Andreansyah Julio Pratama (23060430047)

Andreansyah Julio Pratama (23060430047)

by Andreansyah Julio Pratama 23060430047 -
Number of replies: 0

1. Effleurage (Usapan Ringan) Effleurage merupakan tahap awal dalam massage yang dilakukan dengan gerakan usapan panjang, halus, dan ritmis menggunakan telapak tangan mengikuti arah aliran darah menuju jantung. Teknik ini berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi darah dan limfatik, sehingga membantu menghangatkan jaringan otot sebelum manipulasi yang lebih dalam dilakukan. Selain itu, effleurage juga memberikan efek relaksasi awal dengan menurunkan ketegangan otot dan membantu atlet merasa lebih nyaman serta siap menerima teknik massage berikutnya

2. Petrissage (Remasan / Uleni) Petrissage dilakukan dengan cara meremas, mengangkat, dan menekan jaringan otot menggunakan jari dan telapak tangan. Teknik ini bekerja lebih dalam dibanding effleurage dan bertujuan untuk meningkatkan elastisitas otot serta mengurangi kekakuan dengan cara melonggarkan adhesi atau perlekatan jaringan. Selain itu, petrissage membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan otot bagian dalam sehingga suplai oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal, yang pada akhirnya mendukung kesiapan otot untuk aktivitas fisik.

3. Friction (Gesekan Dalam) Friction merupakan teknik dengan tekanan lebih dalam dan terfokus, biasanya menggunakan ibu jari atau ujung jari dengan gerakan melingkar atau melintang terhadap serat otot. Teknik ini ditujukan untuk mengatasi titik-titik kaku atau trigger point yang sering muncul akibat ketegangan otot. Tujuan utamanya adalah memecah adhesi jaringan, meningkatkan fleksibilitas, serta membantu memperbaiki kondisi jaringan otot yang mengalami ketegangan lokal, sehingga otot menjadi lebih lentur dan siap digunakan.

4. Tapotement (Pukulan Ringan / Percussion) Tapotement dilakukan dengan gerakan pukulan ringan dan cepat seperti menepuk atau mengetuk menggunakan sisi tangan atau telapak tangan. Berbeda dengan teknik sebelumnya yang lebih bersifat relaksasi, tapotement bertujuan untuk menstimulasi sistem saraf dan meningkatkan kesiapan otot.

5. Vibration (Getaran) Vibration dilakukan dengan memberikan getaran cepat pada area otot menggunakan tangan. Teknik ini berfungsi untuk memberikan efek relaksasi sekaligus stimulasi ringan pada otot dan sistem saraf. Getaran membantu mengurangi ketegangan saraf otot, meningkatkan koordinasi neuromuskular, serta memberikan sensasi nyaman.

6. Effleurage Penutup Effleurage penutup dilakukan dengan gerakan usapan ringan yang sama seperti tahap awal, namun dengan tujuan mengakhiri sesi massage. Teknik ini membantu menenangkan jaringan otot setelah berbagai manipulasi yang dilakukan sebelumnya, sekaligus membantu distribusi aliran darah dan pembuangan sisa metabolisme. Selain itu, tahap ini memberikan efek relaksasi akhir sehingga otot berada dalam kondisi seimbang.

Referensi: Moraska, A. (2005). Sports massage: A comprehensive review. Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 45(3), 370โ€“380.