Saya setuju dengan asumsi bahwa jurnalis sebagai pekerjaan terbuka. Karena menurut saya jurnalisme tidaklah terbatas pada siapa, kapan, dan di mana. Bahkan tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang dengan latar belakang komunikasi saja. Jurnalis dapat dilakukan oleh dan untuk semua kalangan, bahkan dengan adanya keterbukaan informasi saat ini. Adanya jurnalisme warga menjadi salah satu wujud keterbukaan pekerjaan ini. Dimana jurnalisme warga ini tidak hanya dapat dikerjakan oleh orang yang berprofesi wartawan instansi saja. Jurnalisme saat ini dapat dilakukan oleh warga dari berbagai lapisan sosial untuk kepentingan bersama. Semua kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi informasi terbuka bagi siapa saja.
Statement terkait jurnalis adalah pekerjaan para pembelajar, menurut saya bahwa menjadi jurnalis artinya selalu mendapatkan ilmu atau pembelajaran baru dari mana saja. Jurnalis senantiasa belajar dari informasi yang diliput. Ketika sedang melakukan liputan, tentunya hal baru dapat dijadikan sumber menambah ilmu dan wawasan. Pasalnya, jurnalislah yang umumnya memperoleh informasi pertama sebelum menyebarluaskannya ke khalayak. Bahkan jurnalis lah yang umumnya mengulik atau menginvestigasi suatu fenomena. Semakin luas ilmu dan wawasannya, artinya semakin luas pula kemampuan beropini jurnalis sesuai dengan fakta.