silahkan diskusikan topik di bawah ini:
semua mahasiswa harus menuliskan pendapatnya masing-masing dan boleh mencantumkan sumber referensi dibawahnya.
Apa ciri-ciri pemikiran filsafat Barat Abad Pertengahan?
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
banyak warisan abad pertengahan yang masih terlihat dalam tradisi intelektual barat terutama dalam metode analitis logika dan struktur pendidikan. transisi abad pertengan tidak terjadi secara tiba tiba melainkan melalui proses dari begitu banyanya pemikiran yang terus menerus berlangsung.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Pemikiran filsafat barat abad pertengahan terjadi setelah peradaban Yunani Kuno yaitu zaman ketika manusia sudah mulai meninggalkan mitos menuju logika. Namun kemudian menuju abad pertengahan (5 sampai dengan 15). Abad Pertengahan disebut juga abad kegelapan dipenuhi dengan dogma/doktrin oleh gereja. Semua aktivitas dikaitkan dengan kegiatan agama. Sehingga semua kegiatan diatur dengan doktrin Gereja, dan tidak memberikan kebebasan berfikir. Bagi yang menolak pemikiran Yunani disebut dengan golongan kafir, sedangkan yang golongan yang menerima pemikiran Yunani percaya bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan. Hal ini merupakan zaman kemunduran bagi ilmu pengetahuan. (handout LMS Besmart Uny makul filsafat Ilmu tentang Sejarah Pemikiran Ilmu)
kemudian dari referensi lain https://www.youtube.com/watch?v=2ciMq6dLWw8 mendeskripsikan :
1. pada periode Romawi, filsafat sering digunakan untuk kepentingan theologis dan politis, bukan untuk perkembangan ilmu pegetahuan. dan pada abad ke-5 Rowawi runtuh
2. Adanya corak Pastristik (berfokus pada ajaran bapa Gereja) yang sangat kental
3. Saat itu dunia dipenuhi konflik sarat politik, sehingga hakikat keilmuan filsafat hampir saja hilang tak bersisa (dark ages of philosophy)
4. Filsafat abad pertengahan (abad ke 6 s.d 14) mempresentasikan pembaharuan pemikiran filosofis setelah kekeringan intelektual setelah abad kegelapan
5. Filsafat abad pertengahan dieprngaruhi oleh agama Kristen, Yahudi, dan Islam yang sangat identik dengan ajaran eksistensi Tuhan
6. Perkembangan yang paling penting pada abad pertengahan ini adalah filsafat mulai dikaji lebh luas melalui universitas dengan corak Skolastik.
7. Corak skolastik adalah ajaran yang menekankan penalaran dialektis, (pertukaran argumen atau tesis, argumen tandingan atau nontesis, mengejar kesimpulan dan sintesis) dan dituntut untuk menyelesaikan masalah atau kontradiksi.
ajaran skolastik ini lah yang menjadi corak yang dominan pada abad pertengahan, ajaran filsafat dipelajari lebih luas tanoa ada nya kecaman. Berbeda sekali pada saat periode kerajaan Romawi dimana ajaran gereja tidak boleh dibantah.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Pemikiran filsafat Barat pada Abad Pertengahan, yang berlangsung dari abad ke-5 hingga ke-15, sangat dipengaruhi oleh ajaran agama, khususnya Kekristenan, serta tradisi intelektual Yunani-Romawi. Beberapa ciri utamanya yaitu Pertama, Berpusat pada Tuhan (Teosentrisme). Pemikiran filsafat pada masa ini sangat berorientasi pada ketuhanan, dengan Tuhan dianggap sebagai inti dari realitas dan sumber segala ilmu. Kedua, Terpengaruh oleh Filsafat Yunani. Ide-ide filsafat dari tokoh seperti Plato dan Aristoteles diintegrasikan ke dalam ajaran Kristen melalui pemikiran Santo Agustinus dan Thomas Aquinas. Rasionalitas digunakan untuk memperkuat kepercayaan agama. Ketiga, Skolastisisme sebagai Metode Berpikir. Filsafat dikembangkan melalui metode skolastik, yaitu pendekatan yang sistematis dalam memahami hubungan antara iman dan rasio. Tokoh-tokoh penting dalam aliran ini termasuk Thomas Aquinas, Anselmus, dan Albertus Magnus. Keempat, Sinkronisasi Iman dan Akal. Filsafat digunakan sebagai pendekatan untuk menalar dan menjelaskan ajaran agama secara logis tanpa bertentangan dengan kepercayaan. Salah satu contoh utama pemikiran ini adalah gagasan "Fides et Ratio" (Iman dan Akal) yang dikembangkan oleh Thomas Aquinas. Kelima, Fokus pada Metafisika dan Ontologi. Pembahasan utama berkaitan dengan keberadaan Tuhan, sifat-sifat-Nya, serta hubungan-Nya dengan dunia. Salah satu perdebatan utama dalam filsafat Abad Pertengahan adalah antara realisme dan nominalisme, terkait dengan keberadaan konsep-konsep universal. Keenam, Pendidikan Berbasis Keagamaan. Gereja menjadi pusat pembelajaran, dengan universitas seperti Paris, Oxford, dan Bologna berkembang sebagai pusat studi filsafat skolastik. Ketujuh, Etika Berlandaskan Hukum Tuhan. Nilai moral ditentukan berdasarkan ajaran agama, bukan hanya melalui pemikiran rasional manusia. Konsep hukum alam (natural law) digunakan untuk menjelaskan prinsip-prinsip moral yang diyakini berasal dari Tuhan.
Sumber:
Ningsih, Widya L. (2020). Filsafat Abad Pertengahan: Ciri-ciri dan Tokohnya. Dari https://www.kompas.com/stori/read/2022/12/27/170000279/filsafat-abad-pertengahan--ciri-ciri-dan-tokohnya diakses pada tanggal 17 Maret 2025.
Dona, Rahma. (2024). Sejarah Filsafat Ilmu Periode Klasik dan Pertengahan, Jurnal Pendidikan Tambusai, 8 (2), 19587-19597. Dari https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/15266/11570/28265 diakses pada tanggal 17 Maret 2025.
Afifah, Fatma, Riza ML. (2024). Pemikiran Negara Pada Masa Abad Pertengahan, Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 2 (2), 129-141. Dari https://jurnal.uwp.ac.id/fh/index.php/jurnalilmuhukum/article/download/205/74 diakses pada tanggal 17 Maret 2025.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Selain itu, berkembang pula metode skolastik sebagai pendekatan sistematis dalam memahami iman. Namun, pemikiran filsafat tetap berada di bawah pengaruh kuat Gereja, sehingga pandangan yang bertentangan dianggap sesat (Russell, 1946). Paradoks antara kebebasan berpikir dan dogma agama ini menunjukkan betapa kuatnya peran agama dalam membentuk pandangan hidup pada masa itu (Copleston, 1993).
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Pendekatan dan Metodologi : Cenderung menggunakan pendekatan analitis, logis, dan sistematis dalam memahami konsep-konsep filosofis. Berbagai argumen dan konsep sering kali dianalisis secara kritis menggunakan logika dan rasionalitas.
Konsep Tentang Dirinya dan Dunia: Cenderung berfokus pada individu, rasionalitas, dan kritisisme terhadap otoritas. Tradisi filsafat Barat sering mengajukan pertanyaan tentang keberadaan, pengetahuan, moralitas, dan politik dari sudut pandang individu.
Konsep Tentang Waktu dan Tempat: Seringkali menekankan pada waktu linier dan kemajuan sejarah, dengan fokus pada perkembangan ide-ide filosofis dari masa ke masa.Seringkali menempatkan lebih banyak penekanan pada pemisahan antara manusia dan alam.
Pemahaman Tentang Realitas dan Kesadaran: Cenderung ke arah pemahaman dualistik tentang realitas, di mana ada pemisahan antara subjek dan objek, pikiran dan materi, atau tubuh dan jiwa.
Sumber: (Suraji, 2024)
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Esensi dasar filsafat adalah selalu meragukan segala sesuatu dan bertanya tentang sesuatu. Ketika orang bertahya dan meragukan tentang fenomena pada saat itulah dia sedang berfilsafat. Dalam sejarah filsafat, Thales dari Miletos sebagai bapa filsafat, ketika dia mempertanyakan tentang setiap mitologi Yunnani yang menjelaskan segala sesuatu dalam konsep alam dan dewa-dewai. Dia menjelaskan Fenomena alam bukan berdasarkan mitos dan kejadiaan alam yang adalah bagian dari amarah dari dewa -dewi tetap dijelaskan dalam konsep berpikir dan pertimbangan akal atau ratio manusia. Thales membuka cara pandang manusia-manusia agar melihat dari sudut pandang pertimbangan akal. Thales melihat bahwa semua gejala astronomi dan alam berawal dan berasal dari air. Pertanyaan dan jawaban Thales membuka cara berpikir manusia-manusia.
FILsafat: Ancila Teologi. Filsafat Pelayan teologi
Abad pertengahan sebaga simbol runtuhnya objektivitas filsafat. Keabsahan filsafat dipertanyakan. Maka muncul satu istilah yang dominan adalah Filsafat Ancila teological. Filsafat bertugas untuk menjelaskan semua tentang doktrin-dogtrin teologi. Filsafat sebagai jalan untuk menjelaskan kebeneran teologi. Filsuf Skolastik Thomas Aquinas dalam 8 jalan kebenaran sekurangnya menjelaskan dalam satu kalimat, hubungan antar iman dan akal budi. Fides Et rasio. Iman mampu dijelas dengan pertimbangan akal budi. Wayhu agama yang mengusai abad pertengah dipertegas oleh Patristik dalam diri Agustinus, dan skolastik Thomas Aquinas filsafat membantu menjelaskan tentang iman dalam dogma-dogma. Ciri khas filsafat abad pertengahan diwarnai dominasi agama kristen. Mashab ini fokus pada hubungan iman dengan masalah pengetahuan, dipengaruhi oleh agama-agama Timur Tengah yang mendasar pada ajaran Plato dan Aristoteles. Sebagaimana pikiran dasar Plato Ide adalah sesuatu yang objektif dan tidak diciptakan oleh pikiran manusia. Plato percaya bahwa ide merupakan realitas sejati dari segala sesuatu yang ada. Dunia yang kita rasakan adalah tiruan atau ilusi dari dunia yang sebenarnya. Plato percaya bahwa dunia yang kita rasakan adalah bayangan dari dunia yang sebenarnya, yang disebut "Bentuk" atau "Ide Demikian forma dan materi pada Aristoteles. Dasar ini meguatkan pemahaman agama-agam Timur tengah. Agustinus menyebutkan Jiwa dan Raga. Jiwa tidak mati Raga mati. Filsafat-fifsafat menjelaskan tentang subsantasi dan elemen dasar dari teologi. Karena ibu filsafat abad pertengah adalah abdi, teologi dan wahyu agama, dan dokrin agama wahyu adalah tuan.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. Teosentrisme:
Filsafat pada masa ini sangat dipengaruhi oleh agama Kristen. Fokus utama pemikiran adalah pada Tuhan, keberadaan-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hubungan-Nya dengan manusia dan alam semesta.
Banyak pemikir filsafat adalah teolog, dan filsafat sering digunakan sebagai alat untuk memperkuat dan menjelaskan doktrin-doktrin agama.
2. Dominasi Agama Kristen:
Gereja memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan intelektual. Pemikiran filsafat seringkali harus sesuai dengan ajaran-ajaran gereja.
Banyak pemikir filsafat berasal dari kalangan rohaniwan.
3. Pengaruh Filsafat Yunani Kuno:
Pemikiran Aristoteles dan Plato sangat berpengaruh. Para filsuf Abad Pertengahan berusaha untuk menggabungkan pemikiran-pemikiran Yunani kuno ini dengan ajaran-ajaran Kristen.
Pemikir seperti Thomas Aquinas berhasil mensintesiskan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristen.
4. Skolastisisme:
Metode skolastik, yang menekankan pada logika dan penalaran deduktif, menjadi metode utama dalam filsafat.
Metode ini digunakan untuk menganalisis dan menjelaskan doktrin-doktrin agama dan masalah-masalah filosofis.
5. Pembahasan Masalah Eksistensi dan Esensi:
Para filsuf Abad Pertengahan banyak membahas masalah hubungan antara esensi (hakikat) dan eksistensi (keberadaan).
Mereka berusaha untuk memahami bagaimana esensi sesuatu berhubungan dengan keberadaannya.
6. Hubungan Iman dan Akal:
Salah satu tema utama dalam filsafat Abad Pertengahan adalah hubungan antara iman dan akal.
Para filsuf berusaha untuk menunjukkan bahwa iman dan akal tidak bertentangan, tetapi saling melengkapi.
Sumber Referensi:
- Artikel "Filsafat Abad Pertengahan: Ciri-ciri dan Tokohnya - Kompas.com" dari situs Kompas.com.
- Dokumen "Sejarah Filsafat Barat - IAIN Surakarta Repository" yang tersedia di eprints.iain-surakarta.ac.id
- Artikel "Karakteristik Filsafat Abad; Awal, Kejayaan, dan Akhir Skoalistik - Kompasiana.com" dari situs Kompasiana.com.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Adapun ciri-ciri pemikiran filsafat Barat abad pertengahan yaitu:
Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja: Gereja mendominasi untuk arah pemikiran filsafat. Filsafat hanya digunakan untuk membela gereja.
Berfilsafat didalam lingkungan ajaran Aristoteles: Aristoteles merupakan salah satu filsuf Yunani dan pemikirannya banyak dipakai di sekolah-sekolah gerejaKarya Aristoteles dipelajari secara luas dan digunakan untuk memperkuat ajaran agama.
Berfilsafat dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain: Santo Augustinus (354–430 M) merupakan filsuf yang paling berpengaruh pada filsafat abad pertengahan. Pemikirannya digunakan untuk membangun doktrin Gereja Katolik. Ia memberikan pengajaran bahwa kebenaran sejati asalnya dari Tuhan.
Sumber:
Masbabaz. Filsafat Barat Abad Pertengahan. https://mazbabas.blogspot.com/2013/03/filsafat-barat-abad-pertengahan.html
Fizahariani. Filsafat Barat Abad Pertengahan .https://fizahariani.blogspot.com/2017/10/filsafat-barat-abad-pertengahan.html
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Ciri-ciri pemikiran filsafat Barat Abad Pertengahan adalah
1. Zaman abad pertengahan ditandai dengan munculnya para ilmuwan yang membahas tentang ketuhanan.
2. Metode berfikirnya mengandung unsur-unsur nasrani karena dipimpin oleh orang-orang gereja.
3. Cara berfikirnya menggunakan ajaran Aristoteles
4. Berfilsafat dengan pertolongan Augustine
5. Pemikiran filsafat yang berkembang pada zaman itu yaitu filsafat pemikiran agama.
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ushuluddin/article/view/4444/2595
https://www.kompasiana.com/rizkaznr/5e8d34b2097f363a4e2a48c2/filsafat-umum-karakteristik-filsafat-abad-pertengahan-meliputi-awal-skoalistik-kejayaan-skoalistik-dan-akhir-skoalistik
https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/15266/11570/28265
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Filsafat Barat Abad Pertengahan, yang berlangsung kira-kira dari abad ke-5 hingga abad ke-15, ditandai oleh sintesis tradisi filosofis Yunani dan Romawi dengan teologi Kristen yang berkembang. Ciri-ciri utamanya meliputi:
- Integrasi Iman dan Akal: Tujuan utamanya adalah untuk mendamaikan iman dan akal, menggunakan alat-alat filosofis untuk memahami dan membela doktrin-doktrin Kristen.
Sumber: https://academic.oup.com/litthe/article-abstract/1/1/11/927227?redirectedFrom=fulltext - Pengaruh Filsuf Kuno: Tokoh-tokoh seperti Plato dan Aristoteles sangat berpengaruh. Ide-ide Plato membentuk pemikiran abad pertengahan awal melalui tokoh-tokoh seperti Agustinus, sementara karya-karya Aristoteles ditemukan kembali dan diintegrasikan ke dalam skolastisisme pada Abad Pertengahan akhir (2024; Stroll & Fritz, 1998). Boethius memainkan peran penting dalam mentransmisikan filsafat Yunani dengan menerjemahkan tulisan-tulisan logis Aristoteles (Stroll & Fritz, 1998).
Sumber : https://www.encyclopedia.com/humanities/culture-magazines/medieval-europe-814-1450-philosophy
https://www.britannica.com/topic/Western-philosophy/Medieval-philosophy - Skolastisisme: Metode dominan ini menekankan analisis logis yang ketat, penalaran dialektis, dan penggunaan teks-teks otoritatif untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan teologis dan filosofis (2024). Penemuan kembali Aristoteles menyebabkan perkembangan skolastisisme (2024).
Sumber : https://www.encyclopedia.com/humanities/culture-magazines/medieval-europe-814-1450-philosophy.
https://www.taylorfrancis.com/chapters/mono/10.4324/9781003556589-17/medieval-philosophy-john-marenbon - Masalah Universal: Para filsuf abad pertengahan memperdebatkan hakikat universal (istilah umum seperti "manusia" atau "spesies"), dengan kaum realis berpendapat bahwa mereka ada secara independen dari hal-hal tertentu dan kaum nominalis menegaskan bahwa mereka hanyalah nama atau konsep (Marenbon, 2022).
Sumber : https://plato.stanford.edu/entries/medieval-philosophy/ - Penekanan pada Teologi: Penyelidikan filosofis sering kali terkait dengan masalah teologis, seperti keberadaan dan sifat Tuhan, keabadian jiwa, dan hubungan antara Tuhan dan dunia (Levi, 1987).
Sumber: https://academic.oup.com/litthe/article-abstract/1/1/11/927227?redirectedFrom=fulltext. - Mistisisme: Beberapa pemikir abad pertengahan berpaling dari akal dan merangkul pengalaman mistis sebagai sarana untuk mencapai pengetahuan tentang Tuhan (2024).
Sumber : https://www.encyclopedia.com/humanities/culture-magazines/medieval-europe-814-1450-philosophy
Kesimpulan
"Abad Kegelapan" melihat perdagangan dan operasi perbankan terbatas karena ketidakstabilan politik (Chachi, 2005). Munculnya dan perkembangan sekte-sekte antagonis juga berkontribusi pada hilangnya aktivitas teknologi dan ekonomi dunia Muslim (Chachi, 2005).
https://app.jenni.ai/editor/library/n7kD2ZWfBFI19jv39my2?pdfViewer=true&highlights=[]
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Ciri khas mendasar pada filsafat abad pertengahan ialah filsafat lebih bercorak ”Theosentris”, artinya para filsafat dalam priode ini menjadikan filsafat sebagai abdi agama atau filsafat diarahkan pada masalah keutuhan. Suatu karya filsafat dinilai benar jika tidak menyimpang dari ajaran agama.
Adapun ciri pemikiran filsafat pada abad pertengahan adalah :
1. Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja
2. Berfilsafat dalam lingkungan ajaran Aristoteles yaitu upaya kristenisasi
3. Berfilsafat dengan pertolongan Augustinus yaitu bagian-bagian ajaran Aristoteles yang bertentangan dengan ajaran Kristen diganti dengan teori-teori baru yang bersumber pada ajaran Aristoteles dan diselaraskan dengan ajaran agama Kristen.
Sumber referensi (99+) FILSAFAT BARAT ABAD PERTENGAHAN
Dari sumber lain yang saya baca ciri-ciri filsafat di Abad Pertengahan yaitu :
1. Adanya dominasi agama Kristen dalam filsafat (menekankan pada teologi)
2. Pemikir filsafat kebanyakan berasal dari komunitas rohaniwan
3. Fokus memelajari hubungan iman dengan masalah-masalah pengetahuan yang berdasarkan kemampuan akal budi
Sumber referensi artikel : https://www.kompas.com/stori/read/2022/12/27/170000279/filsafat-abad-pertengahan--ciri-ciri-dan-tokohnya
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Dengan demikian ciri-ciri pemikiran Abad Pertengahan adalah :
1. Berbicara tentang Tuhan (Actus Purus)
2. Masalah Eksistensi dan Essensial
3. ada persetujuan dengan gereja
Semua hal ini dibicarakan dalam konteks Theologi dan Ilmu Kristiani. Jadi, segala sesuatu yang tidak sesuai dengan dogma gereja tidak diakui keberadaannya.
Sumber :
Muhadiyatiningsih, Siti Nurlaili.(2022).Sejarah Filsafat Barat. Dari https://eprints.iain-surakarta.ac.id/5544/1/Sejarah%20Filsafat%20Barat.pdf . Diakses pada 18-03-2025 pukul 11.10WIB
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Sumber:
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/download/36413/19931/99553
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. Berbasis Agama – Pemikiran banyak dipengaruhi oleh ajaran Kristen, terutama dalam memahami Tuhan dan alam semesta.
2. Sintesis Filsafat & Teologi – Upaya menggabungkan akal (filsafat) dengan iman (teologi), seperti yang dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas.
3. Otoritas Gereja – Pemikiran dikendalikan oleh Gereja, sehingga filsafat digunakan untuk mendukung doktrin agama.
4. Fokus pada Tuhan & Jiwa – Banyak membahas eksistensi Tuhan, kehidupan setelah mati, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
5. Metode Skolastik – Cara berpikir yang sistematis dan logis, sering digunakan di sekolah-sekolah gereja untuk menjelaskan ajaran agama.
Referensi:
Copleston, F. (1993). A History of Philosophy: Medieval Philosophy.
Gilson, E. (1955). The Spirit of Medieval Philosophy.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Filsafat abad pertengahan ini dimulai abad ke 5-14 yang dikenal dengan sebutan abad gelap karena dianggap sedikit sekali dokumentasi sejarah abad ini seperti peninggalan-peninggalan patung, perkakas rumah tangga dll.
Filsafat abad pertengahan adalah filsafat pada era yang dikenal sebagai abad pertengahan, periode sejarah yang membentang dari jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5 masehi hingga periode Renaissance pada abad ke-16. Filsafat abad pertengahan, dipahami sebagai sebuah proyek penyelidikan filosofis yang independen, yang dimulai di Baghdad, di tengah-tengah abad ke-8, dan di Prancis, dalam masa pemerintahan Charlemagne, pada kuartal terakhir abad ke-8. Periode ini juga didefinisikan sebagai proses menemukan kembali budaya kuno yang pernah berkembang pada masa Yunani dan Roma pada periode klasik, dan juga kebutuhan untuk mengatasi masalah teologis dan untuk mengintegrasikan ajaran suci dengan pembelajaran sekuler.
Sejarah filsafat abad pertengahan lazimnya dibagi menjadi dua periode: periode di Barat Latin mengikuti Awal Abad Pertengahan sampai abad ke-12, ketika karya-karya dari Aristoteles dan Plato dilestarikan dan dibudidayakan, serta pada masa keemasan di sekitar abad ke-12, ke-13 dan abad ke-14 di Barat Latin, yang merupakan puncak dari pengembalian filsafat kuno, yang diperoleh kembali dari para pemikir di dunia berbahasa arab, dan perkembangan yang signifikan di bidang Filsafat agama, Logika dan Metafisika.
Era abad pertengahan umumnya dipandang remeh oleh para humanis pada zaman Renaissance, lantaran mereka melihat filsafat pada Abad Pertengahan sebagai periode barbar "yang menengahi" filsafat pada periode klasik dari kebudayaan Yunani dan Romawi, dan 'kelahiran kembali' budaya pagan-klasik tersebut pada zaman renaissance. Sejarawan Modern menganggap era abad pertengahan merupakan periode dalam kronologi perkembangan filsafat, yang bagaimanapun sangat dipengaruhi oleh teologi Kristianitas. Salah satu yang paling terkenal dalam periode ini adalah Thomas Aquinas, yang tidak pernah menganggap dirinya seorang filsuf, dan mengkritik para filsuf kerap "tidak bisa menangkap kebenaran kebijaksanaan yang memadai sebagaimana yang dapat diungkapkan oleh kebenaran Kristianitas".
Masalah yang dibahas sepanjang periode ini adalah hubungan iman dengan akal budi, eksistensi dan kemudahan dari Allah, tujuan dari teologi dan metafisika, dan masalah-masalah pengetahuan, universalisme, dan individuasi.
Sumber :
Kreator: GM RIZKA ZANNAH RIA (8 April 2020 09:19 Diperbarui: 15 Juni 2021 08:46). "Karakteristik Filsafat Abad; Awal, Kejayaan, dan Akhir Skoalistik"
https://www.kompasiana.com/rizkaznr/5e8d34b2097f363a4e2a48c2/filsafat-umum-karakteristik-filsafat-abad-pertengahan-meliputi-awal-skoalistik-kejayaan-skoalistik-dan-akhir-skoalistik?page=1&page_images=1 Diakses pada 20-03-2025 pukul 21.50WIB
Wikipedia. Halaman ini terakhir diubah pada 30 November 2021, pukul 03.56. Filsafat abad pertengahan. https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_abad_pertengahan Diakses pada 20-03-2025 pukul 21.56WIB
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
(Robert N. Beck, 1967, Perspectives in Social Philosophy)
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. secara teosentrisme: filsafat ini fokus terhadap tuhan, alam semesta sebagai ciptaan tuhan, dan hubungan manusia dengan tuhan.
2. secara skolastisisme : filsafat ini fokus terhadap logika dan dialektika untuk memahami dan menjelaskan doktrin agama.
3. secara metafisika : filsafat ini fokus terhadap pertanyaan-pertanyaan metafisika, seperti hakikat keberadaan, esensi, dan eksistensi.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Pemikiran filsafat Barat pada Abad Pertengahan didominasi oleh para pemimpin gereja. Pada masa itu, perkembangan ilmu pengetahuan (logos) terhambat karena munculnya banyak teolog yang lebih berfokus pada kajian keagamaan. Logika keilmuan pun dibatasi oleh gereja dan digantikan dengan logika keagamaan, sehingga kebebasan berpikir menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan kemunduran dalam perkembangan ilmu yang sebelumnya telah berkembang pada masa Yunani Kuno.
Perkembangan teologi pada periode ini dikenal dengan semboyan Ancilla Theologiae (hamba teologi), terutama pada masa Patristik. Namun, pada periode Skolastik, muncul pemikir yang lebih terbuka, yang menekankan bahwa ada argumentasi logis dan sistematis dalam ajaran agama.
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. Pemikiran teologis, yaitu menghubungkan antara iman dan akal.
2. Adanya pengaruh filsafat yunani kuno. Pada zaman patristik, pengaruh pemikiran filsuf Yunani yang digunakan adalah Pluto, yang dipopulerkan Agustinus. Sedangkan pada zaman skolastik, pemikiran filsuf Yunani yang digunakan adalah Aristoteles, yang dipopulerkan Aquinas.
3. Otoritas gereja sebagai sumber kebenaran, gereja memiliki peran dominan dalam menentukan kebenaran filosofis.
4. Problem universalia, perdebatan tentang apakah konsep-konsep umum (universalia) itu ada secara nyata (realisme) atau hanya sekadar nama (nominalisme).
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
2. Pemikiran filsafat dipengaruhi oleh ajaran agama
3. Menganut ajaran Aristoteles dan pertolongan Augustinus
4. Banyak muncul teolog pada bidang ilmu pengetahuan
5. Terjadi penyusunan dan sistemisasi pengetahuan filsafat dan teologi dengan metode rasional dan otoritatif
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. Teosentrisme (Berpusat pada Tuhan): Pada periode ini, pemikiran filsafat didominasi oleh agama, khususnya Kristen. Semua persoalan dan pemecahannya selalu didasarkan pada dogma agama, sehingga corak pemikirannya bersifat teosentris.
2. Integrasi Filsafat Yunani dengan Teologi Kristen: Filsafat Abad Pertengahan berusaha menggabungkan pemikiran filsafat Yunani, terutama Aristotelianisme, ke dalam tradisi Kristen. Filsuf seperti Thomas Aquinas menggunakan metode Aristotelian untuk menjelaskan konsep-konsep teologis, seperti keberadaan Tuhan, alam semesta, dan hukum moral.
3. Perdebatan tentang Universalia: Salah satu perdebatan utama pada masa ini adalah mengenai universalia, yaitu apakah konsep-konsep umum (seperti "kemanusiaan") memiliki eksistensi nyata atau hanya sekadar nama buatan pikiran. Terdapat tiga pandangan utama:
o Ultra-realisme: Universalia adalah esensi yang benar-benar ada, terlepas dari penggambaran dalam pikiran.
o Nominalisme: Universalia hanyalah nama atau bunyi saja dan tidak ada dalam realitas.
o Moderato Realisme: Universalia tidak ada pada dirinya sendiri, tetapi ide tentang universalia ada pada pikiran manusia.
(https://iain-jember.academia.edu/AnissaNachranie)
4. Metode Skolastik: Pada masa ini, berkembang metode skolastik, yaitu pendekatan yang sistematis dan logis dalam membahas persoalan agama. Filsuf berusaha menyelaraskan filsafat Yunani dengan ajaran Kristen, menggunakan logika dan dialektika untuk memahami dan menjelaskan doktrin teologis.
5. Pengaruh Filsafat Islam: Selain di Eropa, filsafat Islam pada periode ini juga memainkan peran penting. Filsuf seperti Al-Farabi, Avicenna, dan Averroes memperkenalkan dan mengembangkan pemikiran Yunani ke dalam tradisi Islam. Karya-karya mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan memengaruhi pemikiran skolastik di Eropa.
Ciri-ciri tersebut menggambarkan bagaimana pemikiran filsafat Barat pada Abad Pertengahan berusaha mengintegrasikan iman dan akal, serta membangun landasan teologis dan rasional yang menjadi dasar pemikiran modern. (http://jonedu.org/index.php/joe)
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
Filsafat abad pertengahan dimulai pada abad ke-5 sampai awal ke-17. Namun, ada yang mengatakan pada abad ke-2 samapoi abad ke-14. Para sejarawan umumnya menentukan tahun 476 M, yakni masa berakhirnya kerajaan Romawi Barat yang berpusat di kota Roma, dan munculnya kerajaan Romawi Timur yang kelak berpusat di Konstantinopel sebagai data awal zaman abad pertengahan dan tahun 1492 sebagai data akhirnya
Ciri khas mendasar pada filsafat abad pertengahan ialah filsafat lebih bercorak ”Theosentris”, artinya para filsafat dalam priode ini menjadikan filsafat sebagai abdi agama atau filsafat diarahkan pada masalah keutuhan. Suatu karya filsafat dinilai benar jika tidak menyimpang dari ajaran agama. Dengan kata lian filsafat abad pertrngahan ditandai dengan adanya hubungan yang erat antara agama Kristen dan filsafat.
Adapun ciri pemikiran filsafat pada abad pertengahan adalah:
1. Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja
2. Berfilsafat dalm lingkungan ajaran Aristoteles
3. Berfilsafat dengan pertolongan Augustinus
Sumber referensi:
https://www.academia.edu/43853490/FILSAFAT_BARAT_ABAD_PERTENGAHAN
Re: Sejarah Pemikiran Ilmu
1. Dominasi Pemikiran Teosentris
Pemikiran filsafat pada Abad Pertengahan sangat dipengaruhi oleh agama, khususnya Kristen. Filsafat berkembang dalam rangka untuk memperkuat ajaran agama dan membuktikan keberadaan Tuhan secara rasional. Pemikiran ini sering dikaitkan dengan filsuf-filsuf seperti Santo Agustinus dan Thomas Aquinas.
(Sumber: Darmana, hlm. 243)
2. Hubungan Erat antara Filsafat dan Teologi
Filsafat pada masa ini berperan sebagai "hamba teologi" (ancilla theologiae), yang berarti bahwa pemikiran filosofis digunakan untuk menjelaskan, menafsirkan, dan membela doktrin agama. Rasio dianggap sebagai alat untuk memahami wahyu ilahi.
(Sumber: Presentasi, slide 10)
3. Pengaruh Neoplatonisme dan Aristotelianisme
Pemikiran filsafat Barat pada Abad Pertengahan sangat dipengaruhi oleh filsafat Yunani, khususnya Platonisme dan Aristotelianisme. Neoplatonisme banyak digunakan dalam pemikiran Kristen awal, terutama oleh Santo Agustinus, sementara Aristotelianisme lebih dominan pada periode Skolastik, seperti dalam karya Thomas Aquinas.
(Sumber: The Origin of Science, hlm. 52-53)
4. Munculnya Skolastik sebagai Metode Berpikir
Filsafat Skolastik adalah pendekatan yang menggabungkan logika, metafisika, dan teologi untuk memahami kebenaran. Metode ini berkembang di universitas-universitas Eropa dan mencapai puncaknya dengan pemikiran Thomas Aquinas dalam Summa Theologica.
(Sumber: Presentasi, slide 12)
5. Fokus pada Pembuktian Keberadaan Tuhan
Salah satu tema utama filsafat abad ini adalah argumen rasional untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Contohnya adalah "Lima Jalan" (Five Ways) dari Thomas Aquinas yang menggunakan logika Aristotelian untuk menunjukkan keberadaan Tuhan sebagai penyebab pertama (causa prima).
(Sumber: Darmana, hlm. 244-245)
6. Keterbatasan dalam Eksperimen dan Observasi Empiris
Pemikiran filsafat pada Abad Pertengahan lebih banyak berkutat pada spekulasi metafisika dan logika deduktif dibandingkan metode ilmiah modern. Kajian terhadap alam lebih sering dilakukan melalui interpretasi teks-teks kuno dibandingkan melalui eksperimen langsung.
(Sumber: The Origin of Science, hlm. 60)
7. Transmisi Ilmu dari Dunia Islam
Banyak pemikiran filosofis pada Abad Pertengahan diperoleh melalui karya-karya filsuf Muslim seperti Al-Farabi, Avicenna (Ibnu Sina), dan Averroes (Ibnu Rushd). Mereka menerjemahkan dan mengembangkan filsafat Yunani, yang kemudian memengaruhi pemikiran Eropa, khususnya dalam bidang metafisika dan epistemologi.
(Sumber: Presentasi, slide 14)
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemikiran filsafat Barat pada Abad Pertengahan ditandai oleh dominasi ajaran agama, khususnya Kristen, yang menjadikan filsafat sebagai alat untuk memperkuat teologi. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh Neoplatonisme dan Aristotelianisme, yang kemudian dikembangkan dalam tradisi Skolastik. Fokus utama filsafat pada masa ini adalah pembuktian keberadaan Tuhan serta pencarian keselarasan antara akal dan wahyu.
Selain itu, metode pemikiran yang berkembang lebih bersifat spekulatif dan deduktif, dengan keterbatasan dalam penggunaan observasi empiris. Namun, pemikiran abad ini juga diperkaya oleh transmisi ilmu dari dunia Islam, yang memperkenalkan kembali filsafat Yunani kepada pemikir Eropa.
Dengan demikian, filsafat Abad Pertengahan menjadi fondasi penting bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan di era berikutnya, terutama dalam peralihan menuju pemikiran Renaisans dan modern.