Peran filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Peran filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan

by Isran Mihardi 24071340013 -
Number of replies: 1

Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang mempelajari hakikat dan seluk beluk ilmu. Filsafat ilmu mencakup ontologi, epsitomologi, aksiologi. Cakupan filsafat ilmu menentukan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Peran filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah

1. menetapkan ilmu pengetahuan sebagai bahan kajian.

    Filsafat ilmu mengkaji hakikat, metode, dan landasan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan mempertanyakan asumsi-asumsi dasar, struktur, dan validitas ilmu pengetahuan, filsafat ilmu membantu kita memahami bagaimana ilmu pengetahuan dibangun, diverifikasi, dan dikembangkan.

2. menetapkan hakikat ilmu pengetahuan. 

    Filsafat ilmu membantu menentukan apa yang layak dikaji dalam suatu disiplin ilmu, kemudian mencoba membuktikan dan menelaah bahwa suatu ilmu pengetahuan tersebut benar dapat dibuktikan sebenarannya.  Contohnya, dalam sains, filsafat ilmu membantu mendefinisikan apa yang dapat dianggap sebagai fakta ilmiah.

3. menetapkan metode ilmiah yang tepat.

    Filsafat ilmu menetapakan pentingnya metodologi dalam ilmu pengatahuan. Jadi ketika ilmu pengetahuan disoroti         melalui epistemologi maka pembahasannya terarah pada bagaimana sumber yang dipakai oleh para ilmuwan di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan metodenya seperti apa.

4. menetapkan manfaat ilmu pengetahuan.

    Filsafat ilmu mengkaji manfaat atau nilai guna dari ilmu pengetahuan tersebut sehingga bisa ditentukan tentang layak atau tidaknya sebuah ilmu pengetahuan dikembangkan.

In reply to Isran Mihardi 24071340013

Re: Peran filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan

by Nanang Qosim Ali Hamid 24071340003 -
Setuju Pak Isran, sekedar menambahkan bahwa filsafat ilmu dapat dilihat dari peranannya sebagai mitra dialog yang kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu juga mencoba memperkenalkan diskursus ilmu pengetahuan secara utuh-integral-integratif. Filsafat ilmu juga menegaskan nilai moral-aksiologis bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, filsafat ilmu dapat berdiri di tengah-tengah cabang ilmu pengetahuan sebagai pengontrol dan pengarah bagi penerapannya.