan diperoleh mempengaruhi pemilihan metode. Misalnya, empirisme cenderung menggunakan metode eksperimental, sedangkan konstruktivisme lebih memilih metode yang berfokus pada konstruksi sosial. Dan Metodologi. Hal ini juga merupakan paradigma filsafat ilmu mempengaruhi pemilihan metode penelitian, seperti kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Misalnya, paradigma positivisme cenderung menggunakan metode kuantitatif, sedangkan paradigma interpretivisme cenderung menggunakan metode kualitatif.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Nurlaily Samawati -
Paradigma mencakup keyakinan filosofis tentang hakikat realitas (ontologi), cara memeroleh pengetahuan (epistemologi) dan nilai-nilai dalam penelitian (aksiologi). Ketiga hal ini mengarahkan pilihan kita terhadap pendekatan dan metode penelitian.
 
Paradigma filsafat ilmu berperan sebagai kerangka berpikir dasar yang menentukan cara pandang peneliti terhadap realitas, jenis pertanyaan yang diajukan dan metode yang digunakan.
Jadi, sebelum memilih metode riset, peneliti harus menyadari posisi paradigma yang dianutnya, karena itu akan:
• Menentukan jenis data yang dikumpulkan pada penelitian.
• Menentukan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian.
• Memengaruhi cara interpretasi terhadap hasil penelitian.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Nanin Ardiyanti 24071340019 -
filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara alami. Paradigma filsafat ilmu tidak hanya membentuk asumsi dasar tentang dunia dan pengetahuan, tetapi juga menentukan pendekatan metodologis—mulai dari pemilihan masalah, jenis data, sampai teknik analisis. Dengan kata lain, paradigma filsafat menjadi kerangka kerja yang mendasari pilihan metodologis secara menyeluruh dalam suatu riset ilmiah.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Septhy Dwi Jayanthy 24071340006 -
Paradigma filsafat ilmu menjadi fondasi awal yang mengarahkan seluruh proses riset, dari penyusunan masalah, pemilihan metode, hingga cara menafsirkan hasil. Dengan kata lain, metode riset bukan dipilih secara teknis semata, tetapi juga berakar pada keyakinan filosofis peneliti tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Andi Prabowo 24071340024 -
Dalam memahami, Sejauh mana paradigma filsafat ilmu mempengaruhi cara kita memilih metode riset, menurut Ginting & Situmorang (2008, hlm. 12) Filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa sehingga memenuhi asas pengaturan secara prosedural, metologis, teknis, dan normatif akademis.
Berdasarkan pendapat ahli diatas, Menurut Saya bisa dikatakan bahwa paradigma filsafat ilmu itu dasar pemikiran kita agar hasil penelitian ilmiah itu benar, teratur, dan bisa dipercaya serta bukan hanya perkiraan atau pendapat pribadi. Paradigma filsafat ilmu juga menjadi fondasi dalam proses pemilihan metode riset karena ia mengarahkan cara pandang peneliti terhadap apa yang disebut ilmu dan kebenaran dengan pilihan serta kesesuaian dalam menentukannya.

Sumber :
Ginting, P., & Situmorang, S. H. 2008. Filsafat Ilmu dan Metode Riset. Medan: USU Press.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Arditama 24071340001 -
Paradigma filsafat adalah pondasi yang tidak terlihat namun memiliki eksitensi yang krusial dalam membentuk bangunan sebuah penelitian. memahami sudut pandang sendiri dan sudut pandang orang lain memungkinkan seorang peneliti untuk membuat pilihan metodologis yang konsisten dengan tujuan penelitian serta untuk menginterpretasikan hasil penelitian dengan penuh kesadaran dengan asumsi-asumsi yang mendasarinya.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Muhammad Farid Aslam 24071340015 -
Paradigma filsafat ilmu sangat berperan dalam menentukan cara kita memilih metode riset karena paradigma ini menjadi kerangka pemikiran dasar tentang bagaimana ilmu itu dipahami dan dijalankan.

Kalau paradigma kita positivistik, kita cenderung memilih metode kuantitatif yang mengutamakan pengukuran, eksperimen, dan data objektif. Sedangkan jika paradigma kita interpretatif atau konstruktivistik, kita lebih condong ke metode kualitatif yang fokus pada pemahaman makna dan pengalaman subjektif.

Jadi, paradigma bukan hanya soal teori, tapi juga mengarahkan bagaimana kita mengumpulkan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Ini membuat riset jadi lebih konsisten dan sesuai dengan tujuan serta sifat objek yang diteliti.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Octarina 24071340029 -
Paradigma filsafat ilmu menentukan cara pandang dan asumsi dasar kita tentang realitas, pengetahuan, dan cara memperoleh kebenaran. Karena itu, paradigma ini sangat mempengaruhi pemilihan metode riset.
Misalnya, paradigma positivisme cenderung memilih metode kuantitatif yang terukur dan objektif, sedangkan paradigma konstruktivisme lebih memilih metode kualitatif yang fokus pada makna dan pengalaman subjektif. Jadi, paradigma filsafat ilmu menjadi landasan dasar dalam menentukan metode riset yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Paradigma filsafat ilmu secara fundamental memengaruhi pilihan metode riset karena paradigma tersebut membentuk pandangan kita tentang realitas (ontologi), apa yang bisa kita ketahui (epistemologi), dan bagaimana cara kita memperoleh pengetahuan tersebut (metodologi).
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Kethy Inriani 24071340021 -
Paradigma filsafat ilmu memegang peran dalam menentukan metode riset yang digunakan oleh peneliti. Paradigma ini mencakup pandangan dasar mengenai realitas, cara memperoleh pengetahuan, serta nilai-nilai yang dianut dalam proses penelitian. Ketiga aspek tersebut dikenal sebagai ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dalam hal ontologi, paradigma berbeda memberikan pandangan yang berbeda tentang hakikat realitas. Contohnya, paradigma positivistik melihat realitas sebagai sesuatu yang bersifat objektif dan tunggal. Sebaliknya, paradigma konstruktivistik memandang realitas sebagai hal yang subjektif dan beragam. Perbedaan pandangan ini berdampak pada pilihan metode penelitian. Paradigma positivistik lebih memilih metode kuantitatif yang mengandalkan data numerik dan pengujian hipotesis, sedangkan paradigma konstruktivistik lebih cocok menggunakan metode kualitatif yang fokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena. Epistemologi dalam paradigma juga memengaruhi cara peneliti berinteraksi dengan objek penelitian. Pada paradigma positivistik, peneliti diposisikan sebagai pihak yang terpisah dan bersifat objektif, sehingga metode seperti eksperimen dan survei laboratorium menjadi pilihan yang sesuai. Di sisi lain, paradigma interpretatif atau fenomenologi menempatkan peneliti sebagai bagian dari proses penelitian, dengan tujuan memahami makna subjektif pengalaman manusia. Oleh karena itu, metode seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif lebih dominan digunakan dalam paradigma ini. Selain itu, aksiologi yang terkait dengan paradigma menentukan nilai dan etika yang dijunjung dalam penelitian. Paradigma kritis, contohnya, mengutamakan isu keadilan dan kekuasaan, sehingga peneliti menggunakan metode reflektif dan partisipatif seperti penelitian tindakan atau etnografi kritis untuk memberikan kontribusi pada perubahan sosial. Paradigma filsafat ilmu menjadi landasan filosofi yang membimbing peneliti dalam memilih metode yang tepat sesuai dengan asumsi tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Pemahaman yang mendalam mengenai paradigma ini sangat penting agar metode yang digunakan konsisten dan hasil penelitian dapat diandalkan. Dengan demikian, paradigma tidak hanya mempengaruhi bagaimana penelitian dilakukan, tetapi juga bagaimana hasil penelitian diinterpretasikan dan diaplikasikan.

Contoh Kasus Pemilihan Metode Riset Berdasarkan Paradigma
Seorang peneliti pendidikan ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa. Dalam memilih paradigma dan metode riset, peneliti mempertimbangkan tujuan dan karakteristik fenomena yang ingin diteliti. Jika peneliti memilih paradigma positivistik, maka dia menganggap hasil belajar siswa sebagai data yang dapat diukur secara objektif dan nyata. Peneliti akan menggunakan metode kuantitatif, contohnya eksperimen atau survei dengan tes hasil belajar sebagai alat ukur. Data numerik yang diperoleh dari tes tersebut kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat apakah metode pembelajaran daring benar-benar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Namun, jika peneliti menggunakan paradigma konstruktivistik atau interpretatif, fokusnya lebih pada bagaimana siswa memahami dan mengalami proses pembelajaran daring tersebut. Peneliti akan memakai metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus (focus group discussion) untuk menggali pengalaman, persepsi, dan makna yang siswa rasakan selama mengikuti pembelajaran daring. Peneliti ingin memahami alasan di balik keberhasilan atau kesulitan yang dialami siswa. Sementara itu, bila peneliti menganut paradigma kritis, dia mungkin ingin mengkaji bagaimana faktor sosial atau ketidakadilan dalam akses teknologi mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran daring. Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan penelitian tindakan atau etnografi kritis untuk melibatkan siswa dan guru dalam proses perubahan sistem pembelajaran agar lebih adil dan merata.

Dengan contoh ini, terlihat bagaimana paradigma filsafat ilmu memandu peneliti dalam menentukan metode riset yang paling sesuai dengan tujuan dan karakteristik masalah yang diteliti. Paradigma bukan hanya sebuah pilihan teori, tetapi juga kerangka kerja yang mengarahkan seluruh proses penelitian.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Dian Pratiwi 24071340018 -
Paradigma filsafat ilmu memberikan arah yang jelas terhadap cara pandang peneliti dalam melihat dunia dan bagaimana ia melakukan riset. memahami paradigma bukan hanya memperkaya pengetahuan metodologis, tetapi juga memastikan bahwa pendekatan riset digunakan selaras dengan landasan filosofis yang diyakini
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Septi Ekaningsih 24071340026 -
Paradigma filsafat ilmu sangat memengaruhi pemilihan metode riset karena dapat membantu peneliti dalam memahami asumsi mendasar, merumuskan pertanyaan penelitian, dan memilih metode yang sesuai dengan tujuan penelitian. Paradigma juga memengaruhi cara peneliti menginterpretasi hasil penelitian. Filsafat ilmu memberikan landasan logis dan sistematis bagi metodologi penelitian, karena metode penelitian yang baik harus dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Dengan memahami paradigma filsafat ilmu, peneliti dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam dan bermakna, serta menghasilkan pengetahuan yang lebih relevan dan bermanfaat.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Tri Yudha Silalahi 24071340007 -
Paradigma filsafat ilmu sangat mempengaruhi cara kita memilih metode riset, karena paradigma tersebut menentukan:
1. Paradigma menentukan bagaimana peneliti memandang hakikat realitas (ontologi). Pandangan ontologis seorang peneliti akan sangat menentukan jenis fenomena yang dianggap valid untuk diteliti.
2. Paradigma menentukan bagaimana pengetahuan dapat diperoleh (epistemologi). Secara epistemologi akan membahas tentang bagaimana pengetahuan diperoleh, bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu, dan apa yang dianggap sebagai pengetahuan yang valid.
3. Paradigma juga menentukan peran nilai dalam riset (aksiologi). Secara aksiologi menentukan mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan, serta bagaimana nilai-nilai peneliti mempengaruhi proses penelitian.
Oleh karena itu, sebelum memilih metode riset, penting bagi seorang peneliti untuk memahami dan merefleksikan paradigma filsafat ilmu yang mendasarinya. Keselarasan antara paradigma dan metode riset akan memastikan penelitian yang koheren, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Paradigma juga menentukan bagaimana kita memandang realitas, cara memperoleh pengetahuan, dan peran nilai, yang semuanya memengaruhi desain riset, pengumpulan data, dan analisis.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Dwi Ratnasari 24071340020 -
Paradigma filsafat mempengaruhi cara kita memilih metode riset karena filsafat ilmu dapat membantu seorang peneliti dalam menentukan metode penelitian yang akan dilakukan. Paradigma dalam filsafat ilmu menentukan dalam pemilihan metode penelitian dengan cara: Pandangan mengenai Ontologis, paradigma ini menentukan tentang bagaimana pandangan peniliti dalam memahami realitas. Pandangan mengenai Epistemologis, suatu landasan atau dasar yang memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana peniliti dapat memperoleh pengetahuan sehingga nantinya dapat menentukan pendekatan dan metode yang digunakan dalam suatu proses penelitian. Pandangan mengenai Aksiologi, setiap paradigma dalam filsafat ilmu memiliki pemahaman yang berbeda mengenai sejauh mana dan dengan cara apa nilai-nilai dapat mempengaruhi proses penelitian.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, paradigma filsafat ilmu bukan hanya sebatas kerangka teoretis saja, melainkan sebagai panduan yang penting dalam mengambil Keputusan metodologis peneliti. Pemahaman yang mendalam tentunya akan membuat peneliti dapat memilih metode penelitian yang paling sesuai dan tujuan penelitian yang akan dicapai.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Yuliana 24071340002 -
Filsafat ilmu memiliki pengaruh yang fundamental dan membantu peneliti menentukan dan memilih metode riset. Dalam buku "Filsafat Ilmu dan Metode Riset" oleh Paham Ginting dan Syafrizal Helmi Situmorang menguraikan hubungan erat antara filsafat ilmu dan metodologi riset, menunjukkan bahwa pilihan metode tidaklah netral, melainkan didasari oleh asumsi-asumsi filosofis.
Berikut adalah sejauh mana paradigma filsafat ilmu mempengaruhi pemilihan metode riset menurut buku ini:
1. Penentuan Asumsi Dasar tentang Realitas dan Pengetahuan (Ontologi dan Epistemologi)
Buku ini menegaskan bahwa setiap pendekatan ilmiah didasarkan pada asumsi tertentu tentang apa itu realitas (ontologi) dan bagaimana kita dapat memperoleh pengetahuan tentang realitas tersebut (epistemologi). Asumsi-asumsi inilah yang menjadi inti dari sebuah paradigma, yaitu:
a. Jika paradigma berasumsi bahwa realitas itu objektif, tunggal, dan dapat diukur (misalnya, dalam pandangan positivisme), maka metode riset yang dipilih akan cenderung kuantitatif. Metode ini berfokus pada pengukuran variabel, uji hipotesis, dan generalisasi hasil. Peneliti akan berusaha untuk bersikap netral dan objektif, meminimalkan bias.
b. Sebaliknya, jika paradigma berasumsi bahwa realitas itu bersifat subjektif, majemuk, dan dikonstruksi secara sosial (misalnya, dalam pandangan interpretivisme atau fenomenologi), maka metode riset yang dipilih akan cenderung kualitatif. Metode ini berfokus pada pemahaman makna, interpretasi, dan pengalaman individu, dengan peneliti yang terlibat dalam proses interpretasi.

2. Penentuan Jenis Pertanyaan Riset yang Diajukan
Paradigma filsafat ilmu akan mengarahkan peneliti untuk mengajukan jenis pertanyaan riset yang berbeda, yaitu:
a. Paradigma yang cenderung positivistik akan menghasilkan pertanyaan riset yang berfokus pada "apa" dan "seberapa banyak" (misalnya, "Apakah ada hubungan antara X dan Y?", "Seberapa besar dampak A terhadap B?"), yang cocok diuji dengan metode kuantitatif.
b. Paradigma yang cenderung interpretif akan menghasilkan pertanyaan riset yang berfokus pada "bagaimana" dan "mengapa" (misalnya, "Bagaimana individu mengalami fenomena Z?", "Mengapa seseorang memaknai situasi W dengan cara tertentu?"), yang cocok diuji dengan metode kualitatif.

3. Penentuan Kriteria Keilmiahan dan Validitas
Setiap paradigma memiliki kriteria sendiri tentang apa yang dianggap sebagai pengetahuan ilmiah yang valid dan bagaimana validitas tersebut dapat dicapai. Hal ini berimplikasi pada:
a. Bagi paradigma positivisme, validitas sering dikaitkan dengan reliabilitas pengukuran, objektivitas data, dan kemampuan generalisasi statistik. Metode yang dipilih harus memastikan hal ini (misalnya, penggunaan instrumen standar, kontrol variabel, analisis statistik inferensial).
b. Bagi paradigma interpretif, validitas lebih terkait dengan kredibilitas (apakah temuan mencerminkan realitas yang dialami partisipan), transferabilitas (apakah temuan dapat diterapkan pada konteks serupa), dan keterpercayaan (konsistensi interpretasi). Metode yang dipilih akan menekankan hal ini (misalnya, triangulasi, member checking, deskripsi tebal).

4. Pengaruh terhadap Peran Peneliti
a. Paradigma positivisme melihat peneliti sebagai pengamat eksternal yang netral, yang tidak boleh memengaruhi subjek penelitian. Metode yang dipilih (misalnya, survei anonim, eksperimen terkontrol) dirancang untuk mempertahankan jarak ini.
b. Paradigma interpretivisme mengakui bahwa peneliti adalah bagian dari proses penelitian dan interpretasi. Keberadaan peneliti dan interaksinya dengan subjek dianggap penting untuk memahami makna. Metode yang dipilih (misalnya, wawancara mendalam, observasi partisipan) memungkinkan keterlibatan ini.

5. Pemilihan Desain Riset dan Teknik Pengumpulan Data
Secara praktis, perbedaan filosofis ini akan termanifestasi dalam pemilihan desain riset (eksperimental, survei, studi kasus, etnografi) dan teknik pengumpulan data spesifik (kuesioner terstruktur, wawancara tidak terstruktur, observasi partisipan, analisis dokumen).

Sumber: Ginting, P., & Situmorang, S. H. (2008). Filsafat ilmu dan metode riset. USU Press.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Agustina Boka Sampebatu 24071340010 -
1. Paradigma filsafat ilmu merupakan pandangan mendasar tentang eksistensi pengetahuan, bagaimana pengetahuan itu dirumuskan, dan bagaimana realitas tersebut dapat dikaji secara ilmiah. Paradigma ini mencakup epistemologi (teori pengetahuan), ontologi (hakikat realitas), dan aksiologi (nilai dalam penelitian).
2. Pengaruh Paradigma terhadap Pemilihan Metode
• Paradigma Positivistik (Positivisme): Berpandangan bahwa realitas bersifat objektif dan bisa diukur secara kuantitatif. Oleh karena itu, metode kuantitatif seperti eksperimen, survei, dan statistik menjadi pilihan utama. Peneliti fokus pada pengujian hipotesis dan generalisasi hasil.
• Paradigma Konstruktivistik (Interpretivisme): Memahami bahwa realitas bersifat subyektif dan dibangun oleh manusia. Penelitian lebih menekankan pada makna, pengalaman, dan konteks sosial. Metode kualitatif seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi kasus digunakan untuk menangkap kompleksitas fenomena.
• Paradigma Kritis: Melibatkan analisis hubungan kekuasaan dan perubahan sosial, sering menggunakan metode kualitatif dengan tujuan pemberdayaan dan transformasi sosial.
• Paradigma Pragmatik: Menggunakan metode yang paling sesuai dengan permasalahan riset tanpa terikat pada satu pandangan filosofis tertentu, sering mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed methods).
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Servasius Sai 24071340025 -
Konsep dasar dari paradigma adalah suatu cara berpikir, titik acauan, model, pola, atau cara berpikir yang mendasar dalam suatu bidang ilmu. Bila dikaitkan dengan bidang ilmu filsafat maka paradigma sering digunakan untuk memahami cara ilmu pengetahuan berkembang dan bagaimana berbagai perspektif atau teori muncul. Dalam konteks penelitian riset, filsafat sangat memberi kontribusi yang berarti. Bidang keilmuan filsafat memberikan landasaan pemikiran, paradigma filsafat memberikan kerangka dasar bagi pemikiran dan penelitian. Paradigma adalah fondasi filosofis yang membimbing peneliti memilih metode riset yang paling sesuai dengan cara pandangnya terhadap dunia.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Nanang Qosim Ali Hamid 24071340003 -
Dalam pengaruh paradigma filsafat ilmu kita bisa mencontohkan seperti halnya seseorang memutuskan untuk melakukan sebuah penelitian, hal pertama yang perlu dipahami bukan hanya topik apa yang ingin dikaji, tapi juga bagaimana memandang dunia dan pengetahuan. Inilah yang disebut dengan paradigma filsafat ilmu — semacam framework yang kita pakai untuk melihat realitas.

Paradigma ini tidak hanya berpengaruh pada cara kita berpikir, tetapi juga mengarahkan pilihan metode riset yang akan digunakan. Jadi, sebelum kita memilih mau pakai metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran, penting untuk menyadari bahwa kita sedang membawa cara pandang tertentu terhadap dunia.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Nolia 24071340005 -
Paradigma filsafat ilmu mempengaruhi cara memilih metode riset dengan membentuk pandangan peneliti tentang realita, bagaimana pengetahuan dapat diperoleh, dan nilai-nilai atau tujuan dari penelitian yang akan dilakukan sehingga membimbing peneliti dalam menentukan pendekatan, desain, dan teknik pengumpulan serta analisis data.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Rhama Duniati 24071340004 -
Paradigma filsafat ilmu sangat mempengaruhi dalam memilih metode riset, karena paradigma tersebut menjadi fondasi bagi seluruh proses penelitian, mulai dari merumuskan masalah hingga interpretasi hasil. Pengaruh ini terjadi melalui tiga dimensi utama filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Paradigma filsafat ilmu tidak hanya mempengaruhi, tetapi juga menentukan cara kita memilih dan mengembangkan metode riset. Paradigma tersebut membimbing peneliti dalam memastikan bahwa metode yang dipilih sesuai dengan tujuan, asumsi dasar, serta nilai-nilai yang dipegang, sehingga meningkatkan kualitas, integritas, dan relevansi penelitian ilmiah .
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Isran Mihardi 24071340013 -
Paradigma filsafat ilmu membentuk cara pandang peneliti terhadap realitas, yang kemudian mengarahkan pemilihan metode riset yang sesuai. Pemilihan metode bukan sekadar teknis, tapi ditentukan oleh keyakinan filosofis tentang:
Apa yang bisa diketahui (ontologi)
Bagaimana kita mengetahuinya (epistemologi)
Untuk apa pengetahuan itu digunakan (aksiologi)
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by RESDIAN 24071340027 -
Pengaruh Paradigma melalui Ontologi
Ontologi menyangkut pertanyaan tentang apa yang ada (realitas) dan bagaimana kita memahami sifat realitas tersebut. Paradigma ontologis yang berbeda akan mengarahkan peneliti pada metode riset yang sesuai dengan asumsi mereka tentang realitas.
Pengaruh Paradigma melalui Epistemologi
Epistemologi menyangkut bagaimana kita memperoleh pengetahuan dan apa yang dianggap sebagai pengetahuan yang sah. Paradigma epistemologis memengaruhi pilihan metode riset dengan menentukan cara data dikumpulkan dan diinterpretasikan.
Pengaruh Paradigma melalui Aksiologi
Aksiologi menyangkut nilai-nilai yang mendasari tujuan penelitian, termasuk nilai etis, sosial, dan praktis. Dalam konteks kajian filsafat ilmu, aksiologi memengaruhi metode riset dengan menentukan tujuan dan dampak penelitian.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Riskan Akhbari 24071340023 -
Paradigma filsafat sangat membantu dalam menentukan sudut pandang dalam realitas, pengetahuan dan nilai-nilai dalam ilmu. Seorang peneliti dapat menemukan kerangka konseptual penelitian, misalnya ; menentukan jenis pertanyaan riset, memilih metode dan Teknik penelitian serta menefsirkan hasil penelitian. Secara lebih rinci sejauh mana paradigma filsafat memiliki pengaruh dalam menentukan metode riset, Misalnya, jika paradigma kita positivistik, kita cenderung memilih metode kuantitatif yang mengutamakan pengukuran, eksperimen, dan data objektif. Sedangkan jika paradigma kita interpretatif atau konstruktivistik, kita lebih condong ke metode kualitatif yang fokus pada pemahaman makna dan pengalaman subjektif. Kemudian jika kita menggunakan paradigma pragmatic maka kita cenderung menggunakan kombinasi metode kuntitatif dan kualitatif. Dalam hal ini dapat mengarahkan bagaimana kita mengumpulkan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Uli 24071340011 -
Paradigma filsafat ilmu sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara kita menentukan metode riset. Sebagaimana kita pahami bahwa paradigma merupakan “Wordl View” atau mengenai bagaimana cara seseorang memandang “sesuatu”. Pandangan yang dimaksud tentu berpengaruh pada bagiamana kita menentukan metode riset. Dalam materi yang telah dipelajari bahwa ada tiga macam penelitian berbasis paradigma yaitu positivisme, rasionalisme dan fenomenologi. Setiap jenis penelitian memiliki karakteristik masing-masing ditinjau dari kerangka teori sebagai tahapan persiapan awal penelitian, kedudukan obyek yang akan diteliti, hubungan antara objek dan peneliti, serta generalisasi hasil. Dengan perbedaan perbedaan itu tentu metode yang dikembangkan pun akan berbeda. Nah dalam hal ini metode akan sangat terkait dengan paradigma mana yang dijadikan landasan oleh peneliti untuk mengungkap suatu fenomena atau keilmuan. Paradigma nantinya akan menentukan jenis pertanyaan riset yang diajukan, bagaimana teknis data dikumpulkan dan dianalisis hingga hal apa saja yang bisa dijadikan sebagai dasar pembuktian yang valid.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Catur Yuanita 24071340009 -
Paradigma filsafat ilmu sangat berpengaruh terhadap cara kita memilih metode riset, karena cara pandang filsafat ilmu meliputi realita atau keberadaan (ontologis), bagaimana cara mendapatkan (epistemology), dan untuk apa digunakan (aksiologi). Melalui cara pandang filsafat ilmu yang menyeluruh tersebut dapat memandu kita dalam membuat kerangka dasar suatu penelitian; bagaimana kita mengamati fenomena, merumuskan pertanyaan, menentukan pendekatan, memilih metode serta menafsirkan hasil penelitian.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Lisa Sumartini 24071340028 -

Paradigma filsafat ilmu berhubungan dengan bagaimana cara mempelajari subjek, fenomena, metode penelitian serta intrumen penelitian. Masalah penelitian didapatkan melalui pengamatan/pengalaman (berfikir secara induktif) atau melalui rasional terlebih dahulu atau bersifat umum menuju ke khusus (secara deduktif). 

Jika penelitian bersifat empirik, maka metode penelitian yang dipilih adalah metode kuantitatif dan analisis uji statistik. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuisioner. Sedangkan penelitian yang bersifat deduktif, menggunakan akal bukan secara empirik maka metode yang paling cocok adalah kualitatif dengan instrumen nya adalah wawancara. 

In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Ibnu Ariwibowo 24071340014 -
Paradigma filsafat ilmu sangat memengaruhi cara kita memilih metode riset karena menjadi kerangka dasar berpikir ilmiah. Paradigma mencakup cara pandang terhadap realitas (ontologi), cara memperoleh pengetahuan (epistemologi), dan tujuan penggunaan ilmu (aksiologi).
Tiga paradigma utama yang berpengaruh:
1. Positivisme: Menganggap pengetahuan harus empiris dan dapat diukur. (Metode: kuantitatif, deduktif, objektif)
2. Rasionalisme: Menekankan logika dan akal dalam memperoleh kebenaran. (Metode: deduktif teoritis)
3. Fenomenologi: Menekankan pengalaman subjektif dan makna. (Metode: kualitatif, induktif, mendala)
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Handoko 24071340012 -
Paradigma filsafat ilmu sangat memengaruhi cara kita memilih metode riset, karena paradigma tersebut mencerminkan cara pandang kita terhadap realitas (ontologi), cara memperoleh pengetahuan (epistemologi), dan tujuan pengetahuan (aksiologi). Paradigma yang kita anut, baik itu positivistik, interpretatif, atau kritis, akan menentukan apakah kita menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran.
Sebagai mahasiswa, misalnya, jika saya memegang paradigma positivistik, saya akan cenderung memilih metode kuantitatif dalam penelitian, seperti menggunakan kuesioner dan analisis statistik karena saya percaya bahwa realitas sosial bisa diukur secara objektif. Sebaliknya, jika saya menganut paradigma interpretatif, saya mungkin akan memilih wawancara mendalam atau studi kasus, untuk memahami makna subjektif dari pengalaman seseorang.
Sebagai guru dan kepala sekolah, paradigma filsafat ilmu juga memengaruhi pendekatan saya dalam riset pendidikan di sekolah. Jika saya ingin menilai efektivitas program literasi berdasarkan data capaian siswa, saya akan memilih pendekatan empiris-positivistik. Namun, jika saya ingin memahami pengalaman guru dalam menerapkan kurikulum merdeka, maka saya akan menggunakan pendekatan fenomenologis atau naratif, karena fokusnya pada makna dan pengalaman personal. Dengan kata lain, paradigma filsafat ilmu membantu kita memilih metode yang paling sesuai dengan sifat pertanyaan riset dan realitas yang kita hadapi.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Perdebatan Aneka Metode Riset Keilmuan

by Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Paradigma filsafat ilmu memiliki pengaruh besar dalam pemilihan metode riset, karena paradigma ini menentukan cara kita memahami realitas (ontologi), cara kita memperoleh pengetahuan (epistemologi), serta bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis (metodologi). Dengan kata lain, pandangan filosofis dasar seorang peneliti akan memengaruhi kerangka berpikir dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, paradigma filsafat ilmu menjadi dasar yang penting dalam memilih metode riset. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai paradigma yang digunakan, metode yang dipilih bisa jadi tidak sesuai dengan tujuan dan sifat penelitian. Agar hasil riset menjadi valid dan bermakna, paradigma dan metode riset harus saling mendukung dan selaras.