Kelvin Prayoga 200356

Kelvin Prayoga 200356

oleh Kelvin Prayoga 23060430024 -
Jumlah balasan: 0

Kekakuan otot menjelang pertandingan sering dialami atlet karena tegang, kurang pemanasan, atau kelelahan. Untuk mengatasinya, massage pra-pertandingan dilakukan dengan teknik ringan hingga sedang agar otot siap digunakan, bukan untuk terapi cedera.

Massage dimulai dengan usapan ringan (effleurage) menggunakan telapak tangan untuk menghangatkan otot dan melancarkan aliran darah, seperti yang sering dilakukan pada atlet lari saat menunggu start agar kaki tidak terasa dingin. Selanjutnya dilakukan remasan ringan (petrissage) untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan elastisitas otot, misalnya pada pemain futsal yang sering mengalami otot paha tegang sebelum bertanding. Setelah itu, diberikan gesekan ringan (friction) pada titik otot yang terasa kaku untuk membantu melancarkan sirkulasi secara lokal, seperti pada bahu atlet bulu tangkis agar tidak terasa berat saat melakukan smash.

Kemudian dilakukan tepukan ringan (tapotement) untuk menstimulasi otot dan saraf agar lebih siap bergerak cepat, yang sering digunakan pada sprinter sebelum start. Getaran halus (vibration) juga dapat diberikan untuk membantu relaksasi dan mengurangi ketegangan akibat gugup, seperti pada atlet senam. Setelah massage, dilanjutkan dengan peregangan ringan (stretching) agar fleksibilitas meningkat dan otot benar-benar siap digunakan, contohnya pada pemain sepak bola sebelum berlari dan menendang

Dengan langkah-langkah tersebut, otot menjadi lebih hangat, rileks, dan siap beraktivitas sehingga risiko cedera dapat diminimalkan dan performa atlet dapat lebih optimal.