- Apakah semua pengetahuan harus dapat dibuktikan secara ilmiah?
Tidak harus, karena dalam penelitian keilmuan harus disesuaikan dengan bidangnya dan apa yang akan diteliti. Penelitian yang yang mengharuskan pembuktian secara ilmiah biasa membutuhkan perlakuan eksperimen sehingga hasilnya objektif (biasanya pada bidang ekskta). Untuk bidang-bidang non eksakta pada umumnya tidak membutuhkan pembuktian ilmiah missal Sejarah, banyak informasi Sejarah tidak dapat diuji secara ilmiah karena tidak bisa direplikasi atau diamati langsung seperti artefak dan kesaksian sebagai gantinya.
- Mana yang lebih utama dalam memperoleh pengetahuan: akal atau pengalaman?
Tidak ada yang lebih utama, karena akal dan pengalaman adalah dua hal yang saling melengkapi. Menurut aliran rasionalisme akal adalah sumber utama pengetahuan sedangkan menurut aliran empirisme pengalaman indrawi adalah sau-satunya sumber pengetahuan yang valid. berdasarkan kedua pendapat tersebut, kedua pendapat tersebut saling melengkapi sehingga akal dan indrawi digunakan untuk memperoleh pengetahuan.
- Apakah kebenaran itu bersifat mutlak atau relatif?
Mutlak atau relatif suatu kebenaran tergantung dari konteks atau kerangka pemikiran yang digunakan. Kebenaran mutlak adalah selalu benar tidak tergantumg pada waktu, tempat dan sudut pandang. MIsalnya dalam system matematika dasar 3 + 3 = 6 adalah mutlak. Sedangkan kebenaran relative adalah kebenaran yang bergantung pada konteks, sudut pandang budaya, Bahasa, atau pengalaman pribadi. Misalnya gula itu enak untuk Sebagian orang tetapi tidak bagi yang lain.
- Apakah manusia dapat benar-benar mengetahui sesuatu secara objektif?
Secara singkat manusia mungkin dapat mengetahui bahwa sesuatu benar-benar objektif sangat terbatas, tergantung pada bagaimana mereka memandang sesuatu itu serta terkait bagaimana mereka menempatkan posisinya. Jika dikatakan manusia bisa objektif, tentu bisa karena di jaman modern ini objektivitas bisa dinilai dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Namun semua hal yang ada dalam diri manusia apalagi teknologi tentu memiliki batas dimana sejauh mana ia mampu tetap objektif dalam memandang sesuatu
jawaban tidak sebab manusia memiliki keterbatasan persepsi.
- Bagaimana epistemologi memengaruhi cara kita belajar dan mengajar di sekolah?
Epistemologi jika dipahami secara mendalam akan membantu para pendidik untuk merancang kurikulum yang lebih efektif, memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaan. Kurikulum dapat dirancang berdasarkan prinsip-prinsip epistemologi, seperti membangun pengetahuan melalui pengalaman dan penalaran. Materi pembelajaran dapat dipilih berdasarkan relevansi dengan kehidupan siswa dan kebutuhan mereka.