Section outline
-
Fisiologi tulang membahas bagaimana jaringan tulang berfungsi sebagai struktur penopang tubuh, pelindung organ vital, alat gerak pasif, serta sebagai tempat pembentukan sel darah dan penyimpanan mineral. Tulang merupakan jaringan hidup yang tersusun atas matriks organik (terutama kolagen) dan matriks anorganik (kalsium dan fosfat) yang memberikan kombinasi kekuatan dan elastisitas. Secara fisiologis, tulang mengalami proses remodeling yang berlangsung terus-menerus melalui aktivitas sel osteoblas (pembentuk tulang), osteoklas (perombak tulang), dan osteosit (pemelihara jaringan tulang), sehingga memungkinkan adaptasi terhadap tekanan mekanik, perbaikan mikrokerusakan, serta pengaturan keseimbangan kalsium dalam darah. Proses ini dipengaruhi oleh faktor hormonal seperti hormon paratiroid, kalsitonin, dan vitamin D, serta aktivitas fisik yang merangsang peningkatan kepadatan tulang. Dengan demikian, fisiologi tulang tidak hanya berkaitan dengan struktur statis, tetapi juga mencerminkan dinamika metabolik yang penting dalam menjaga homeostasis dan mendukung fungsi sistem gerak manusia.