Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002 -
Number of replies: 32

Diskusikan Topik dibawah ini, jangan lupa cantumkan sumber referensi jika mengutip dari referensi lainnya. semua mahasiswa wajib memberikan jawaban diskusi. Terima kasih...

Apa yang dimaksud dengan persoalan ontologis dalam filsafat ilmu? Berikan contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan?

In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Octarina 24071340029 -
persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan asumsi asumsi mendasar tentang sifat realitas yang menjadi objek kajian ilmu pengetahuan persoalan ontologis menjadi fondasi bagi perkembangan teori dan metode dalam berbagai disiplin ilmu di mana banyak ilmuan memahami dan meneliti objek kajiannya
contoh hakikat kehidupan dalam biologi ,status pikiran dan kesadaran dalam psikologi sifat entitas ekonomi dalam ilmu ekonomi ,dan status masyarakat dalam sosiologi semua contoh ini mmenunjukkan bagaimana perekambangan dalam berbagai disiplin ilmu.
In reply to Octarina 24071340029

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by RESDIAN 24071340027 -
persoalan Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan pertanyaan tentang hakikat keberadaan, sifat dasar, dan struktur realitas dari objek atau fenomena yang menjadi subjek kajian ilmu. Ontologi meneliti apa yang ada (entitas), bagaimana entitas tersebut ada (apakah independen atau bergantung pada pikiran manusia), dan bagaimana hubungan antar entitas tersebut. Dalam konteks ilmu pengetahuan, persoalan ontologis membantu menentukan asumsi dasar tentang realitas yang mendasari suatu disiplin ilmu.
Ilmu Sosial (Sosiologi):
Pertanyaan Ontologis: Apakah struktur sosial (misalnya, kelas sosial, norma, atau institusi) benar-benar ada sebagai entitas independen di luar individu, atau hanya konstruksi mental yang tercipta dari interaksi manusia?

Penjelasan: Dalam sosiologi, pendekatan realis (misalnya, Emile Durkheim) memandang struktur sosial sebagai fakta sosial yang memiliki keberadaan objektif dan memengaruhi perilaku individu. Sebaliknya, pendekatan konstruktivis (misalnya, Peter Berger) berargumen bahwa struktur sosial adalah hasil konstruksi kolektif yang bergantung pada persepsi dan kesepakatan manusia. Ini mencerminkan persoalan ontologis tentang keberadaan realitas sosial.

Biologi:
Pertanyaan Ontologis: Apakah spesies biologis memiliki keberadaan objektif sebagai kategori alami, atau hanya label yang diciptakan manusia untuk mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan?

Penjelasan: Dalam taksonomi, ada debat apakah spesies adalah entitas nyata dengan batas-batas jelas di alam (realisme spesies) atau hanya konsep buatan untuk memudahkan klasifikasi (nominalisme). Misalnya, apakah "Homo sapiens" benar-benar ada sebagai entitas ontologis, atau hanya kategori yang kita definisikan berdasarkan ciri-ciri tertentu
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Agustina Boka Sampebatu 24071340010 -
Dalam konteks filsafat ilmu, persoalan ontologis berkaitan dengan pertanyaan dasar mengenai objek-objek yang dipelajari dalam berbagai disiplin ilmu dan bagaimana entitas-entitas tersebut ada. Ini termasuk mempertanyakan tentang jenis-jenis entitas yang ada di dunia, seperti materi, energi, pikiran, atau konsep-konsep abstrak lainnya yang sering menjadi objek penelitian dalam ilmu pengetahuan.
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan: Ontologi dalam Ilmu Sosial: Apakah "Kelas Sosial" Itu Nyata? Misalnya, apakah kelas sosial itu hanya konstruksi sosial yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ekonomi, ataukah ia benar-benar ada sebagai entitas yang terpisah dengan sifat-sifat tertentu yang dapat diidentifikasi secara objektif? Persoalan ini mencakup perdebatan antara realism (yang melihat kategori sosial seperti kelas sosial sebagai realitas yang dapat diamati) dan nominalisme (yang melihat kategori sosial hanya sebagai konstruksi atau label yang digunakan oleh manusia).
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Arditama 24071340001 -
Dalam filsafat ilmu persoalan ontologis berkaitan dengan hakekat keberadaan atau realitas yang dipelajari oleh ilmu pengetahuan. secara sederhana hal ini berkenaan dengan pertanyaan tentang hubungan antara sesuatu yang unik dan berbeda yang kita sebut dengan entitas. Persoalan ontologis penting dalam filsafat ilmu kerena mempengaruhi manusia dalam memahami dan menafsirkan hasil penelitian ilmiah. pandangan ontologis yang berbeda dapat mempengaruhi pada interpretasi yang berbeda terhadap data dan teori ilmiah. Sebagai contoh seorang ilmuan yang menganut pandangan materialis akan cendrung mencari penjelasan fenomena dalam hal materi dan energi, sementara seorang ilmuan dengan pandangan yang lebih luas mungkin mempertimbangkan faktor lain. contoh lain dari persoalan ontologis dalam bidang psikologis misalnya " apakah hakekat pikiran dan kesadaran, apakah pikiran itu sebuah entitas yang terpisah dari otak, atau apakah pikiran hanyalah fungsi otak, ini adalah pertanyaan ontologis yang memerlukan kedalaman berfikir untuk menemukan sebuah pemahaman dan pengetahuan baru secara keilmuan.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Persoalan Ontologis dalam Filsafat Ilmu berfokus pada kajian tentang hakikat realitas atau eksistensi objek yang ada dalam dunia ini. Ontologi membahas pertanyaan mendalam mengenai "apa yang ada?", "apa yang eksis?", dan "bagaimana entitas tersebut berhubungan dengan satu sama lain?". Dalam filsafat ilmu, persoalan ontologis ini mempengaruhi cara kita memahami objek penelitian dan dunia di sekitar kita.

Contoh dalam bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat pada pemahaman tentang materi dan energi dalam fisika. Sejak zaman klasik hingga kini, para ilmuwan terus berdebat mengenai hakikat materi — apakah materi itu memiliki eksistensi yang tetap ataukah sifatnya lebih dinamis dan berubah dalam kondisi tertentu. Dalam ilmu biologi, persoalan ontologis juga muncul dalam pertanyaan tentang kehidupan: apa yang mendasari kehidupan itu sendiri? Apakah kehidupan hanya bisa dijelaskan oleh hukum biologi dan fisika, ataukah ada dimensi lain yang melibatkan aspek non-fisik, seperti kesadaran dan jiwa?

Ontologi dalam filsafat ilmu juga memengaruhi metodologi ilmiah, di mana pendekatan yang digunakan dalam penelitian akan sangat bergantung pada pemahaman kita tentang apa yang ada dan bagaimana fenomena tersebut bisa diobservasi atau diukur. Misalnya, dalam psikologi, persoalan ontologis muncul ketika mempelajari kesadaran — apakah kesadaran itu eksis sebagai entitas yang terpisah, ataukah ia adalah produk dari proses neurobiologis?

Sumber referensi:

Situmeang, IRVO. (2021). "Hakikat filsafat ilmu dan pendidikan dalam kajian filsafat ilmu pengetahuan." IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Pendidikan.
http://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/download/925/716

Sulastri, S., & Bustam, BMR. (2022). "Relevansi filsafat ilmu pada pembelajaran pendidikan islam berbasis higher order of thinking skill." Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan.
https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TADIBUNA/article/view/6614
In reply to Irwan Hari Suprapto 24070240028

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Septhy Dwi Jayanthy 24071340006 -
menarik sekali pak irwan ijin menambahkan tentang hal yang membuat saya tertarik yaitu terkait Konsep Kesadaran (Consciousness). Kesadaran manusia masih menjadi misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Secara ontologis, kita bertanya "Apakah kesadaran itu merupakan entitas tersendiri atau hanya hasil dari aktivitas otak?" Beberapa teori menyatakan bahwa kesadaran adalah efek gabungan, tetapi itu belum bisa menjelaskan "mengapa kita merasa sadar". Namun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan salah satunya mengakui Keterbatasan Ilmu Pengetahuan (Tidak semua hal dapat dijelaskan secara ilmiah atau logis, Sikap rendah hati secara intelektual sangat penting dalam menghadapi fenomena yang tidak terjangkau nalar), Menggunakan Pendekatan Multidisipliner (Gabungkan pendekatan ilmiah, filosofis, dan bahkan religius dalam memahami realitas. Ini membantu kita melihat suatu fenomena dari berbagai sudut pandang dan Terbuka terhadap Kemungkinan). Meskipun tidak bisa dibuktikan, bukan berarti fenomena tersebut sepenuhnya salah atau tidak ada. Pengalaman pribadi atau spiritual bisa menjadi realitas subyektif bagi seseorang meskipun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Hal ini tetap perlu dihargai sebagai bagian dari pemahaman manusia akan realitas.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Kethy Inriani 24071340021 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan hakikat keberadaan dan realitas yang menjadi objek kajian ilmu pengetahuan. Ontologi membahas tentang apa yang benar-benar ada, bagaimana sesuatu dapat eksis, serta dalam bentuk apa realitas tersebut dapat dipahami oleh manusia. Dalam ilmu pengetahuan, persoalan ontologis muncul ketika para ilmuwan atau filsuf mempertanyakan esensi dari suatu konsep dan apakah konsep tersebut eksis secara independen dari pemikiran manusia atau sekadar konstruksi mental. Dalam bidang fisika, contohnya terdapat perdebatan mengenai apakah realitas dasar alam semesta terdiri dari partikel, gelombang, atau medan kuantum. Konsep ruang dan waktu, yang dipertanyakan apakah benar-benar nyata atau hanya merupakan cara manusia memahami alam semesta. Di bidang biologi, persoalan ontologis muncul dalam perdebatan mengenai apakah kehidupan dapat sepenuhnya dijelaskan melalui reaksi kimia dan fisika, atau ada aspek lain yang tidak bisa direduksi menjadi materi semata. Selain itu, konsep spesies juga dipertanyakan keberadaannya, apakah merupakan entitas tetap atau sekadar kategori yang dibuat manusia untuk mengelompokkan makhluk hidup. Dalam psikologi, pertanyaan mengenai hakikat pikiran dan kesadaran menjadi salah satu persoalan ontologis yang penting. Beberapa pandangan menganggap kesadaran sebagai sesuatu yang nyata secara ontologis, sementara yang lain melihatnya hanya sebagai efek sampingan dari aktivitas otak. Hal serupa juga berlaku pada emosi dan persepsi, yang dapat dipertanyakan apakah bersifat objektif atau hanya pengalaman subjektif semata. Sementara itu, dalam sosiologi, ontologi mempertanyakan eksistensi institusi sosial seperti negara, agama, dan hukum. Apakah institusi-institusi tersebut benar-benar ada secara independen, atau hanya terbentuk berdasarkan kesepakatan manusia? Demikian dengan konsep identitas sosial seperti ras dan gender, yang masih menjadi perdebatan apakah merupakan kategori alami atau hasil konstruksi sosial. Persoalan ontologis memiliki peran penting dalam filsafat ilmu karena berpengaruh terhadap cara manusia memahami dan mengkaji realitas dalam berbagai disiplin ilmu.

Sumber:
Ghafir, Abd. (2018). Korelasi Atas: Perspektif "Ontologi" Dalam Filsafat Ilmu (Telaah Atas Buku Filsafat Ilmu Tulisan Jujun S. Suriasumantri), Wahana Akademika, 5 (2), 131-139. Dari https://journal.walisongo.ac.id/index.php/wahana/article/download/3227/pdf diakses pada tanggal 19 Maret 2025.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Septi Ekaningsih 24071340026 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan realitas, yang selanjutnya menjurus pada sesuatu kebenaran. Untuk mendapatkan kebenaran itu, ontologi memerlukan proses bagaimana realitas tersebut dapat diakui kebenarannya. Proses tersebut memerlukan dasar pola berfikir pada bagaimana ilmu pengetahuan digunakan sebagai dasar pembahasan realitas. Dalam kaitannya dengan ilmu, aspek ontologis mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu, namun membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia dan terbatas pada hal yang sesuai dengan akal manusia, dengan berupaya memecahkan masalah-masalah yang ada dengan konsepsi teoritis, asumsi, tesis, paradigma baru, dan pemecahan masalah yang baru, serta imajinasi, yang dapat membuka kemungkinan-kemungkinan atau peluang-peluang untuk mendapatkan jawabannya. Contoh dalam dunia Pendidikan, ontologi dapat berperan dalam pengembangan literasi siswa untuk meningkatkan kedisiplinan mereka dalam membaca dan berpikir secara luas. Ini memberikan dasar bagi pengembangan disiplin penggunaan bahasa dan sastra, yang berkontribusi pada kemajuan literasi di kalangan siswa. Namun dalam perjalanannya pencarian kebenaran tentang bagaimana cara membawa peserta didik untuk disiplin berliterasi sehingga akan membawa mereka untuk berpikir kritis membutuhkan proses, agar realitas itu dapat diakui kebenarannya, karena terkadang yang kita lihat di lapangan jauh berbeda dengan teori yang kita pelajari.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Dwi Ratnasari 24071340020 -
Ontologi berasal dari kata Yunani “onto” yang berarti “being” atau “ada”, dan “logia” yang berarti “ilmu”. Jadi, ontologi adalah cabang filsafat yang berfokus pada studi tentang sesuatu yang “ada”, eksistensi, dan realitas. Ontologi bertanya tentang apa yang dapat dikatakan “ada” di dunia ini.

Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah hal yang berkaitan dengan realitas kehidupan yang ada di dunia. Pada lingkup filsafat ilmu, permasalahan ontologis mengacu pada pemikiran awal mengenai tentang sesuatu yang ada dan realitas terhadap objek kajian ilmu pengetahuan

Pada ilmu pengetahuan permasalahan ontologis akan timbul saat ada pertanyaan apa yang ada dan bagaiamana kita dapat memahamai keberadaan suatu bidang ilmu. Seorang ilmuwan sebelum mendalami dan menjelaskan sebuah kejadian biasanya ilmuwan akan memberikan pandangan atau pendapat terhadap objek yang akan diteliti.

Contoh dalam bidang ilmu pengetahuan bahasa, Ontologis berusaha untuk memahami hakikat bahasa, unsur dan fungsinya. Sebagai contoh ontologis bahasa sebagai makna kata yang bersifat objektif dan subjektif. Dalam ontologis ada perdebatan apakah makna kata yang digunakan secara objektif dalam bahasa itu sendiri atau apakah makna merupakan kontruksi yang bergantung pada penggunaan bahasa.

Sumber: Noer. 2024. Pengertian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Beserta Contohnya. https://www.sodiqi.com/2024/01/pengertian-ontologi-epistemologi-dan.html. Sodiqi.com. 8 Januari 2024
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Ibnu Ariwibowo 24071340014 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan hakikat realitas atau keberadaan suatu objek kajian dalam ilmu pengetahuan. Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang apa yang benar-benar ada (being) dan bagaimana sesuatu itu dapat dikategorikan dalam realitas. Dalam konteks filsafat ilmu, persoalan ontologis membahas tentang apa yang dianggap sebagai realitas dalam suatu disiplin ilmu serta bagaimana ilmu pengetahuan menentukan eksistensi objek kajiannya.

Menurut A.F. Chalmers dalam bukunya What is This Thing Called Science? (1999), ilmu pengetahuan tidak hanya berurusan dengan fakta empiris, tetapi juga dengan asumsi-asumsi ontologis mengenai keberadaan entitas yang tidak selalu dapat diamati secara langsung, seperti medan gravitasi dalam fisika atau konsep gen dalam biologi.

Contoh dalam Ilmu Pengetahuan:
Dalam fisika, persoalan ontologis muncul dalam diskusi tentang keberadaan partikel subatomik. Misalnya, apakah elektron adalah entitas yang benar-benar ada secara fisik atau hanya merupakan model matematis untuk menjelaskan fenomena listrik dan magnet? Perspektif ini menjadi perdebatan antara realisme ilmiah dan instrumentalime dalam filsafat ilmu.

Referensi:  

Chalmers, A. F. (1999). What is This Thing Called Science? Hackett Publishing.

In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Arditama 24071340001 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah persoalan yang berkaitan dengan hakekat dan realitas dari objek yang dipelajari oleh ilmu pengetahuan. ontologi berusaha untuk menjawab pertanyaan "apa yang ada" dan "bagaimanan keberadaanya seperti contoh persoalan antologis dalam ilmu sosial "apa hakekat dari ilmu sosial" dan "bagaimana struktur sosial memiliki keberadaan yang independen dari individu"
"
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Eki Piroza 24071340017 -
persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah upaya untuk memahami hakikat realitas yang menjadi objek kajian ilmu pengetahuan, dan pemahaman ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap bagaimana ilmu pengetahuan itu sendiri dikembangkan dan diterapkan. sebagai contoh dalam bidang ilmu pengetahuan yakni Dalam ilmu komputer, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI), muncul pertanyaan ontologis tentang hakikat kesadaran dan kecerdasan itu seperti apa
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Nolia 24071340005 -
Adib (2023) Menyebutkan ontologi secara sederhana yaitu ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. Bahrum (2013) menjelaskan bahwa ontologi membahas apa yang ingin diketahui mengenai teori tentang “ada” dengan kata lain bagaimana hakikat obyek yang ditelaah sehingga menghasilkan pengetahuan.
Dalam filsafat ilmu, masalah ontologis berkaitan dengan hakikat keberadaan atau realitas dari objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Masalah ini menggali “Apa yang sebenarnya ada?”, “Apa Hakikat dari realitas yang kita pelajari?”, dan “Bagaimana kita memahami keberadaan objek-objek di dunia ini?”.
Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang keberadaan dan hakikat segala sesuatu. Dalam konteks ilmu pengetahuan, ontologi membahas tentang hakikat dari objek-objek yang dipelajari sebagai disiplin ilmu. Masalah ontologis seringkali menyangkut pertanyaan tentang realitas tujuan versus objektif, keberadaan entitas abstrak, dan hubungan antara pikiran dan materi. Dalam konteks ilmu pengetahuan, ontologi membahas apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin mengetahui atau kata lain sesuatu pengkajian mengenai teori tentang "ada".
Contohnya dalam ilmu komputer, masalah ontologis muncul dalam diskusi tentang kecerdasan buatan. Apakah mungkin bagi mesin untuk benar-benar memiliki kesadaran atau pikiran?
 
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Lisa Sumartini 24071340028 -
Menurut Wikipedia, Ontologis adalah bagian dari filsafat ilmu yang membahasa keberadaan "sesuatu" yang bersifat konkret. Pengertian Ontologi secara umum adalah cabang filsafat yang mempertanyakan dan mengkaji tentang apa yang ada, jenis-jenis entitas (wujud) yang ada, serta sifat dan hubungan antar entitas tersebut.
Ada beberapa pertanyaan dalam Ontologis mengenai keberadaan "sesuatu" yaitu :
  • Apakah yang ada itu? (What is being?)
  • Bagaimana yang ada itu? (How is being?)
  • Dimanakah yang ada itu? (Where is being?)

Hubungan Ontologi dengan ilmu pengetahuan adalah berkaitan dengan Objek material (umum) dan Objek Forma (khusus).  Objek material mempelajari sesuatu yang ditelaah, sedangkan Objek forma mempelajari bagaimana cara mempelajari sesuatu tersebut. 

Contohnya : Ontologi dalam kehidupan sehari-hari yang sangat berkaitan dengan gejala alam/fenomena alam. Kita contohkan adalah Air.  Air adalah bahan alam yang kita ketahui entitas (wujud dan sifat yang menyertainya) Pada Objek material muncul pertanyaan :"Apa itu Air?" ;"Bagaimana bentuk air"? serta yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi pada Air. Sedangkan pada objek formal maka akan muncul pertanyaan : "Bagaimana cara mempelajari fenomena yang terjadi pada Air tersebut? Maka, Ilmu kimia merupakan objek formal yang menjawab pertanyaan tersebut, karena akan dipelajari sifat bahan dan bagaimana reaksinya dengan bahan yang lain. 
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan didasarkan yang didasarkan pada ontologi (entitas suatu objek), maka yang nantinya akan ditelaah dengan menggunakan objek material dan objek formal

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ontologi#:~:text=Ontologi%20adalah%20bidang%20filsafat%20yang,dan%20bagaimana%20keadaaan%20yang%20sebenarnya.  (pengertian ontologi secara umum)

malang.ac.id/r/131101/ontologi.html#:~:text=Ada%20beberapa%20pertanyaan%20ontologis%20yang,%3F%20(where%20is%20being%3F). (Pertanyaan yang sering muncul pada ontologi

https://fah.uin-alauddin.ac.id/artikel-3636-memahami-tiga-pilar-ilmu-pengetahuan-muhammad-ansharakil#:~:text=Ontologi%20membahas%20objek%20ilmu%20pengetahuan,satu%20rumpun%20ilmu%2Dilmu%20sosial

(hubungan ontologi dengan ilmu pengetahuan)

 

 
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Nanang Qosim Ali Hamid 24071340003 -
Ontologi dapat diartikan sebagai ilmu dan cara berpikir manusia mengenai hakikat keberadaan/existensi suatu hal. Dalam keseharian kita dapat kita temukan contoh cara berfikir ontologi dalam Ilmu Pengetahuan misalnya adanya Mobil sehingga manusia dapat berpikir bagaimana mobil diciptakan, apa yang dapat menggerakan mobil, apa saja teori yang ada dalam membuat mobil. 
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Tri Yudha Silalahi 24071340007 -
Ontologi, secara etimologi, berasal dari Bahasa Yunani dengan akar kata "Ontos" yang berarti "yang terdapat" dan "Logos" yang berarti "ilmu". Secara sederhana, ontologi dapat dianggap sebagai ilmu yang mempertanyakan eksistensi dan keberadaan segala sesuatu. Dalam konteks sebutannya, ontologi menjadi bagian dari ilmu metafisika yang membahas tentang hakikat kehidupan dan meliputi segala sesuatu yang ada atau mungkin ada. (Mahfud, 2018)
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu menjadi sentral dalam bidang filsafat karena membahas tentang esensi dari realitas atau kenyataan. Fokus utamanya adalah memahami aspek-aspek rasional dari keberadaan atau subjek - subjek yang ingin kita ketahui sejauh mana.
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan ekonomi adalah konsep nilai sering kali diperdebatkan secara ontologis. Apakah nilai barang atau jasa itu objektif, seperti yang diasumsikan dalam teori ekonomi klasik yang menghubungkan nilai dengan biaya produksi, ataukah nilai tersebut bersifat subjektif, bergantung pada preferensi individu, seperti yang diajukan oleh teori ekonomi marginalis? Persoalan ontologis ini mengarah pada pertanyaan tentang apakah nilai itu adalah entitas yang ada secara independen di dunia, ataukah itu hanya merupakan konstruksi mental yang bervariasi antar individu.

Referensi :
https://www.researchgate.net/publication/381245110_Tinjauan_ontologis_terhadap_objek_pengetahuan_dalam_filsafat_ilmu
Mahfud. 2018. Mengenal Ontologi, Epistemologi, Aksiologi dalam Pendidikan Islam, Cendekian: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 4, No.1, 2018
In reply to Tri Yudha Silalahi 24071340007

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Servasius Sai 24071340025 -
Hal paling penting adalah memaham filsafat itu sendiri. Filsafat adalah proses berpikir agar menjadi orang yang bijaksana. Bisa dipahamai sebagaia sebuah proses penalaran untuk membantu manusia untuk memecah kanpersoalan. Karena itu filsafat membutuhkan ilmu. Untuk memahami filsafat perlu tahu dan faham apa itu, forma dan materi. Untuk menjalaskannya bisa dianalogikan dengan pertanyaan ini. Besi ditaru di laut tenggelam atau tidak? Secara spontan kita pasti menjawab pasti tenggelam. Lalu bagaimana dengan kapal laut? Kapal laut tenggelan atau tidak?. Jawabnya juga tidak. Kesimpulan segala sesuatu tergantung forma. Materi boleh sama, forma akan mempengaruhi materi.
Perjumpaan minggu lalu, kita berdiskusi tentang cikal bakal runtuhnya pengaruh filsafat dalam perkembangan dunia. Filsafat adalah ancila teologi, abdi teologi. Pada abad pertengahan agama-agama wahyu melalui dogma menjadikan filsafat untuk membatu teologi. Filsafat kehilangan peran otentik.
Hari ini justru sebaliknya menunjukkan kebenaran filsafat.Filsafat menjadi kokoh didukung dengan pendasaral ilmu yang sistematik dan ilmiah, Sains menjadi fondasi dasar dalam berfilsafat, karena melalui kajian ilmiah. Awal mula pertarungan berangkat dari sejarah Yunani yakni pertarungan antar logos dan mitos. Bahwa peristira-peristwa yang terjadi tidak melulu kutukan atau amarah dewa/i. Juga pandangan yang mengatakan bumi adalah pusat tatasurya (Geosentris). Galileo Galilei, penemu teropong membalikan semua pikiran sebelumnya dengan pembuktian, matahari sebagai pusat tata surya (heliosenttis). Pembuktian ini dibenarkan dan tidak bisa disangkalkan. Untuk mengetahui promematika dalam filsafat ilmu, tentang aksioma-aksioma tergantung pada sisi tilik dan cara pandang. Saya mencatatat bebearapa aliran filsafat yang bagaimana pertarung filsafat dengan silogisme logisnya. Empirisme: Aliran yang mencari dasar pengetahuan yang kokoh melalui pengalaman.Rasionalisme: Aliran yang berpendapat bahwa akal atau rasio adalah satu-satunya sumber yang dapat dipercaya. Kritisisme: Aliran yang merupakan gabungan dari rasionalisme dan empirisme. Idealisme: Aliran yang menganggap bahwa nilai adalah tetap dan tidak berubah . Konstruktivisme: Aliran yang menganggap bahwa pengetahuan seseorang merupakan hasil konstruksi individu. Filsafat analitik: Aliran yang menyibukkan diri dengan analisis bahasa dan konsep-konsep. Strukturalisme: Aliran yang menyelidiki pola-pola dasar yang tetap dalam bahasa, agama, sistem, dan karya kesusasteraan . Kita bisa kenal proses dialektiaka Imanuel Kant, dialektiika perkawinan antar empiris positivis dan idealis. Pandangan positivisme empiris yang melihat ilmu-ilmu dari pengalaman, imanuel Kant mengaggungkan proses ilmu itu tidak hanya dari pengalaman empiris tapi juga melaui ideal. Maka kebenaran ilmu adalah persesuaian antara rest dan intelek. Demikianpun Karl Poper dalam teorei falsifikasi. Teori ini maka membenarkan gugurnya kebenaran yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya. Runtuhnyanya pernyataan itu, dengan menghadirkan kebenaran baru dengan pembuktian bahwa bukan bumi sebagai pusat tata surya melainkan matahari sebagai pusat tatasurya. Agus Comte menjelaskan bahwa segala sesuatu harus diolah dengan bukti validasi dan pembuktian ilmiah.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Riskan Akhbari 24071340023 -
Ontologi adalah ilmu yang berbicara tentang hakikat dari realitas. Ontologi memiliki ruang lingkup pembahasan, yaitu ; Apa objek yang sudah ditelaah oleh ilmu, Bagaimana wujud hakiki dari objek yang ditelaah itu, Bagaimana hubungan antara objek tersebut dengan manusia yang bisa berpikir, merasakan, serta mengindera yang menghasilkan pengetahuan, dan Bagaimana proses yang membuat pengetahuan yang berupa ilmu menjadi mungkin ditimba?
Ontologi sangat sulit dipahami jika terlepas dari bagian-bagian dan bidang filsafat lainnya. Dan ontologi adalah bidang filsafat yang paling sukar. Ditinjau dari Metafisika yang membicarakan segala sesuatu yang dianggap ada, akan mempersoalkan hakekat. Hakekat ini tidak dapat dijangkau oleh panca indera karena tak terbentuk, berupa, berwaktu dan bertempat. Dengan mempelajari hakikat kita dapat memperoleh pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan tentang apa hakekat ilmu itu. Ditinjau dari segi ontologi, ilmu membatasi diri pada kajian yang bersifat empiris. Objek penelaah ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa hal-hal yang sudah berada diluar jangkauan manusia tidak dibahas oleh ilmu karena tidak dapat dibuktikan secara metodologis dan empiris, sedangkan ilmu itu mempunyai ciri tersendiri yakni berorientasi pada dunia empiris.

Referensi :
1. https://kumparan.com/berita-terkini/pengertian-ontologis-dan-ruang-lingkupnya-dalam-kajian-filsafat-1zXx5fuygk7/full
2. https://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/download/680/593
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by NELLY 24071340022 -
Ontologi dalam filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang apa yang ada di dunia ini, atau apa yang disebut sebagai "eksistensi".
Ontologi adalah bagian filsafat yang paling umum, atau merupakan bagian dari metafisika, dan metafisika merupakan salah satu bab dari filsafat. Obyek telaah ontologi adalah yang ada tidak terikat pada satu perwuju dan tertentu, ontologi membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya.
Selain itu juga, Secara bahasa, ontologi berasal dari Bahasa Yunani yang asal katanya adalah “Ontos” dan “Logos”. Ontos adalah “yang ada” sedangkan Logos adalah “ilmu”. Sederhananya, ontologi merupakan ilmu yang berbicara tentang yang ada. Secara istilah, ontologi adalah cabang dari ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup tentang suatu keberadaan yang meliputi keberadaan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Ontologi kerap kali diidentikkan dengan metafisika. Ontologi merupakan cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat apa yang terjadi. Ontologi menjadi pembahasan yang utama dalam filsafat, Dimana tentang realitas atau kenyataan. Pada dasarnya ontologi berbicara asas-asas rasional dari yang ada atau disebut suatu kajian mengenai teori tentang “ada”, karena membahas apa yang ingin diketahui dan seberapa jauh keingintahuan tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh ontologi dalam filsafat ilmu pengetahuan:
1. Ontologi Materialisme: Materialisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa hanya materi yang ada di dunia ini. Semua fenomena alam dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep-konsep fisik dan kimia.
2. Ontologi Idealisme: Idealisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa hanya pikiran atau ide yang ada di dunia ini. Semua fenomena alam adalah manifestasi dari pikiran atau ide.
3. Ontologi Realisme: Realisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa ada dua jenis entitas yang ada di dunia ini, yaitu entitas materi dan entitas non-materi (seperti pikiran atau ide).
4. Ontologi Konstruktivisme: Konstruktivisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa pengetahuan dan realitas adalah konstruksi sosial dan budaya. Semua fenomena alam dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep-konsep sosial dan budaya.

Bahrum, SE, M.Ak, Akt. ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/1276/1243&ved=2ahUKEwiNkrnAiaKMAxWUSmwGHfSrPEwQFnoECDoQAQ&usg=AOvVaw1q7caRmp8AiYKqDN-W-ZYC. Diakses pada 24-03-2025 pukul 13.28 WIB.
Dewi Rokhmah (Desember, 2021). ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://media.neliti.com/media/publications/389275-none-a1ba1d1f.pdf&ved=2ahUKEwiNkrnAiaKMAxWUSmwGHfSrPEwQFnoECBwQAQ&usg=AOvVaw1vlRWjaIWuvjsfTFbZZHxQ . Diakses pada 24-03-2025 pukul 13.34 WIB.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Muhammad Farid Aslam 24071340015 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan hakikat keberadaan suatu objek ilmu. Ontologi membahas apa yang sebenarnya ada dan bagaimana sesuatu itu dapat dikategorikan dalam realitas. Dalam filsafat ilmu, persoalan ontologis berusaha menjawab "Apa yang dikaji oleh ilmu?"
Contoh Persoalan Ontologis dalam Ilmu Pengetahuan
1. Fisika - Apakah cahaya itu partikel atau gelombang? (Persoalan hakikat keberadaan cahaya)
2. Biologi - Apa batasan antara makhluk hidup dan benda mati? (Misalnya, virus berada di antara dua kategori ini)
3. Psikologi - Apakah kesadaran manusia itu hanya hasil kerja otak atau ada unsur non-materi seperti jiwa?
4. Matematika - Apakah bilangan itu nyata atau hanya konsep abstrak buatan manusia?

Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu membahas hakikat realitas suatu objek ilmu, menentukan batas-batas keberadaan sesuatu, dan mempengaruhi cara ilmu memahami dunia.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Handoko 24071340012 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan pertanyaan tentang apa yang ada dan bagaimana kita memahami eksistensi objek-objek yang menjadi objek studi ilmu. Menurut Heidegger (1927) dalam "Being and Time", ontologi berfokus pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan realitas, yang menjadi dasar bagi semua disiplin ilmu.
Dalam ilmu geografi, persoalan ontologis dapat dilihat dalam cara kita memahami ruang dan tempat. Misalnya, pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan "tempat" dan bagaimana kita mendefinisikan "ruang" menjadi sangat penting. Harvey (1973) dalam bukunya "Social Justice and the City" menyatakan bahwa pemahaman tentang ruang tidak hanya berkaitan dengan lokasi fisik, tetapi juga dengan konteks sosial dan budaya yang membentuk pengalaman manusia terhadap ruang tersebut.
Implikasi ontologis dalam geografi mencakup bagaimana kita memandang interaksi antara manusia dan lingkungan. Misalnya, dalam studi tentang perubahan iklim, pemahaman tentang keberadaan dan interaksi antara faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi penting. Hal ini menunjukkan bahwa geografi tidak hanya mempelajari peta dan lokasi, tetapi juga dinamika sosial yang mempengaruhi penggunaan ruang.

Harvey, D. (1973). Social justice and the city. Edward Arnold.
Heidegger, M. (1962). Being and time (J. Macquarrie & E. Robinson, Trans.). Harper & Row. (Original work published 1927)
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Nanin Ardiyanti 24071340019 -
Ontologi menyelidiki hakikat dasar dari objek yang menjadi fokus penelitian ilmu pengetahuan. Ini mencakup pertanyaan tentang apa sebenarnya objek tersebut, bagaimana keberadaannya, dan apa sifat-sifat esensialnya.
didalam dunia pendidikan luar biasa yang peserta didiknya adalah anak berkebutuhan khsuus. persoalan ontologisnya berupa pengidentifikasian dan pengkalsifikasian kebutuhan anak berkebutuhan khusus. mempertanyakaan apa pengidentifikasian kebutuhan ABK sudah sesuai/akurat ? apa sudah adil ?
In reply to Nanin Ardiyanti 24071340019

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Andi Prabowo 24071340024 -
Korelasi ontologi filsafat ilmu dengan pengidentifikasian kebutuhan ABK sudah sesuai/akurat ? apa sudah adil ? secara ontologi identifikasi itu adalah mempertanyakan dan menjawap praduga yang mendekati, sehingga identifikasi yang dilakukan akan semakin berkembang dan perkembangan ilmu pengetahuan akan selalu memperbaiki tata cara dalam memahami dan memprediksi. Jika berbicara soal adil atau tidak, adalah persepsi dan relatif lagi Ibu, Ibu dibagian apa ketika memandang permasalahan ini? jika ibu pro terhadap pola lama, maka akan mengatakan baik. jika ibu berada pada posisi kontra, maka ibu akan mencari perbandingan untuk memberikan bukti bahwa identifikasi yang dilakukan sekarang belum cukup adil dan benar. Namun, menurut saya keduanya adalah titik hubung, sehingga membuat kita yang berkecimpung didalam ilmu pendidikan khusus akan terus mempertanyakan dan mencari jawaban yang akan selalu memperbaiki kekurangan yang ada, untuk membuat keseluruhannya menjadi semakin adil.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Andi Prabowo 24071340024 -
ontologis memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman kita tentang dunia dan dalam membimbing praktik ilmu pengetahuan. ontologis merujuk pada pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hakikat keberadaan, realitas, dan esensi dari objek yang dipelajari oleh ilmu pengetahuan. secara sederhana ontologis adalah bagaimana cara berusaha untuk menjawab pertanyaan. Contoh dalam ilmu pengetahuan seperti : Dalam bidang biologi, terdapat pertanyaan ontologis tentang hakikat kehidupan dan apa yang membedakan benda hidup dari benda mati? Apakah kehidupan semata-mata merupakan proses fisikokimia, atau apakah ada faktor lain yang terlibat?
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Uli 24071340011 -
Seperti dalam pemahaman sebelumnya kita pegang bahwa ontologis ini lebih ke arah mempertanyakan "Apa". Maka menurut saya persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah persoalan yang terkait dengan apa hakikat dari ilmu pengetahuan itu sendiri, apa kebenarannya / faktanya, apa kenyataanya. Melalui aspek ontologis pada filsafat ilmu ini membantu kita memahami apa yang ada di sekitar kita dan bagaimana kita bisa memahami hal-hal tersebut, terutama dalam hubungannya dengan manusia dan lingkungannya.

contohnya kalau di bidang keilmuan yang saya pelajari seperti perdebatan "Apakah benar kita manusia berasal dari evolusi monyet / primata?". Dari pertanyaan itu pun sudah mampu menimbulkan banyak perdebatan pemikiran yang membuat kita manusia berusaha mencari mengenai "Apa kebenarannya" / "Apa kenyataannya"
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Yuliana 24071340002 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan hakekat ilmu itu, kebenaran dan kenyataan bagian yang tidak terpisahkan dari pengetahuan. Aliran-aliran dalam filsafat dilahirkan oleh pertanyaan ontologis, yaitu: Apakah yang ada itu? (What is being?), bagaimana yang ada itu? (How is being), dan di manakah yang ada itu? (where is being?).
Contoh Persoalan Ontologis dalam ilmu pengetahuan:
1. Biologi, yaitu: Apakah kehidupan itu hanya sebuah proses atau apakah ada sesuatu yang lain?
2. Fisika, yaitu: Apakah terdapat batas ruang dan waktu? Apakah ruang dan waktu itu berdiri sendiri, atau terikat dengan hal lainnya?
3. Ilmu Komputer, yaitu Apakah AI dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan dengan tepat dan benar?
4. Psikologi, yaitu: Apakah kesadaran manusia merupakan aktivitas otak atau ada yang lain?

Sumber: https://uin-malang.ac.id/r/131101/ontologi.htm
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Nurlaily Samawati -
Ontologis dasarnya berbicara tentang hakikat “yang ada”. Ilmu pengetahuan ditinjau secara ontologi mencoba membuktikan dan menelaah bahwa sebuah ilmu pengetahuan itu benar-benar dapat dibuktikan keberadaannya.

Kajian ontologi dikaitkan dengan objek ilmu dalam pandangan Islam, terbagi menjadi dua yaitu:
Pertama, objek ilmu yang bersifat materi, maksudnya adalah objek ilmu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan.
Contohnya ilmu sains, ilmu eksak, ilmu politik, sosial, budaya, psikologi, dan lain sebagainya.

Kedua, objek ilmu yang bersifat non-materi. Berlawanan dengan objek materi, pada non-materi ini tidak bisa didengar, dilihat, dan dirasakan. Hasil akhir dari objek non-materi ini lebih sebagai kepuasan spiritual.
Contohnya objek yang berbicara tentang ruh, sifat dan wujud Tuhan.

CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman
Volume 7, Nomor 2, Desember 2021; P-ISSN 2443-2741; E-ISSN 2579-5503
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Handoko 24071340012 -
Dalam filsafat ilmu, persoalan ontologis berkaitan dengan pertanyaan fundamental mengenai hakikat realitas dan keberadaan. Ontologi membahas apa yang benar-benar ada di dunia, bagaimana entitas tersebut diklasifikasikan, serta bagaimana mereka saling berhubungan.
Persoalan ontologis berkaitan dengan pertanyaan fundamental mengenai hakikat realitas dan keberadaan. Ontologi membahas apa yang benar-benar ada di dunia, bagaimana entitas tersebut diklasifikasikan, serta bagaimana mereka saling berhubungan.
Persoalan ontologis dalam ilmu geografi berpusat pada hakikat keberadaan objek dan fenomena geografis, serta bagaimana mereka direpresentasikan dalam ilmu pengetahuan. Salah satu contoh dalam bidang Geographic Information Science (GIScience), muncul pertanyaan ontologis tentang bagaimana objek geografis dikategorikan dalam sistem informasi spasial. Misalnya, apakah ruang geografis lebih tepat digambarkan secara absolut (menggunakan koordinat tetap) atau relatif (tergantung pada perspektif pengguna dan interpretasi budaya)?

(Sumber: Casati, R., Smith, B., & Varzi, A. (1998); Agarwal, P. (2005); Taylor, P.J. (2023))
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Catur Yuanita 24071340009 -
Persoalaan secara ontologi dalam filsafat ilmu berkaitan dengan pentingnya pemahaman terhadap apa yang ingin kita ketahui dan sejauh mana kita ingin mengeksplorasi pengetahuan tersebut (Rika Yohana Sari et.al, “Tinjauan ontologis terhadap….”, Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 4(1), 12-20.).
Persoalan ontologi dalam filsafat ilmu berarti kita mempertanyakan tentang hakikat keberadaan, realita yang ada, masalah apa yang akan kita kaji, dan lebih lanjut mengenai sampai batas mana kita akan mengkajinya.
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan kimia, permasalahan ontologis yang dapat kita tanyakan:
- Apakah atom itu benar-benar ada?
- Apakah reaksi kimia itu benar-benar terjadi?
- Apakah benar suhu berpengaruh terhadap laju reaksi?
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Rhama Duniati 24071340004 -
Persoalan ontologis adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hakikat keberadaan dan eksistensi, contoh pertanyaan ontologis misalnya Apakah Tuhan ada? contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan meliputi : ontologi air contohnya Thales berkeyakinan bahwa air adalah zat terdalam dan asal mula segala ssuatu dan ontologi kesehatan contohnya ontologi kesehatan membantu memodelkan entitas dan hubungan dalam pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Isran Mihardi 24071340013 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan hakikat keberadaan atau realitas dari objek-objek yang dikaji oleh ilmu pengetahuan. Ontologi filsafat ilmu memiliki ruang lingkup hakikat filsafat ilmu yang meliputi apa filsafat ilmu itu sebenarnya dan stukturnya. Struktur filsafat ilmu mencakup cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu terori).

contoh :
Dalam bidang fisika modern muncul pertanyaan ontologi :
Apakah lubang hitam (blackhole) di ruang angkasa benar-benar ada sebagai entitas fisik, atau hanya dugaan yang tidak nyata sampai diukur?
Apakah partikel seperti elektron benar-benar ada sebagai entitas fisik, atau hanya dugaan yang tidak nyata sampai diukur?

Sumber : Tafsir, A. (2022). Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
In reply to Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu

by Dian Pratiwi 24071340018 -
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah pertanyaan mendasar tentang hakikat realitas atau keberadaan suatu objek kajian dalam ilmu pengetahuan. Dalam konteks filsafat ilmu, persoalan ontologis menyoroti apa yang menjadi objek ilmu, apakah bisa diamati secara empiris, dan apakah objek tersebut nyata secara fisik, abstrak, atau hanya konstruksi mental.
Seperti contoh dalam bidang ilmu psikologi “apakah pikiran itu nyata?”. Masalah ontologis: Pikiran, kesadaran, atau emosi tidak dapat diamati secara langsung, hanya melalui perilaku atau pernyataan verbal. ertanyaan ontologis: Apakah pikiran itu bagian dari dunia nyata (ontologi realistis) atau hanya simbol yang kita gunakan untuk menjelaskan fenomena kompleks?
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah usaha memahami “apa yang sebenarnya dipelajari oleh ilmu pengetahuan”. Tanpa pemahaman ontologis, peneliti bisa keliru menentukan:
1. Objek kajian
2. Cara mengukurnya
3. Memperlakukan sesuatu yang abstrak sebagai benda nyata