Posisi Tangan: Letakkan salah satu telapak tangan di tengah dada korban, tepatnya di โ
tulang sternum, lalu letakkan telapak tangan lainnya di atas tangan pertama. Kaitkan jari-jari tangan.
2. Kecepatan dan Kedalaman: Lakukan kompresi dada dengan kecepatan 100โ120 kali per menit atau 1โ2 tekanan per detik. Tekan dada sedalam minimal 5 cm dan maksimal 6 cm.
3. Teknik Kompresi: Gunakan berat badan Anda, bukan hanya kekuatan lengan, saat melakukan kompresi. Pastikan lengan tetap lurus dan tekan lurus ke dalam dada.
4. Recoil Dada Sempurna: Pastikan dada kembali ke posisi awal sepenuhnya setelah setiap kompresi. Jangan bertumpu pada dada pasien di antara kompresi untuk memungkinkan aliran darah balik vena yang optimal.
5. Minimal Interupsi: Usahakan untuk meminimalkan gangguan selama kompresi dada. Kompresi yang terlalu cepat (lebih dari 140 kali per menit) dapat menyebabkan kedalaman kompresi yang tidak memadai.
6. Permukaan yang Rata: Pastikan korban berada di permukaan yang rata dan keras selama kompresi dada.
7. Kombinasi dengan Bantuan Napas: Jika Anda terlatih, lakukan 30 kompresi dada diikuti dengan 2 kali napas buatan. Jika tidak terlatih, lakukan kompresi dada saja (hands-only CPR).
8. Pemantauan Berkelanjutan: Pantau terus efektivitas kompresi dada dan pastikan recoil dada sempurna.
sony dwi prasetyo (22604224013)
Sudah mencapai batas waktu untuk mengirim ke forum ini sehingga Anda tidak dapat lagi mengirim ke forum ini.