diskusi 5 topik kajian epistomologi

diskusi 5 topik kajian epistomologi

oleh Lisa Sumartini 24071340028 -
Jumlah balasan: 0

1. Tidak semua ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan ilmiah. Ada pengetahuan yang didapatkan melalui uji dan verifikasi melalui latar belakang masalah atau pengamatan secara ojektif. Pengetahuan yang tidak perlu diuji kebenarannya misalkan yang berkaitan dengan estetika melibatkan intuisi, bidang metafisika atau doktrin (keberadaan dan kekuasaan Tuhan). Pengetahuan tersebut telah berada pada posisi akal manusia dan kemudian diimani karena sudah diyakini kebenarannya yang bersumber dari kitab suciย 

2. Akal dan pengalaman berjalan beriringan, tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Akal sering diistiklah rasional. sedangkan pengalaman/pengamatan dikaitkan dengan empirisme (sesuai data). Pengetahuan didasari oleh pengamatan (indrawi) kemudian diverifikasi oleh akal untuk difiliter kebenarannya dan pada akhirnya ditemukan suatu teori, konsep atau nilai yang diyakini

3. Kebenaran yang bersifat mutlak adalah kebenaran yang berhubungan dengan Tuhan, berasal dari kitab suci tanpa harus diuji kebenarannya atau perdebatan teori. Kebenaran dapat menjadi relatif jika berhubungan dengan teori yang berasal dari pemikiran manusia (rasional). Dikatakan benar, jika berdasarkan data (empirik) dan sudah melewati uji verifikasi. Namun tidak sampai di sini saja, kebenaran tersebut dapat berubah atau bertambah seiring dengan perkembangan penelitian yang dilakukan untuk menyanggah teori/konsep/nilai lama.

4. Manusia menerima suatu informasi diawali dengan kegiatan pengamatan secara fisik atau objektif melalui indera. Setelah fase pengamatan terjadi, maka informasi yang didapatkan diteruskan ke saraf sensorik (fase fisiologis), kemudian diteruskan lagi ke saraf pusat dan terjadi kesadaran. Sehingga informasi yang akan menjadi pengetahuan baru atau nilai yang diyakini bukan melalui pengamatan, melainkan melewati proses dari indera sampai dengan saraf pusat (akal) untuk diterima atau tidak.ย 

5. Epistomologi berkaitan dengan darimana pengetahuan itu berasal, menganalisis bagaimana kebenaran tersebut dikatakan benar sampai dengan kesimpulan kebenaran pengetahuan tersebut. Sehingga, perlu adanya keterampilan befikir kritis bagi siswa untuk menguji pengetahuan tersebut sampai dikatakan benar. Oleh karena itu, dalam mengembangkannya guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang relevan agar membiasakan siswa untuk berfikir kritis terhadap fenomena yang didapatkan melalui pengamatan atau pengalaman