Garis besar topik
-
Berbobot 2 SKS, 1 SKS teori dan 1 SKS Praktek, bersifat wajib tempuh, mata kuliah ini berisi tentang adaptasi latihan terhadap fungsi neuromuskuler, kardiorespirasi, sistem energi dalam latihan, adaptasi latihan regulasi cairan dan elektrolit, regulai suhu dalam latihan, proses latihan, proses aklimatisasi, fitnes dan talent, adaptasi latihan regulasi cairan dan elektrolit, regulasi suhu dalam latihan, proses latihan, proses aklimatisasi, adaptasi jenis kelamin dalam olahraga, usia dan olahraga, doping.
-
Mata kuliah Fisiologi Olahraga membahas respons dan adaptasi sistem tubuh terhadap aktivitas fisik dan latihan, baik pada individu sehat maupun atlet. Kajian ini mencakup fungsi sistem kardiovaskular, respirasi, otot rangka, metabolisme energi, sistem saraf, serta regulasi hormonal yang berperan dalam menunjang performa dan pemulihan. Mahasiswa akan memahami mekanisme kerja tubuh saat melakukan aktivitas fisik, proses kelelahan, prinsip latihan, serta adaptasi fisiologis jangka pendek dan jangka panjang akibat program latihan. Melalui pendekatan ilmiah dan berbasis bukti, mata kuliah ini menjadi landasan penting dalam perencanaan latihan, peningkatan kebugaran, pencegahan cedera, serta pengembangan prestasi olahraga secara optimal dan aman.
Aktivitas: 8 -
Homeostasis merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang relatif stabil meskipun terjadi perubahan lingkungan eksternal maupun aktivitas internal, termasuk saat melakukan aktivitas fisik. Konsep ini melibatkan berbagai mekanisme regulasi yang dikendalikan oleh sistem saraf dan sistem endokrin untuk menjaga keseimbangan suhu tubuh, pH darah, kadar glukosa, tekanan darah, serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Dalam konteks fisiologi olahraga, homeostasis menjadi dasar penting karena setiap aktivitas fisik akan menimbulkan gangguan keseimbangan internal, seperti peningkatan suhu tubuh dan produksi asam laktat, yang kemudian direspons melalui proses kompensasi agar fungsi organ tetap optimal. Dengan demikian, pemahaman tentang homeostasis membantu menjelaskan bagaimana tubuh beradaptasi terhadap latihan serta menjaga performa dan kesehatan secara keseluruhan.
Aktivitas: 10 -
Sistem energi dalam fisiologi olahraga merupakan mekanisme biologis yang memungkinkan tubuh menghasilkan adenosin trifosfat (ATP) sebagai sumber utama energi untuk kontraksi otot selama aktivitas fisik. Secara umum, terdapat tiga sistem energi utama, yaitu sistem fosfagen (ATP-PC) yang menyediakan energi secara cepat dan dominan pada aktivitas berdurasi sangat singkat dan intensitas tinggi, sistem glikolitik anaerob yang memecah glukosa tanpa bantuan oksigen untuk menghasilkan energi pada aktivitas intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi lebih lama, serta sistem oksidatif (aerob) yang memanfaatkan oksigen untuk mengoksidasi karbohidrat dan lemak guna menghasilkan energi dalam aktivitas berdurasi panjang dan intensitas relatif rendah hingga sedang. Ketiga sistem ini tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berkontribusi sesuai dengan intensitas dan lamanya aktivitas, sehingga pemahaman mengenai sistem energi sangat penting dalam perencanaan latihan, peningkatan performa, serta pencegahan kelelahan pada atlet maupun peserta didik dalam pembelajaran pendidikan jasmani.
Aktivitas: 10 -
Fisiologi tulang membahas bagaimana jaringan tulang berfungsi sebagai struktur penopang tubuh, pelindung organ vital, alat gerak pasif, serta sebagai tempat pembentukan sel darah dan penyimpanan mineral. Tulang merupakan jaringan hidup yang tersusun atas matriks organik (terutama kolagen) dan matriks anorganik (kalsium dan fosfat) yang memberikan kombinasi kekuatan dan elastisitas. Secara fisiologis, tulang mengalami proses remodeling yang berlangsung terus-menerus melalui aktivitas sel osteoblas (pembentuk tulang), osteoklas (perombak tulang), dan osteosit (pemelihara jaringan tulang), sehingga memungkinkan adaptasi terhadap tekanan mekanik, perbaikan mikrokerusakan, serta pengaturan keseimbangan kalsium dalam darah. Proses ini dipengaruhi oleh faktor hormonal seperti hormon paratiroid, kalsitonin, dan vitamin D, serta aktivitas fisik yang merangsang peningkatan kepadatan tulang. Dengan demikian, fisiologi tulang tidak hanya berkaitan dengan struktur statis, tetapi juga mencerminkan dinamika metabolik yang penting dalam menjaga homeostasis dan mendukung fungsi sistem gerak manusia.
Aktivitas: 10 -
Fisiologi otot rangka merupakan cabang ilmu yang mempelajari struktur, fungsi, dan mekanisme kerja otot rangka dalam menghasilkan gerakan tubuh. Otot rangka berperan penting dalam sistem gerak manusia karena melekat pada tulang melalui tendon dan bekerja secara sadar di bawah kendali sistem saraf. Dalam proses kontraksi, otot rangka melibatkan interaksi kompleks antara filamen aktin dan miosin yang dipicu oleh rangsangan saraf serta memerlukan energi dalam bentuk ATP. Pemahaman mengenai fisiologi otot rangka sangat penting untuk menjelaskan bagaimana tubuh melakukan aktivitas fisik, menjaga postur, serta mendukung kinerja olahraga dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kajian tentang fisiologi otot rangka menjadi dasar penting dalam bidang kesehatan, pendidikan jasmani, dan ilmu keolahragaan.
Aktivitas: 10 -
Sistem respirasi merupakan sistem organ yang berperan penting dalam proses pertukaran gas antara tubuh dan lingkungan, terutama dalam pengambilan oksigen (Oโ) dan pengeluaran karbon dioksida (COโ). Sistem ini terdiri atas beberapa organ utama seperti hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru yang bekerja secara terpadu untuk memastikan kebutuhan oksigen tubuh terpenuhi. Dalam proses fisiologisnya, sistem respirasi tidak hanya berfungsi dalam pernapasan, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan asam basa, menghasilkan suara, serta membantu proses metabolisme tubuh. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sistem respirasi sangat penting untuk mengetahui bagaimana tubuh mempertahankan fungsi vital, terutama saat melakukan aktivitas fisik maupun dalam kondisi istirahat.
Aktivitas: 10