Diskusikan Topik dibawah ini, jangan lupa cantumkan sumber referensi jika mengutip dari referensi lainnya. semua mahasiswa wajib memberikan jawaban diskusi. Terima kasih...
Apa yang dimaksud dengan persoalan ontologis dalam filsafat ilmu? Berikan contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan?
Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Number of replies: 32Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
contoh hakikat kehidupan dalam biologi ,status pikiran dan kesadaran dalam psikologi sifat entitas ekonomi dalam ilmu ekonomi ,dan status masyarakat dalam sosiologi semua contoh ini mmenunjukkan bagaimana perekambangan dalam berbagai disiplin ilmu.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Ilmu Sosial (Sosiologi):
Pertanyaan Ontologis: Apakah struktur sosial (misalnya, kelas sosial, norma, atau institusi) benar-benar ada sebagai entitas independen di luar individu, atau hanya konstruksi mental yang tercipta dari interaksi manusia?
Penjelasan: Dalam sosiologi, pendekatan realis (misalnya, Emile Durkheim) memandang struktur sosial sebagai fakta sosial yang memiliki keberadaan objektif dan memengaruhi perilaku individu. Sebaliknya, pendekatan konstruktivis (misalnya, Peter Berger) berargumen bahwa struktur sosial adalah hasil konstruksi kolektif yang bergantung pada persepsi dan kesepakatan manusia. Ini mencerminkan persoalan ontologis tentang keberadaan realitas sosial.
Biologi:
Pertanyaan Ontologis: Apakah spesies biologis memiliki keberadaan objektif sebagai kategori alami, atau hanya label yang diciptakan manusia untuk mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan?
Penjelasan: Dalam taksonomi, ada debat apakah spesies adalah entitas nyata dengan batas-batas jelas di alam (realisme spesies) atau hanya konsep buatan untuk memudahkan klasifikasi (nominalisme). Misalnya, apakah "Homo sapiens" benar-benar ada sebagai entitas ontologis, atau hanya kategori yang kita definisikan berdasarkan ciri-ciri tertentu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan: Ontologi dalam Ilmu Sosial: Apakah "Kelas Sosial" Itu Nyata? Misalnya, apakah kelas sosial itu hanya konstruksi sosial yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ekonomi, ataukah ia benar-benar ada sebagai entitas yang terpisah dengan sifat-sifat tertentu yang dapat diidentifikasi secara objektif? Persoalan ini mencakup perdebatan antara realism (yang melihat kategori sosial seperti kelas sosial sebagai realitas yang dapat diamati) dan nominalisme (yang melihat kategori sosial hanya sebagai konstruksi atau label yang digunakan oleh manusia).
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Contoh dalam bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat pada pemahaman tentang materi dan energi dalam fisika. Sejak zaman klasik hingga kini, para ilmuwan terus berdebat mengenai hakikat materi — apakah materi itu memiliki eksistensi yang tetap ataukah sifatnya lebih dinamis dan berubah dalam kondisi tertentu. Dalam ilmu biologi, persoalan ontologis juga muncul dalam pertanyaan tentang kehidupan: apa yang mendasari kehidupan itu sendiri? Apakah kehidupan hanya bisa dijelaskan oleh hukum biologi dan fisika, ataukah ada dimensi lain yang melibatkan aspek non-fisik, seperti kesadaran dan jiwa?
Ontologi dalam filsafat ilmu juga memengaruhi metodologi ilmiah, di mana pendekatan yang digunakan dalam penelitian akan sangat bergantung pada pemahaman kita tentang apa yang ada dan bagaimana fenomena tersebut bisa diobservasi atau diukur. Misalnya, dalam psikologi, persoalan ontologis muncul ketika mempelajari kesadaran — apakah kesadaran itu eksis sebagai entitas yang terpisah, ataukah ia adalah produk dari proses neurobiologis?
Sumber referensi:
Situmeang, IRVO. (2021). "Hakikat filsafat ilmu dan pendidikan dalam kajian filsafat ilmu pengetahuan." IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Pendidikan.
http://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/download/925/716
Sulastri, S., & Bustam, BMR. (2022). "Relevansi filsafat ilmu pada pembelajaran pendidikan islam berbasis higher order of thinking skill." Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan.
https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TADIBUNA/article/view/6614
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Sumber:
Ghafir, Abd. (2018). Korelasi Atas: Perspektif "Ontologi" Dalam Filsafat Ilmu (Telaah Atas Buku Filsafat Ilmu Tulisan Jujun S. Suriasumantri), Wahana Akademika, 5 (2), 131-139. Dari https://journal.walisongo.ac.id/index.php/wahana/article/download/3227/pdf diakses pada tanggal 19 Maret 2025.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah hal yang berkaitan dengan realitas kehidupan yang ada di dunia. Pada lingkup filsafat ilmu, permasalahan ontologis mengacu pada pemikiran awal mengenai tentang sesuatu yang ada dan realitas terhadap objek kajian ilmu pengetahuan
Pada ilmu pengetahuan permasalahan ontologis akan timbul saat ada pertanyaan apa yang ada dan bagaiamana kita dapat memahamai keberadaan suatu bidang ilmu. Seorang ilmuwan sebelum mendalami dan menjelaskan sebuah kejadian biasanya ilmuwan akan memberikan pandangan atau pendapat terhadap objek yang akan diteliti.
Contoh dalam bidang ilmu pengetahuan bahasa, Ontologis berusaha untuk memahami hakikat bahasa, unsur dan fungsinya. Sebagai contoh ontologis bahasa sebagai makna kata yang bersifat objektif dan subjektif. Dalam ontologis ada perdebatan apakah makna kata yang digunakan secara objektif dalam bahasa itu sendiri atau apakah makna merupakan kontruksi yang bergantung pada penggunaan bahasa.
Sumber: Noer. 2024. Pengertian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Beserta Contohnya. https://www.sodiqi.com/2024/01/pengertian-ontologi-epistemologi-dan.html. Sodiqi.com. 8 Januari 2024
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Menurut A.F. Chalmers dalam bukunya What is This Thing Called Science? (1999), ilmu pengetahuan tidak hanya berurusan dengan fakta empiris, tetapi juga dengan asumsi-asumsi ontologis mengenai keberadaan entitas yang tidak selalu dapat diamati secara langsung, seperti medan gravitasi dalam fisika atau konsep gen dalam biologi.
Contoh dalam Ilmu Pengetahuan:
Dalam fisika, persoalan ontologis muncul dalam diskusi tentang keberadaan partikel subatomik. Misalnya, apakah elektron adalah entitas yang benar-benar ada secara fisik atau hanya merupakan model matematis untuk menjelaskan fenomena listrik dan magnet? Perspektif ini menjadi perdebatan antara realisme ilmiah dan instrumentalime dalam filsafat ilmu.
Referensi:
Chalmers, A. F. (1999). What is This Thing Called Science? Hackett Publishing.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
"
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Dalam filsafat ilmu, masalah ontologis berkaitan dengan hakikat keberadaan atau realitas dari objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Masalah ini menggali “Apa yang sebenarnya ada?”, “Apa Hakikat dari realitas yang kita pelajari?”, dan “Bagaimana kita memahami keberadaan objek-objek di dunia ini?”.
Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang keberadaan dan hakikat segala sesuatu. Dalam konteks ilmu pengetahuan, ontologi membahas tentang hakikat dari objek-objek yang dipelajari sebagai disiplin ilmu. Masalah ontologis seringkali menyangkut pertanyaan tentang realitas tujuan versus objektif, keberadaan entitas abstrak, dan hubungan antara pikiran dan materi. Dalam konteks ilmu pengetahuan, ontologi membahas apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin mengetahui atau kata lain sesuatu pengkajian mengenai teori tentang "ada".
Contohnya dalam ilmu komputer, masalah ontologis muncul dalam diskusi tentang kecerdasan buatan. Apakah mungkin bagi mesin untuk benar-benar memiliki kesadaran atau pikiran?
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Ada beberapa pertanyaan dalam Ontologis mengenai keberadaan "sesuatu" yaitu :
- Apakah yang ada itu? (What is being?)
- Bagaimana yang ada itu? (How is being?)
- Dimanakah yang ada itu? (Where is being?)
Hubungan Ontologi dengan ilmu pengetahuan adalah berkaitan dengan Objek material (umum) dan Objek Forma (khusus). Objek material mempelajari sesuatu yang ditelaah, sedangkan Objek forma mempelajari bagaimana cara mempelajari sesuatu tersebut.
Contohnya : Ontologi dalam kehidupan sehari-hari yang sangat berkaitan dengan gejala alam/fenomena alam. Kita contohkan adalah Air. Air adalah bahan alam yang kita ketahui entitas (wujud dan sifat yang menyertainya) Pada Objek material muncul pertanyaan :"Apa itu Air?" ;"Bagaimana bentuk air"? serta yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi pada Air. Sedangkan pada objek formal maka akan muncul pertanyaan : "Bagaimana cara mempelajari fenomena yang terjadi pada Air tersebut? Maka, Ilmu kimia merupakan objek formal yang menjawab pertanyaan tersebut, karena akan dipelajari sifat bahan dan bagaimana reaksinya dengan bahan yang lain.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan didasarkan yang didasarkan pada ontologi (entitas suatu objek), maka yang nantinya akan ditelaah dengan menggunakan objek material dan objek formal
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ontologi#:~:text=Ontologi%20adalah%20bidang%20filsafat%20yang,dan%20bagaimana%20keadaaan%20yang%20sebenarnya. (pengertian ontologi secara umum)
malang.ac.id/r/131101/ontologi.html#:~:text=Ada%20beberapa%20pertanyaan%20ontologis%20yang,%3F%20(where%20is%20being%3F). (Pertanyaan yang sering muncul pada ontologi)
(hubungan ontologi dengan ilmu pengetahuan)
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu menjadi sentral dalam bidang filsafat karena membahas tentang esensi dari realitas atau kenyataan. Fokus utamanya adalah memahami aspek-aspek rasional dari keberadaan atau subjek - subjek yang ingin kita ketahui sejauh mana.
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan ekonomi adalah konsep nilai sering kali diperdebatkan secara ontologis. Apakah nilai barang atau jasa itu objektif, seperti yang diasumsikan dalam teori ekonomi klasik yang menghubungkan nilai dengan biaya produksi, ataukah nilai tersebut bersifat subjektif, bergantung pada preferensi individu, seperti yang diajukan oleh teori ekonomi marginalis? Persoalan ontologis ini mengarah pada pertanyaan tentang apakah nilai itu adalah entitas yang ada secara independen di dunia, ataukah itu hanya merupakan konstruksi mental yang bervariasi antar individu.
Referensi :
https://www.researchgate.net/publication/381245110_Tinjauan_ontologis_terhadap_objek_pengetahuan_dalam_filsafat_ilmu
Mahfud. 2018. Mengenal Ontologi, Epistemologi, Aksiologi dalam Pendidikan Islam, Cendekian: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 4, No.1, 2018
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Perjumpaan minggu lalu, kita berdiskusi tentang cikal bakal runtuhnya pengaruh filsafat dalam perkembangan dunia. Filsafat adalah ancila teologi, abdi teologi. Pada abad pertengahan agama-agama wahyu melalui dogma menjadikan filsafat untuk membatu teologi. Filsafat kehilangan peran otentik.
Hari ini justru sebaliknya menunjukkan kebenaran filsafat.Filsafat menjadi kokoh didukung dengan pendasaral ilmu yang sistematik dan ilmiah, Sains menjadi fondasi dasar dalam berfilsafat, karena melalui kajian ilmiah. Awal mula pertarungan berangkat dari sejarah Yunani yakni pertarungan antar logos dan mitos. Bahwa peristira-peristwa yang terjadi tidak melulu kutukan atau amarah dewa/i. Juga pandangan yang mengatakan bumi adalah pusat tatasurya (Geosentris). Galileo Galilei, penemu teropong membalikan semua pikiran sebelumnya dengan pembuktian, matahari sebagai pusat tata surya (heliosenttis). Pembuktian ini dibenarkan dan tidak bisa disangkalkan. Untuk mengetahui promematika dalam filsafat ilmu, tentang aksioma-aksioma tergantung pada sisi tilik dan cara pandang. Saya mencatatat bebearapa aliran filsafat yang bagaimana pertarung filsafat dengan silogisme logisnya. Empirisme: Aliran yang mencari dasar pengetahuan yang kokoh melalui pengalaman.Rasionalisme: Aliran yang berpendapat bahwa akal atau rasio adalah satu-satunya sumber yang dapat dipercaya. Kritisisme: Aliran yang merupakan gabungan dari rasionalisme dan empirisme. Idealisme: Aliran yang menganggap bahwa nilai adalah tetap dan tidak berubah . Konstruktivisme: Aliran yang menganggap bahwa pengetahuan seseorang merupakan hasil konstruksi individu. Filsafat analitik: Aliran yang menyibukkan diri dengan analisis bahasa dan konsep-konsep. Strukturalisme: Aliran yang menyelidiki pola-pola dasar yang tetap dalam bahasa, agama, sistem, dan karya kesusasteraan . Kita bisa kenal proses dialektiaka Imanuel Kant, dialektiika perkawinan antar empiris positivis dan idealis. Pandangan positivisme empiris yang melihat ilmu-ilmu dari pengalaman, imanuel Kant mengaggungkan proses ilmu itu tidak hanya dari pengalaman empiris tapi juga melaui ideal. Maka kebenaran ilmu adalah persesuaian antara rest dan intelek. Demikianpun Karl Poper dalam teorei falsifikasi. Teori ini maka membenarkan gugurnya kebenaran yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya. Runtuhnyanya pernyataan itu, dengan menghadirkan kebenaran baru dengan pembuktian bahwa bukan bumi sebagai pusat tata surya melainkan matahari sebagai pusat tatasurya. Agus Comte menjelaskan bahwa segala sesuatu harus diolah dengan bukti validasi dan pembuktian ilmiah.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Ontologi sangat sulit dipahami jika terlepas dari bagian-bagian dan bidang filsafat lainnya. Dan ontologi adalah bidang filsafat yang paling sukar. Ditinjau dari Metafisika yang membicarakan segala sesuatu yang dianggap ada, akan mempersoalkan hakekat. Hakekat ini tidak dapat dijangkau oleh panca indera karena tak terbentuk, berupa, berwaktu dan bertempat. Dengan mempelajari hakikat kita dapat memperoleh pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan tentang apa hakekat ilmu itu. Ditinjau dari segi ontologi, ilmu membatasi diri pada kajian yang bersifat empiris. Objek penelaah ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa hal-hal yang sudah berada diluar jangkauan manusia tidak dibahas oleh ilmu karena tidak dapat dibuktikan secara metodologis dan empiris, sedangkan ilmu itu mempunyai ciri tersendiri yakni berorientasi pada dunia empiris.
Referensi :
1. https://kumparan.com/berita-terkini/pengertian-ontologis-dan-ruang-lingkupnya-dalam-kajian-filsafat-1zXx5fuygk7/full
2. https://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/download/680/593
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Ontologi adalah bagian filsafat yang paling umum, atau merupakan bagian dari metafisika, dan metafisika merupakan salah satu bab dari filsafat. Obyek telaah ontologi adalah yang ada tidak terikat pada satu perwuju dan tertentu, ontologi membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya.
Selain itu juga, Secara bahasa, ontologi berasal dari Bahasa Yunani yang asal katanya adalah “Ontos” dan “Logos”. Ontos adalah “yang ada” sedangkan Logos adalah “ilmu”. Sederhananya, ontologi merupakan ilmu yang berbicara tentang yang ada. Secara istilah, ontologi adalah cabang dari ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup tentang suatu keberadaan yang meliputi keberadaan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Ontologi kerap kali diidentikkan dengan metafisika. Ontologi merupakan cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat apa yang terjadi. Ontologi menjadi pembahasan yang utama dalam filsafat, Dimana tentang realitas atau kenyataan. Pada dasarnya ontologi berbicara asas-asas rasional dari yang ada atau disebut suatu kajian mengenai teori tentang “ada”, karena membahas apa yang ingin diketahui dan seberapa jauh keingintahuan tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh ontologi dalam filsafat ilmu pengetahuan:
1. Ontologi Materialisme: Materialisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa hanya materi yang ada di dunia ini. Semua fenomena alam dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep-konsep fisik dan kimia.
2. Ontologi Idealisme: Idealisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa hanya pikiran atau ide yang ada di dunia ini. Semua fenomena alam adalah manifestasi dari pikiran atau ide.
3. Ontologi Realisme: Realisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa ada dua jenis entitas yang ada di dunia ini, yaitu entitas materi dan entitas non-materi (seperti pikiran atau ide).
4. Ontologi Konstruktivisme: Konstruktivisme adalah ontologi yang menyatakan bahwa pengetahuan dan realitas adalah konstruksi sosial dan budaya. Semua fenomena alam dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep-konsep sosial dan budaya.
Bahrum, SE, M.Ak, Akt. ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/1276/1243&ved=2ahUKEwiNkrnAiaKMAxWUSmwGHfSrPEwQFnoECDoQAQ&usg=AOvVaw1q7caRmp8AiYKqDN-W-ZYC. Diakses pada 24-03-2025 pukul 13.28 WIB.
Dewi Rokhmah (Desember, 2021). ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://media.neliti.com/media/publications/389275-none-a1ba1d1f.pdf&ved=2ahUKEwiNkrnAiaKMAxWUSmwGHfSrPEwQFnoECBwQAQ&usg=AOvVaw1vlRWjaIWuvjsfTFbZZHxQ . Diakses pada 24-03-2025 pukul 13.34 WIB.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Contoh Persoalan Ontologis dalam Ilmu Pengetahuan
1. Fisika - Apakah cahaya itu partikel atau gelombang? (Persoalan hakikat keberadaan cahaya)
2. Biologi - Apa batasan antara makhluk hidup dan benda mati? (Misalnya, virus berada di antara dua kategori ini)
3. Psikologi - Apakah kesadaran manusia itu hanya hasil kerja otak atau ada unsur non-materi seperti jiwa?
4. Matematika - Apakah bilangan itu nyata atau hanya konsep abstrak buatan manusia?
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu membahas hakikat realitas suatu objek ilmu, menentukan batas-batas keberadaan sesuatu, dan mempengaruhi cara ilmu memahami dunia.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Dalam ilmu geografi, persoalan ontologis dapat dilihat dalam cara kita memahami ruang dan tempat. Misalnya, pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan "tempat" dan bagaimana kita mendefinisikan "ruang" menjadi sangat penting. Harvey (1973) dalam bukunya "Social Justice and the City" menyatakan bahwa pemahaman tentang ruang tidak hanya berkaitan dengan lokasi fisik, tetapi juga dengan konteks sosial dan budaya yang membentuk pengalaman manusia terhadap ruang tersebut.
Implikasi ontologis dalam geografi mencakup bagaimana kita memandang interaksi antara manusia dan lingkungan. Misalnya, dalam studi tentang perubahan iklim, pemahaman tentang keberadaan dan interaksi antara faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi penting. Hal ini menunjukkan bahwa geografi tidak hanya mempelajari peta dan lokasi, tetapi juga dinamika sosial yang mempengaruhi penggunaan ruang.
Harvey, D. (1973). Social justice and the city. Edward Arnold.
Heidegger, M. (1962). Being and time (J. Macquarrie & E. Robinson, Trans.). Harper & Row. (Original work published 1927)
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
didalam dunia pendidikan luar biasa yang peserta didiknya adalah anak berkebutuhan khsuus. persoalan ontologisnya berupa pengidentifikasian dan pengkalsifikasian kebutuhan anak berkebutuhan khusus. mempertanyakaan apa pengidentifikasian kebutuhan ABK sudah sesuai/akurat ? apa sudah adil ?
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
contohnya kalau di bidang keilmuan yang saya pelajari seperti perdebatan "Apakah benar kita manusia berasal dari evolusi monyet / primata?". Dari pertanyaan itu pun sudah mampu menimbulkan banyak perdebatan pemikiran yang membuat kita manusia berusaha mencari mengenai "Apa kebenarannya" / "Apa kenyataannya"
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Contoh Persoalan Ontologis dalam ilmu pengetahuan:
1. Biologi, yaitu: Apakah kehidupan itu hanya sebuah proses atau apakah ada sesuatu yang lain?
2. Fisika, yaitu: Apakah terdapat batas ruang dan waktu? Apakah ruang dan waktu itu berdiri sendiri, atau terikat dengan hal lainnya?
3. Ilmu Komputer, yaitu Apakah AI dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan dengan tepat dan benar?
4. Psikologi, yaitu: Apakah kesadaran manusia merupakan aktivitas otak atau ada yang lain?
Sumber: https://uin-malang.ac.id/r/131101/ontologi.htm
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Kajian ontologi dikaitkan dengan objek ilmu dalam pandangan Islam, terbagi menjadi dua yaitu:
Pertama, objek ilmu yang bersifat materi, maksudnya adalah objek ilmu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan.
Contohnya ilmu sains, ilmu eksak, ilmu politik, sosial, budaya, psikologi, dan lain sebagainya.
Kedua, objek ilmu yang bersifat non-materi. Berlawanan dengan objek materi, pada non-materi ini tidak bisa didengar, dilihat, dan dirasakan. Hasil akhir dari objek non-materi ini lebih sebagai kepuasan spiritual.
Contohnya objek yang berbicara tentang ruh, sifat dan wujud Tuhan.
CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman
Volume 7, Nomor 2, Desember 2021; P-ISSN 2443-2741; E-ISSN 2579-5503
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Persoalan ontologis berkaitan dengan pertanyaan fundamental mengenai hakikat realitas dan keberadaan. Ontologi membahas apa yang benar-benar ada di dunia, bagaimana entitas tersebut diklasifikasikan, serta bagaimana mereka saling berhubungan.
Persoalan ontologis dalam ilmu geografi berpusat pada hakikat keberadaan objek dan fenomena geografis, serta bagaimana mereka direpresentasikan dalam ilmu pengetahuan. Salah satu contoh dalam bidang Geographic Information Science (GIScience), muncul pertanyaan ontologis tentang bagaimana objek geografis dikategorikan dalam sistem informasi spasial. Misalnya, apakah ruang geografis lebih tepat digambarkan secara absolut (menggunakan koordinat tetap) atau relatif (tergantung pada perspektif pengguna dan interpretasi budaya)?
(Sumber: Casati, R., Smith, B., & Varzi, A. (1998); Agarwal, P. (2005); Taylor, P.J. (2023))
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Persoalan ontologi dalam filsafat ilmu berarti kita mempertanyakan tentang hakikat keberadaan, realita yang ada, masalah apa yang akan kita kaji, dan lebih lanjut mengenai sampai batas mana kita akan mengkajinya.
Contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan kimia, permasalahan ontologis yang dapat kita tanyakan:
- Apakah atom itu benar-benar ada?
- Apakah reaksi kimia itu benar-benar terjadi?
- Apakah benar suhu berpengaruh terhadap laju reaksi?
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
contoh :
Dalam bidang fisika modern muncul pertanyaan ontologi :
Apakah lubang hitam (blackhole) di ruang angkasa benar-benar ada sebagai entitas fisik, atau hanya dugaan yang tidak nyata sampai diukur?
Apakah partikel seperti elektron benar-benar ada sebagai entitas fisik, atau hanya dugaan yang tidak nyata sampai diukur?
Sumber : Tafsir, A. (2022). Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Re: Persoalan-Persoalan dalam Filsafat Ilmu
Seperti contoh dalam bidang ilmu psikologi “apakah pikiran itu nyata?”. Masalah ontologis: Pikiran, kesadaran, atau emosi tidak dapat diamati secara langsung, hanya melalui perilaku atau pernyataan verbal. ertanyaan ontologis: Apakah pikiran itu bagian dari dunia nyata (ontologi realistis) atau hanya simbol yang kita gunakan untuk menjelaskan fenomena kompleks?
Persoalan ontologis dalam filsafat ilmu adalah usaha memahami “apa yang sebenarnya dipelajari oleh ilmu pengetahuan”. Tanpa pemahaman ontologis, peneliti bisa keliru menentukan:
1. Objek kajian
2. Cara mengukurnya
3. Memperlakukan sesuatu yang abstrak sebagai benda nyata