Pendahuluan materi Transformasi Digital
1. BAB 1 Pendahuluan
1.2. Langkah Transformasi Digital
Langkah-langkah untuk Transformasi Digital
Langkah-langkah untuk mengimplementasikan transformasi digital sangat bervariasi berdasarkan pada kebutuhan dan tujuan bisnis. Kerangka kerja untuk melakukan pendekatan transformasi digital yang perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi:
1. Membangun Bisnis Proses yang Baru
Transformasi digital dimulai dengan mendefinisikan ulang proses bisnis yang ada. Hal ini bisa melingkupi seluruh operasi perusahaan atau sesuatu yang sangat kecil seperti mengoptimalkan mekanisme umpan balik pelanggan. Menjadi seorang Chief Information Officer mungkin akan sulit untuk mengubah proses yang telah bekerja dengan baik untuk bisnis selama bertahun-tahun. Ini adalah masalah mendasar transformasi digital yang mengharuskan pengambil keputusan membuat langkah dengan suatu risiko yang diperhitungkan. CIO perlu menganalisis pasar dan data internal perusahaan untuk mengetahui proses yang dimiliki dalam ruang lingkup menuju optimasi
2. Identifikasi Teknologi Utama
Meskipun ada banyak teknologi terkini dengan pertumbuhan dan adopsi yang cepat, tidak berarti bahwa perlu menerapkan semuanya dalam bisnis. Pilihan teknologi tergantung pada proses yang akan dioptimalkan. Teknologi, sebetulnya, hanyalah sarana untuk mendukung ide. Pengguna sering kewalahan dengan teknologi modern dan mencoba menerapkan semuanya dalam proses bisnis yang ada saat ini. Fokusnya harus pada menemukan teknologi yang sesuai dengan tujuan bisnis dan menerapkannya secara efektif.
3. Menguraikan Paradigma Inovasi
Ketika mulai dengan transformasi digital, sangat tidak mungkin untuk menemukan yang pas dalam upaya pertama. Jika menemukan teknologi yang baru yang dirasakan cocok, tetap akan memerlukan mekanisme untuk mengimplementasikan inovasi baru tersebut di masa depan dengan mudah. Ini mengharuskan perusahaan untuk beralih dari hierarki manajerial tradisional untuk lebih terlibat dengan karyawan di level bagian bawah. Perlu mendefiniskan kembali budaya kerja untuk menciptakan lingkungan yang dinamis di mana perbedaan pendapat dan dan suatu perubahan lebih dihargai daripada dihindari.
4. Membangun Talent Pool (mengumpulkan karyawan yang berbakat)
Untuk menerapkan teknologi inovatif, perusahaan akan membutuhkan orang-orang yang terampil dan dinamis yang bersedia untuk menjadikan ide menjadi rencana yang dapat ditindaklanjuti. Tanpa ahli IT yang terampil, akan sulit untuk mengimplementasikan teknologi inovatif. Sebagai alternatif lain perusahaan dapat memberikan pekerjaan pemberdayaan (outsource) ke perusahaan IT yang lebih ahli dalam bidang teknologi ke suatu proyek yang saat ini sedang dikerjakan. Manfaat dari pendekatan ini adalah perusahaan akan menghemat biaya rekrutmen dan pelatihan dan akan dapat berputar dari satu strategi ke strategi lainnya. Bahkan ketika perusahaan melakukan outsourcing proyek juga akan membutuhkan tim in-house untuk mengkomunikasikan perubahan dan mengimplementasikannya dalam organisasi. Dalam hal ini, kebutuhan untuk merekrut orang baru benar-benar tergantung pada kemampuan tenaga kerja yang ada pada saat ini.
5. Menetapkan Roadmap
Setelah mengetahui yang perlu dilakukan, maka selanjutnya adalah menentukan peta jalan untuk dieksekusi. Seluruh implementasi harus dilakukan secara bertahap. Lebih baik untuk mencoba dan menguji hipotesis dalam skala kecil sebelum menyelesaikan semua rencana. Setiap fase pelaksanaan harus diakhiri dengan tonggak mitigasi risiko yaitu pencapaian yang menunjukkan adanya pengurangan dari risiko saat mengeksekusi keputusan.
ย
6. Menentukan Key Performance Indicator (KPI)
Rencana tidak lengkap tanpa tujuan. Untuk mengukur efektivitas rencana perlu dipersiapkan beberapa indikator kinerja utama (key performance indcator/KPI). Metrik ini akan menunjukkan efektivitas rencana dan juga akan memandu pengambilan keputusan di masa depan. Perlu menetapkan tujuan yang memiliki angka yang jelas dapat dicapai bersama dengan garis waktu. Sasaran-sasaran ini akan memandu dan mengoptimalkan seluruh eksekusi dan memastikan bahwa institusi tidak kehilangan fokus.
Setelah institusi menyelesaikan semua langkah transformasi digital, inilah saatnya untuk mengulang. Penting bagi user untuk memperbarui strategi secara berkala berdasarkan kondisi dan hasil pasar. Perlu rasanya terus menerus memutar strategi sampai menemukan teknologi dan proses yang tepat untuk era digital.