Section outline

  • ERFILSAFAT

    setelah melalui tahapan memahami pengetahuan, maka dapat ditaris benang dasar berpikir dan bernalar seperti di atas. Berpikir pada hakikatnya adalah berfilsafat, karena filsafat sendiri adalah: berasal (etimologi) dari bahasa Yunani philosophia yang terdiri dari dua kata, yaitu philein (mencintai) atau philia (cinta) atau philos (sahabat, kekasih) dan sophia (kebijaksanaan, kearifan).

    Pola berfilssafat dapat digambarkan sebabagai berikut:



    Di atas jelas sekali digambarkan cara seseorang mencari tahu kebenaran dan keberadaan. Filsafat menjadi:

    • Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan alam semesta
    • Filsafat adalah metode berpikir reflektif, dan penelitian, penalaran
    • Filsafat adalah suatu perangkat masalah-masalah
    • Filsafat adalah seperangkat teori dan sistem berpikir

    hal ini diambil dari suatu pengertian:

    Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

    Berfilsafat pada prinsipnya adalah selalu mencari jawaban yang bersifat terbuka, artinya selalu memberikan pertanyaan untuk mendekati jawban yang paling dianggap benar. Maka berfilsafat selalu berakhir dengan tanda tanya ? Artiny pertnyaan selalu dilantunkan terus menerus agar menemukan kepuasan tentang makna hidup. dengan kata lain, berfilsafat itu memerlukan

    1. Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis, dalam arti dalam berpikirnya logis dan rasional tentang hakikat masalah yang dihadapi;dimana: Berpikir kritis dan reflektif (reflective and critical thinking) seperti dikatakan oleh  Henderson,
      Philosphy mean’s one’s view of life of men, of ideas, and of values, in the sense everyone has a philosophy of life. dan juga Philosphy mean’s the attempt to conceive and present inclusive and systematic of view universe and man’s in it. (1959: 16)
    2. Tinjauan permasalahan yang dipikirkan bersifat radikal artinya menyangkut persoalan-persoalan mendasar samapai keakar-akarnya.
    3. Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal artinya persoalan- persoalan yang dipikirkannya bersif at menyeluruh;
    4. Meskipun pemikiran-pemikiran yang dilakukan lebih bersifat spekulatif, namun didasari oleh nilai-nilai yang obyektif

    Cara mencari tahu dan kebenaran dengan

    Kemudia bidang garap Filsafat adalah: Epistemologi, Ontologi dan Aksiologi

    Epistemologi: Berasal dari epiteme: pengetahuan mengkaji sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan:
    Apakah itu kebenaran? Bagaimana mengetahuinya? Yaitu suatu pemikiran yang menyatakan apa dan bagaimana sumber pengetahuan diperoleh; apakah dari akal pikiran (rationalisme) atau dari pendalaman panca indra (empirisme) atau dari ide-ide (aliran idealisme) atau aliran dari tuhan (theologisme);sehingga orang menjelaskan sebagai Ilmu peng ‘ada’. Ilmu ini berkaitan dengan tentang kebenaran pendidikan, dan bagaimana pengetahuan itu diperoleh. Di samping itu orang mengatakan sebagai  filsafat ilmu pengetahuan dan menjadi cabang Ilmu filsafat yang menyelidik asal mula, susunan, metoda, dan sahnya pengetahuan.