Section outline

  • A. Jenis Kebenaran

    Terdapat pengertian Kebenarabn Ilmiah dan Ilmiah. Kebenaran ilmiah berangkat dari prisip 'ilmiah'; ilmiah adalahpengetahuan yang tersistem dan rinci serta mampu mengembangkan persoalah baru, namun di dalamnya telah disusun instrumen untuk menguji kebenaran tersebut. Dengan demikian, kebenaran ilmiah i9ni bersifat terbuka bagi diskusi dan kritik serta pencapaian kebenaran dengan mengajukan instrumen yang telah diuji validitasnya. untuk menuju kebenaran ini terdapat 3 langkah atau model: (1) Pengetahuan spekulatif, (2) pengetahuan Preskriptif, dan (3) pengetahuan analitis. Pengetahuan spekulatif membahas permasalahan bersifat umum namun sudah diajukan alat uji kebenarannya, bersifatkualitatif maupun kuantitatif. pengertahuan tersebut telah diajukan alat yang valuabelitisnya diakui. Pengetahuan Preskriptif adalah pengetahuan yang berusaha menemukan pengetahuan yang berstandar, tentang perbuatan dan gagasan manusia termasuk seni; khusus pengetahuan terstandar seni ini diharapkan mampu memberui gambaran secara umum maupun khusus. Umum yang dimaksudkan adalah pengetahuan seni yang terkait dengan definisi (pembatasan) yang menjadikan pengetahuabn tersebut semakin jelas.Pengetahuan analitis; dalam membahas pengetahuan initerdapat dua golongan: analitik linguistic dan positivistic logis; pendekalatan analitik menguji Bahasa, gagasan, ide untuk mengklarifikasi Bahasa yang memuat pemikian2 yang ada. Pendekatan positivistik logis dengan dasar kuantitatif.


    B. Metafisika

    Kebenaran dicari dari alam yang sifatnya terbuka; karena alam menyediakan pembelajaran pengetahuan yang bersifat umum. Dalam hal ini, pengetahuan metafisik ini akan menjawab persoalan jkebenaran yang terkait dengan alam: alam menjadi ghuru 'Alam Takambang" (Pandangan hidup orang Minangkabau), 'sassi' (Papuan dan Maluku) ujaran ini menjadi cara pandang pencarian kebenaran. Metafisik berasal dan kata Meta-fisika (meta dari kata .. ta.. atta) berarrti sesudah dan sebelum, maka pemikian pembahasan kebenaran berangkat dari hal-hal yang ada namun juga memikirkan kekinian maupun  prdiksi ke depan. Akhirnya, pemikiran kritis metafisika terbagi menjadi Metafisika  yang membahas alam, dan nantinya hadir ilmu Kosmologi. Pemikiran filsafat hadirlah Ontologi.


    Pemikiran kebenaran yang berasal dari alam sebagai guru juga dikemukakan oleh para filsuf Islam seperti Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan  menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.




    C. Hukum metoda pencapaian kebenaran

    Sesuai dengan pengertian filsafat: Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. maka, terdapat teori menguji kebenaran dari alam:

    1. Metode kesesuaian
    2. Metode kelainan
    3. Metode gabungan kesesuaian dan kelahiran
    4. Metode sisa
    5. Metode keragaman beriringan

    selanjutnya anda diminta mengisi dan mendeskripsikan beberapa metoda ini