Forum Hakikat Ilmu

Forum Hakikat Ilmu

oleh Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002 -
Jumlah balasan: 38

Silahkan diskusikan terkait materi Hakikat Ilmu di Forum ini

Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Septhy Dwi Jayanthy 24071340006 -
Menurut Perspektif Aksiologis (Hakikat Nilai) Aksiologi berkaitan dengan nilai dan manfaat ilmu pengetahuan. Dari sudut pandang ini, hakikat ilmu tidak hanya tentang mencari kebenaran, tetapi juga memikirkan bagaimana ilmu itu digunakan untuk kesejahteraan manusia. pengembangan ilmu pengetahuan harus selalu mempertimbangkan nilai etika dan moral tetapi dalam kasus seperti teknologi nuklir atau rekayasa genetika misalnya, apakah ilmu yang bertujuan memajukan pengetahuan tetap sah meskipun memiliki potensi risiko etis yang besar ?
Sebagai balasan Septhy Dwi Jayanthy 24071340006

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Ilmu pengetahuan, meskipun bertujuan untuk memajukan pengetahuan dan meningkatkan kesejahteraan manusia, memang harus mempertimbangkan nilai etika dan moral, terutama dalam bidang yang memiliki potensi risiko besar seperti teknologi nuklir atau rekayasa genetika. Dalam kasus-kasus ini, meskipun ilmu tersebut sah dalam konteks pencapaian pengetahuan, penggunaannya harus diawasi dengan sangat hati-hati untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan. Ilmu harus selalu dipandu oleh pertimbangan moral yang kuat, agar tidak hanya menguntungkan secara ilmiah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kehidupan dan keberlanjutan manusia
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Octarina 24071340029 -
hakikat ilmu mencakup dimensi apa yang di kaji, bagaimana cara mendapatkannya dan apa kegunaannya . ilmu pengetahuan akan terus berkembang melalui prose akumulasi dan verifikasi. meskipun memiliki keterbatasan ilmu merupakan sarana terpercaya bagi manusia untuk memahami realitas dalam memecahkan masalah.perkembangan ilmu tidaklah lepas dari konteks budaya,dan nilai nilai yang terkandung di masyarakat sehingga perkembangan ilmu pelu di sertai dengan tanggung jawab yang etis.
Sebagai balasan Octarina 24071340029

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Sangat tepat, karena ilmu memang merupakan sarana utama bagi manusia untuk memahami dunia dan memecahkan masalah. Proses akumulasi dan verifikasi yang terus berlangsung memastikan bahwa ilmu berkembang seiring waktu, meskipun tetap ada keterbatasannya. Namun, penting untuk diingat bahwa ilmu tidak terlepas dari konteks budaya dan nilai-nilai masyarakat. Perkembangan ilmu harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab etis agar pengetahuan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang positif dan tidak merugikan. Dengan begitu, ilmu tetap dapat berfungsi sebagai alat yang bermanfaat bagi umat manusia dan lingkungan di sekitarnya.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Agustina Boka Sampebatu 24071340010 -
Hakikat ilmu adalah inti dari apa yang membuat ilmu pengetahuan berbeda dari bentuk pengetahuan lainnya
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Kethy Inriani 24071340021 -
Hakikat ilmu mengacu pada esensi ilmu pengetahuan yang mencakup sifat, sumber, serta tujuannya. Ilmu tidak hanya sekadar kumpulan informasi, tetapi merupakan hasil dari proses yang sistematis dan terstruktur untuk memahami dunia melalui pendekatan ilmiah. Dalam kajian ilmu, terdapat tiga aspek utama yang menjadi landasan pemahamannya. Ontologi, ilmu yang berkaitan dengan objek kajian yang berusaha menjelaskan realitas berdasarkan prinsip rasional serta bukti empiris. Epistemologi, ilmu yang membahas cara memperoleh pengetahuan yang valid melalui metode ilmiah, yang membedakannya dari sekadar opini atau kepercayaan subjektif. Aksiologi, ilmu yang menekankan pentingnya nilai dalam penerapan ilmu pengetahuan, baik dalam manfaat praktis bagi kehidupan manusia maupun dalam aspek etika yang harus diperhatikan dalam penggunaannya. Selain itu, ilmu memiliki karakteristik khas, seperti sistematis, objektif, rasional, serta dapat diuji ulang.

Menurut bapak/ibu, Apakah ilmu benar-benar dapat sepenuhnya objektif, ataukah selalu ada unsur subjektivitas dalam proses pengamatan dan interpretasi data? Jika ilmu terus berkembang dan mengalami revisi, apakah kita bisa benar-benar mencapai kebenaran absolut, ataukah ilmu hanya sebatas pendekatan terbaik terhadap realitas yang terus berubah? Sejauh mana faktor sosial dan budaya memengaruhi pengembangan ilmu? Apakah ini dapat mengancam netralitas ilmu atau justru memperkaya pemahaman kita tentang ilmu pengetahuan?
Sebagai balasan Kethy Inriani 24071340021

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Andi Prabowo 24071340024 -
Terimakasih Ibu, Kethy, penjelasan yang menambah wawasan dan ilmu saya mengenai hakikat ilmu itu sendiri. Saya akan mencoba memberikan feedback dari apa yang Ibu paparkan. 1. pada realita kehidupan ilmu pasti akan berbenturan dengan namanya objektifitas vs subjektifitas, hal ini tidak bisa kita hindari karena Keterbatasan Manusia. terlebihlagi kita sebagai manusia memiliki sisi humanis sehingga terkadang mengambil keputusan tidak absolut dengan menggunakan data yang valid saja. disini saya akan memberi suatu gambaran ya Bu Kethy, bahwasanya dalam ilmu itu ada yang namanya proses mencari suatu realitas atau fakta, ketika kita melakukan suatu Proses pengamatan, interpretasi data, dan perumusan teori kita selalu melibatkan unsur subjektivitas. seperti, pilihan topik penelitian, desain eksperimen, dan interpretasi hasil dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan keyakinan ilmuwan. namun ilmu harus tetap objektif karena menurut saya, ilmu pengetahuan yang ideal adalah suatu proses berusaha untuk mencapai objektivitas, yaitu pengetahuan yang bebas dari bias pribadi, emosi, dan nilai-nilai subjektif. 2. Kebenaran absolut? konteks terbaiknya menurut Saya adalah pendekatan terbaik. mengapa demikian? karena kebenaran absolut dalam ilmu tidak bisa kita presure dan tidak menerima kemungkinan - kemungkinan alternatif. seperti yang Ibu kethy bilang bahwa ilmu itu terdiri dari tiga perspektif didalamnya, secara ontologi, epistemologi dan aksiologi sehingga ilmu itu pastinya dinamis dan berkembang. Saya ambil contoh : siapa yang akan menyangka bahwa pluto yang kita pelajari dahulu adalah planet ke 9 dalam tatasurya kita, ternyata sekarang tidak diakui sebagai planet besar? bahkan dibuku ilmu pengetahuan sekarang, anak - anak akan menjawab, planet dalam tata surya kita saat ini ada 8. nah, itulah yang menurut Saya ilmu itu bersifat pendekatan terbaik dan dinamis. 3. apakah faktor SOSBUD mempengaruhi pengembangan ilmu? Menurut Saya, pasti berpengaruh Bu, kembali lagi pada penjelasan perspektif ilmu secara aksiologi yang Ibu paparkan, bahwa "ilmu yang menekankan pentingnya nilai dalam penerapan ilmu pengetahuan, baik dalam manfaat praktis bagi kehidupan manusia maupun dalam aspek etika yang harus diperhatikan dalam penggunaannya". sehingga menurut Saya SOSBUD merupakan bagian yang memperkaya khazanah ilmu itu yang bersifat dinamis tidak stagnan dengan satu keadaan. 4. apakah mengancam netralitas ilmu atau justru memperkaya pemahaman kita tentang ilmu pengetahuan? jika kita membahas dari keseluruhan jawaban yang telah saya berikan hirarki dari kesemuanya adalah 1 yaitu kebenaran. Sama seperti yang Ibu Kethy paparkan bahwa *"ilmu memiliki karakteristik khas, seperti sistematis, objektif, rasional, serta dapat diuji ulang"*. sehingga sosial dan budaya bisa saja menjadi ancaman bagi netralitas ilmu jika tidak dikelola dengan baik. dan harapannya adalah, SOSBUD bisa memperkaya pemahaman kita tentang ilmu pengetahuan dengan memberikan perspektif yang beragam dan kritis. demikian Ibu feedback dari Saya, sebelumnya maaf jika ada kata yang salah, terimakasih Ibu.
Sebagai balasan Andi Prabowo 24071340024

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Kethy Inriani 24071340021 -
Terima Kasih pak Andi, tanggapan yang diberikan mencerminkan pemahaman yang mendalam mengenai hakikat ilmu pengetahuan. Pemaparan yang disampaikan tidak hanya bersifat reflektif, tetapi juga menunjukkan keterhubungan yang erat.
Sebagai balasan Andi Prabowo 24071340024

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Riskan Akhbari 24071340023 -
Sepakat dengan pemaparan pak Andi, Sedikit menambahkan bahwa Pengetahuan yang diproses menurut metode ilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat pengetahuan yang kemudian disebut pengetahuan atau ilmu. Ilmu pada dasarnya merupakan Kumpulan pengetahuan yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian Tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkan penjelasan yang ada.
Sebagai balasan Kethy Inriani 24071340021

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Ilmu memang berusaha untuk objektif, namun dalam praktiknya, selalu ada unsur subjektivitas, terutama dalam pengamatan dan interpretasi data. Pengetahuan manusia terikat pada keterbatasan perspektif dan teknologi yang ada. Dalam hal ini, meskipun ilmu berkembang dan mengalami revisi, kita mungkin tidak akan pernah mencapai kebenaran absolut, karena realitas itu terus berubah dan kita selalu berusaha mendekati kebenaran dengan metode ilmiah yang paling canggih saat itu.

Faktor sosial dan budaya sangat mempengaruhi pengembangan ilmu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, kepentingan politik, ekonomi, atau bahkan pandangan moral dapat mengarahkan fokus penelitian. Namun, ini tidak selalu merusak netralitas ilmu. Sebaliknya, keberagaman perspektif budaya bisa memperkaya pemahaman kita, memberikan wawasan baru, dan mendorong pendekatan yang lebih inklusif dalam ilmu pengetahuan.

Intinya, meskipun ilmu memiliki tujuan untuk objektif dan sistematis, unsur manusiawi selalu hadir, dan ini justru bagian dari dinamika yang mendorong ilmu pengetahuan berkembang lebih baik lagi.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Eki Piroza 24071340017 -
secara garis besar dari materi yang hari ini saya dapatkan bahwa hakekat ilmu mencakup 3 aspek yakni Aktivitas yang dalam hal ini berperan sebagai proses, kemudian metode yang berperan sebagai prosedur atau tata cara dan Knowledge / pengetahuan yang berperan sebagai produk. ketiga aspek tersebut merupakan segitiga ilmu yang kemudian membentuk hakekat ilmu.
Sebagai balasan Eki Piroza 24071340017

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
iya Pak, Ketiganya saling terkait dan membentuk suatu kesatuan yang membangun pemahaman kita tentang dunia, yang terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pendekatan ini membantu kita melihat ilmu sebagai suatu hal yang dinamis, bukan hanya sebagai kumpulan fakta, tetapi juga sebagai alat untuk memahami realitas secara mendalam.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Andi Prabowo 24071340024 -
Hakekat Ilmu ialah pengetahuan yang esesnsi karena ilmu tanpa pengetahuan akan sangat kontradiktif seperti teori tanpa praktek atau pengalaman. Berdasarkan materi yang didapat pada pembelajaran filsafat ilmu pada chapter ini, bisa kita pahami bahwa ilmu itu sebagai suatu pengetahuan yang sistematis. Kenapa Saya katakan ilmu itu sebagai pengetahuan yang sistematis?

Hal itu dikarenakan ilmu itu diperoleh melalui metode-metode tertentu yang diakui, seperti pengamatan, eksperimen, dan analisis. Selain itu Ilmu memiliki struktur yang jelas, dengan teori-teori, hukum-hukum, dan prinsip-prinsip yang saling terkait. Oleh karena ilmu itu terorganisir secara sistematis, menurutsaya dalam mendapatkan sebuah ilmu, seseorang akan melalui yang namanya proses mencari kebenaran. Mengapa bisa demikian?

Saya akan membedahnya bahwa ilmu itu adalah suatu proses mencari kebenaran. Pertama, seseorang dalam mendapatkan ilmu seseorang itu pasti akan selalu mempertanyakan kebenarannya sehingga untuk mendapatkan kebenaran itu, kita pasti akan melakukannya secara objektif, rasional, dan kritis. Dan yang kedua, dalam mencari suatu kebenaran itu (Ilmu) manusia pasti akan berfikir dari segala kemungkinan proses inilah yang dikatakan bahwa seseorang sedang berfilsafat, karena selalu berfikir sesuatu itu pasti ada kemungkinan jawaban yang lainnya demi mendapatkan suatu kebenaran (Ilmu) yang hakiki. Berdasarkan materi belajar yang diberikan pada sesi ini Saya membaca pada buku filsafat ilmu, Menurut A. Heris Hermawan (2011:8) Ilmu merupakan pengetahuan rasional dalam kajian tertentu dengan argumentasi yang sistimatis dan memenuhi semua ketentuan yang berlaku dalam metode ilmiah. Sehingga berdasarkan apa yang beliau jelaskan, Saya menarik kesimpulan bahwa hakikat ilmu adalah pencarian pengetahuan yang sistematis, objektif, dan rasional, yang bertujuan untuk memahami dan mengubah dunia. Apapun itu ilmu dari segi pandang perspektif apapun, baik itu dari segi ontologis, epistemologi, bahkan aksiologi kesemua perspektif itu bermuara pada satu titik yaitunilai dasar, realita (kebenaran) , nilai โ€“ nilai dan tanggung jawab.


Demikianlah pendapat dari Saya, Kritik, Saran dan masukan bisa menjadi bahan ulasan diskusi kita, demi memperkaya khazanah ilmu ini
Sebagai balasan Andi Prabowo 24071340024

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Nanin Ardiyanti 24071340019 -
dari pemaparan pak andi saya menambah pemahaman saya mengenai hakikat ilmu. dari yang saya baca hakikat ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran dari fenomena-fenomena yang terjadi, kemudian untuk mencari cara membuktikan kebenaran ini menggunakan metode ilmiah yang disusun secara sistematis. sehingga hasil dari kebenaran ilmu pengetahuan ini memiliki nilia-nilai yang baik dari kebermanfaatan, nilai mora, dan nilai sosialnya. hasil kebenarannya pun dapat di pertanggung jawabkan.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh NELLY 24071340022 -
Hakekat adalah hal yang paling substansial dari sesuatu.
Ilmu adalah kumpulan teori yang sudah teruji kebenarannya yang menjelaskan pola-pola teratur dan tidak teratur dari fenomena.
Hakikat Ilmu Pengetahuan adalah activiti (sebagai proses), knoledge (sebagai produk) dan method (sebagai prosedur). Hakikat Ilmu Pengetahuan meliputi beberapa aspek, yaitu objek kajian yang spesifik, yaitu fenomena alam dan sosial yang dapat diobservasi, diukur, dan dianalisis. Ilmu pengetahuan menggunakan metode penelitian yang sistematis dan logis, yaitu metode ilmiah yang meliputi observasi, eksperimen, dan analisis data. Tujuan penelitian yang jelas, yaitu untuk memperoleh pengetahuan yang baru, untuk memahami fenomena alam dan sosial, dan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain itu juga ilmu pengetahuan memiliki sifat pengetahuan yang objektif, yaitu pengetahuan yang didasarkan pada bukti empiris dan dapat diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. Proses pengembangan ilmu pengetahuan memiliki proses pengembangan yang kontinu, yaitu proses yang melibatkan penelitian, analisis, dan sintesis pengetahuan yang baru.
Menurut A. Heris Hermawan (2011:8), lepas dari semua definisi yang pernah dinisbatkan pada kata filsafat, kajian filsafat meranah dalam tiga cabang utama; ontologis, epistemologis dan aksiologis. Tetapi berdasarkan medan penggunaannya, filsafat dapat diklasifikasi menjadi filsafat teoritis dan filsafat praksis. Secara teoritis, tujuan filsafat adalah membantu manusia menemukan Kebanaran (dengan K kapital yang berarti benar dalam tingkat tertinggi), sedangkan tujuan praksisnya adalah membantu manusia dalam menyesuaikan diri dengan kebenaran.
Menurut A. Heris Hermawan (2011:53), dalam Aliran Descartes berpendapat tentang, adanya ilmu pengetahuan fitrah berdasarkan realitas esensial yang tidak diragukan lagi. Pengetahuan fitri-hakiki ini tiada lain dari pengetahuan manusia terhadap esensinya sendiri. Pandangan ini dapat disimpulkan dengan ucapannya: โ€Jika aku melihat wujud ini gelap, masalah yang rumit dan pemecahannya masih simpang siur, aku kerahkan usaha sedemikain rupa hingga aku bukan lampu (Aku) dan di atas cayahannya aku telanjangai setiap (bukan aku)โ€. Akhirnya: โ€œAku berpikir, karena itu aku adaโ€.
Menurut Juwaini, Baqillani, & Abu Yaโ€™la : โ€œIlmu adalah pengetahuan objek ilmu sesuai realitasnyaโ€.
Menurut Ibnu Rusyd : โ€œSesuangguhnya ilmu yaqini adalah pengetahuan sesuatu sebagaimana realitasnya sendiriโ€.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Nurlaily Samawati -
hakikat adalah sesuatu yang mendasar dan tidak dapat dipisahkan dari objek atau konsep yang dijelaskan.
llmu merupakan kumpulan berbagai pengetahuan yang didasarkan pada teori dan sumber yang telah disepakati bersama yang memiliki karakteristik yaitu: (1) bersifat akumulatif, (2) kebenarannya tidak mutlak, (3) bersifat objektif, (4) bersifat umum. Sifat ilmiah di dalam ilmu dapat diwujudkan melalui syarat-syarat: (1) ilmu harus mempunyai objek, (2) ilmu harus mempunyai metode, (3) ilmu harus sistematik, (4) ilmu bersifat universal.

sehingga hakikat ilmu adalah kajian penting tentang pengetahuan mendasar dalam memahami karakteristik dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan manusia sebagai kerangka konseptual (teori) yang mengkaji dan menguji secara kritis menggunakan metodologi ilmiah.
Sebagai balasan Nurlaily Samawati

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Irwan Hari Suprapto 24070240028 -
Memang benar Bu, hakikat ilmu adalah kajian yang mendalam tentang pengetahuan mendasar yang membantu kita memahami dunia. Sebagai kerangka konseptual, ilmu bukan hanya kumpulan pengetahuan, tetapi juga berfungsi untuk menguji dan mengembangkan pemahaman kita melalui metodologi ilmiah yang terstruktur.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Rhama Duniati 24071340004 -
Hakikat ilmu,
Ilmu adalah jendela pegetahuan yang membawa manusia untuk melihat lebih dalam ke dalam esensi kehidupan dan alam semesta ini . Dengan memanfaatkan proses observasi, eksprimen dan penalaran, manusia berhasil menghimpun serta mengorganisirsejumlah besar informasi yang bukan hanya menjadi pondasi tetapi juga pendorong kemajuan peradaban. imu menjadi cahaya penerangan yang menyinari koridor sejarah dan membentuk arah masa depan
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Dwi Ratnasari 24071340020 -
Hakikat merupakan hal yang mendasar mengenai benda, pikiran atau kenyataan yang sebenarnya.
Ilmu merupakan pengetahuan tentang bidang-bidang tertentu yang disusun secara terstruktur dengan menggunakan metode yang diakui untuk menjelaskan bidang ilmu tertentu
Jadi Hakikat Ilmu merupakan Pengetahuan yang mendasar mengenai bidang tertentu yang dikaji dan disusun menggunakan metode yang terstruktur untuk memberikan penjelasan mengenai bidang ilmu tertentu.
Di dalam hakikat ilmu ada tiga konsep yang harus kita pahami yaitu Activity (proses), Method (Prosedur) dan Knowledge (Produk).
Berdasarkan tiga konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa akitivitas dalam memahami ilmu bidang tertentu dilakukan sesuai prosedur maka akan menghasilkan pengetahuan untuk memahami ilmu-ilmu bidang tertentu.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Arditama 24071340001 -
Hakekat ilmu adalah esensi atau inti dari sesuatu, sementara pengetahuan diperoleh melalui metode yang disusun secara sistematis dan dapat diuraikan secara ilmiah. berdasarkan kedua pernyataan tersebut kita bisa menyakini bahwa pengetahuan dapat dianggap sebagai hasil pemahaman individu terhadap sesuatu atau sebagai upaya manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapainya, atau sebagai hasil usaha individu untuk memahami objek tertentu. dari itu saya bisa berkesimpulan yang dimaksud dengan hakekat ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang mendasari atau yang menjadi dasar dari ilmu tersebut.
Sebagai balasan Arditama 24071340001

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Septi Ekaningsih 24071340026 -
Saya sependapat dengan pak Ardi, bahwa pada dasarnya ilmu pengetahuan merupakan usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki, dan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap berbagai segi kehidupan yang disusun secara sistematis, metodis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan (realita) yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan tersebut., sehingga diharapkan dapat memperjelas tentang apa yang akan dipelajari, dan bisa mendapatkan sebuah kebenaran.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Lisa Sumartini 24071340028 -
Hakikat Ilmu adalah inti sari/dasar dari ilmu. Hakikat Ilmu adalah bagian dari Filsafat Ilmu yang nerupakan objek formal yang mempelajari proses mendapatkan kebenaran/ilmu, prosedur yang digunakan untuk mendapatkan kebenaran. Sehingga menghasilkan suatu produk (pengetahuan baru)
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Dian Pratiwi 24071340018 -
Secara garis besar, Hakikat Ilmu adalah usaha manusia untuk memahami realitas melalui metode yang sistematis, rasional, dan dapat diuji. Ilmu terus berkembang dan harus digunakan dengan tanggung jawab untuk kebaikan manusia dan alam.
Hakikat ilmu terdiri dari 3 aspek filsafat ilmu yaitu:
1. Ontologi (Hakikat Keberadaan Ilmu)
2. Epistemologi (Hakikat Cara Memperoleh Ilmu)
3. Aksiologi (Hakikat Nilai dan Manfaat Ilmu)
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Nolia 24071340005 -
Hakikat ilmu pengetahuan adalah inti dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Hakikatnya ini mencakup pemahaman mendalam tentang apa itu ilmu pengetahuan, bagaimana ilmu pengetahuan diperoleh dan apa tujuannya.
Adapun perbedaan antara ilmu dan pengetahuan, ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, Sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Uli 24071340011 -
Hakikat ilmu menurut apa yang saya pahami setelah membaca modul dan beberapa sumber lain intinya adalah "Inti dari suatu ilmu" . Pada hakikatnya semua ilmu yang ada pasti / harus memiliki tiga dimensi filosofis yaitu Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis. Secara ontologis menyatakan bahwa ilmu itu harus punya inti mengenai "Apa" yang dipelajari / dikaji. Secara Epistemologis menyatakan bahwa suatu ilmu itu harus jelas mengenai "Bagaimana" ilmu itu didapat atau cara suatu keilmuan itu diperoleh. Secara ontologis, bahwa ilmu itu harus jelas "untuk apa " atau apa implikasi ilmu tersebut bagi kehidupan manusia.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Tri Yudha Silalahi 24071340007 -
Hakikat ilmu merujuk kepada sifat atau hakikat sebenarnya dari ilmu itu sendiri sehingga pembahasannya tentang apa itu ilmu, bagaimana ilmu itu diperoleh, dan tujuan dari ilmu itu atau yang disebut dengan pandangan secara ontologis, epistemologis dan aksiologis.
ilmu merupakan pengetahuan ilmiah, kumpulan teori yg sudah teruji kebenarannya, pengetahuan ilmiah yg menjelaskan pola-pola teratur dan tidak teratur dari alam dan kehidupan.
Ilmu juga sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui proses sistematis, kritis, objektif, radikal, spekulatif, holistik, berasaskan fakta, yang dapat dibuktikan dan diterima oleh akal (rasional).
Tujuan ilmu adalah untuk memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang alam semesta dan kehidupan, hubungan manusia dengan Tuhan dan makhluknya, serta memberi manfaat dalam bentuk penyelesaian masalah yang dihadapi oleh manusia.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Yuliana 24071340002 -
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang sistematis, terorganisir, dan dapat diuji kebenarannya serta melibatkan proses pengamatan, eksperimen, dan analisis untuk memahami fenomena alam atau sosial.
Sifat ilmu pengetahuan, yaitu metodis, objektif, logis, empiris, dan sistematis.
Ilmu terdiri dari proses (activity), prosedur (method), dan produk (knowledge).
Proses yang dimaksud adalah aktivitas penelitian meliputi proses pemikiran yang berpegang pada kaidah-kaidah logika (rasional), mengetahui dan memperoleh pengetahuan (kognitif), dan memperoleh pemahaman, mencapai kebenaran, memberikan eksplanasi, dan melakukan mellaui prediksi dan pengendalian (teleo-logis).
Prosedur merupakan metode ilmiah meliputi pola prosedural, tata langkah, teknik, dan aneka alat.
Produk adalah pengetahuan sistematis, yaitu ilmu yang menghasilkan teori, hukum, dan model yang menjelaskan fenomena alam dan sosial.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Catur Yuanita 24071340009 -
Hakikat ilmu memberi gambaran pada kita mengenai bagaimana ilmu dikembangkan dengan berbagai cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar dan dapat diuji, dipertanggungjawabkan, dan dimanfaatkan, Hakikat ilmu pengetahuan mencakup tiga aspek utama: 1) Ontologis ; mengenai apa yang dipelajari, 2) Epistemologi; mengenai bagaimana kita mempelajari/mengetahui, dan 3) Aksiologi; mengenai untuk apa ilmu digunakan.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Riskan Akhbari 24071340023 -
Hakikat adalah esensi atau inti dari sesuatu, sementara pengetahuan diperoleh melalui metode, disusun secara sistematis, dan dapat diuraikan secara ilmiah.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Nanang Qosim Ali Hamid 24071340003 -
Menurut Abdul Mujib dalam Jurnal Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Persfektif Islam menjelaskan bahwa Ilmu pengetahuan merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekadar pengetahuan tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Kemudian berdasarkan definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hakikat adalah intisari, dasar, atau kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya).
Sehingga menurut pandangan saya Hakikat Ilmu Pengetahuan yaitu bagaimana proses pencarian pengetahuan yang berdasarkan rasionalitas yang dapat diuji secara ilmiah atau non rasionalitas yang terdapat dalam unsur kepercayaan (keimanan) sehingga pengetahuan tersebut memiliki pola atau formula yang mampu menjelaskan segala bentuk keingintahuan dalam diri kita.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh NELLY 24071340022 -
Ilmu adalah pengetahuan yang sistematis, terstruktur, dan terorganisir tentang suatu objek atau fenomena. Ilmu memiliki beberapa karakteristik, yaitu sistematis, terstruktur dan terorganisir.
Tujuan ilmu adalah untuk mencari kebenaran dan memahami fenomena alam dan sosial. Ilmu memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. Mencari kebenaran: Ilmu bertujuan untuk mencari kebenaran tentang suatu objek atau fenomena.
2. Memahami fenomena: Ilmu bertujuan untuk memahami fenomena alam dan sosial.
3. Mengembangkan pengetahuan: Ilmu bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan memperluas cakrawala pengetahuan.
Ilmu memiliki beberapa karakteristik, yaitu Objektivitas (Ilmu harus objektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat atau bias pribadi), Rasionalitas (Ilmu harus rasional dan logis dalam mengumpulkan dan menganalisis data), Empiris (Ilmu harus empiris dan berdasarkan pada pengamatan dan eksperimen) dan Sistematis (Ilmu harus sistematis dan terstruktur dalam mengumpulkan dan menganalisis data). Ilmu memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat, yaitu meningkatkan pengetahuan, mengembangkan teknologi, meningkatkan kesejahteraan,
dan mengembangkan budaya.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Ibnu Ariwibowo 24071340014 -
Menurut saya, hakikat ilmu pengetahuan adalah upaya manusia dalam mencari, menemukan, dan memahami kebenaran tentang alam semesta, kehidupan, dan berbagai fenomena di dalamnya secara sistematis. Ilmu pengetahuan bersifat rasional, objektif, dan dapat diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. Dari sudut pandang filsafat ilmu, ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri utama:
1. Ontologi menjelaskan tentang hakikat realitas yang dikaji oleh ilmu.
2. Epistemologi menjelaskan bagaimana ilmu diperoleh, baik melalui pengalaman (empiris) maupun pemikiran logis (rasional).
3. Aksiologi menjelaskan tentang manfaat dan dampak ilmu bagi kehidupan manusia.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Isran Mihardi 24071340013 -
hakikat ilmu adalah pengetahuan rasional empiris yang melahirkan sebuah teori yang diperoleh dengan cara kerja metode ilmiah dengan rumus baku logico-hypothetico-verifikatif. Cara kerja ilmu pengetahuan adalah kerja mencari hubungan sebab-akibat atau mencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Muhammad Farid Aslam 24071340015 -
ilmu pengetahuan adalah suatu proses dinamis yang terus berkembang sesuai dengan temuan baru. Ilmu tidak hanya berfungsi untuk memahami alam, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, ilmu harus dikembangkan dengan pendekatan yang etis dan bertanggung jawab.
Sebagai balasan Dr. Riana Nurhayati, M.Pd. 198801292014042002

Re: Forum Hakikat Ilmu

oleh Handoko 24071340012 -
Hakikat ilmu mencakup sifat, karakteristik, dan tujuan dari pengetahuan yang terorganisir. Tiga ciri utama dari ilmu adalah objektivitas, sistematis, dan dapat diuji. Objektivitas berarti ilmu berusaha untuk memahami fenomena tanpa pengaruh bias pribadi, sehingga hasilnya dapat diterima secara universal. Sistematis menunjukkan bahwa ilmu dibangun melalui metode ilmiah yang terstruktur, termasuk observasi, eksperimen, dan analisis data.

Selain itu, ilmu juga harus dapat diuji, yang berarti bahwa teori dan hipotesis yang dihasilkan harus dapat diverifikasi atau dibuktikan salah melalui eksperimen dan pengamatan. Dengan demikian, hakikat ilmu tidak hanya berfokus pada pengumpulan informasi, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan yang dapat diandalkan dan diterapkan dalam berbagai konteks.